Tech

Pakar Jelaskan Bahaya Pencurian Data atau Phising

Kenali bahaya pencurian data di ruang digital, amankan data pribadi anda.


Pakar Jelaskan Bahaya Pencurian Data atau Phising
Ilustrasi pencurian data. (pixabay.com/ba)

AKURAT.CO  Ketua Bidang Ekonomi Digital dan UMKM Sobat Cyber Indonesia, Muhammad Miqdad Nizam Fahmi menjelaskan sejumlah program yang dikeluarkan oleh Kominfo dalam rangka menyelenggarakan ‘Internet Sehat dan Aman dengan Pengaturan Konten Negatif’, diantaranya yaitu TRUST+Positif, pembentukan sistem whitelist, serta pembentukan forum penanganan situs internet bermuatan negatif. 

Kemudian, ia melanjutkan mengenai bahaya internet, salah satunya phishing (pencurian identitas).

“Tujuan spam itu ada tiga, yaitu sekedar iseng, penipuan, dan promosi. Kalau sekedar iseng menurut saya lebih kearah negatif sih. Nah kalian perlu diperhatikan kalau spam yang bertujuan penipuan, seperti mendapat uang 20 juta atau 2 milyar,” ujarnya dalam webinar bertema “Tips dan Trik Cek Berita Palsu di Dunia Digital”, Senin (1/8), di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

baca juga:

Terkait etika digital, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Muhajirin Purwakarta dan LP3I College Purwakarta Dian Ikha Pramayanti menuturkan dampak dari ketidakpahaman akan multikulturalisme dan pemahaman Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Salah satunya yakni tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital. 

Materi dilanjutkan oleh Dian dengan menyampaikan contoh praktik budaya di Indonesia, dimana dalam bahasa Sunda, misalnya, kata “atos” memiliki makna “selesai” sedangkan bagi orang Jawa memiliki makna “keras”.

“Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, tempat kita bertumbuh kembang, sekaligus tempat dimana kita sebagai bangsa hadir dengan bermartabat,” pesannya.

Bambang Eka Purnama selaku Ketua Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia menyatakan perubahan fenomena yang terjadi di era digital ini, seperti banyaknya iklan UMKM yang tayang di IG Ads, Youtube Ads, FB Ads, dan Google Ads dalam 3 bulan terakhir. 

Bambang menekankan bahwa apabila kita ingin terlihat hebat, maka kita harus menghebatkan orang lain. 

Kemudian, ia turut menggarisbawahi pentingnya koneksi dalam menunjang karier, dimana merekalah yang dapat membantu kita dalam mencari pekerjaan nantinya, jadi bukan hanya sekedar mengandalkan pengetahuan yang kita miliki saja.

“Dahulu, guru/dosen ada ditengah dan peserta didik/mahasiswa ada di sekitarnya. Namun sekarang peserta didik yang ada di tengah-tengah, dia bisa berselancar dengan bebas dan sekarang mereka bisa kuliah di Harvard atau MIT dan itu bisa di transfer kreditnya.” tuturnya dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.