Tech

Pakai Teknologi Nano, BRIN Kembangkan Inovasi Parfum Padat

Pakai Teknologi Nano, BRIN Kembangkan Inovasi Parfum Padat
Ilustrasi - Parfum. (pixabay.com/sponchia)

AKURAT.CO, Dengan memanfaatkan teknologi nano, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi pembuatan solid perfume atau parfum padat.

Untuk bisa mengembangkan inovasi tersebut dalam skala industri, BRIN berkolaborasi dengan PT. Nano Herbaltama Internasional dalam bentuk kerja sama lisensi inovasi parfum padat. 

Asisten Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Lindawati Wardani mengatakan, pembuatan parfum padat ini menggunakan bahan dasar minyak atsiri, lilin lebah dan lemak cokelat, merupakan satu inovasi yang dihasilkan oleh Pusat Riset Kimia Maju Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN. 

baca juga:

"Inovasi tersebut, menggunakan sistem emulsifikasi air dalam minyak (A/M), untuk membuat zat aktif minyak atsiri yang mudah meresap, dan nyaman digunakan pada kulit. Inovasi ini juga, menghasilkan produk parfum yang lebih praktis, tidak cepat habis, dan memiliki wangi yang lebih tahan lama dibandingkan dengan parfum cair," ujar Linda, dikutip dari laman BRIN, Minggu (4/12/2022).

Ia juga menjelaskan, parfum padat ini menggunakan minyak atsiri yang dihasilkan dari ekstrak kayu cendana, bunga melati, mawar, lemon, gaharu, cedarwood, chamomile, vanilla, dll.

Sebagai basis padatan, digunakan juga lemak cokelat dari pengolahan cokelat bubuk, kaya akan kandungan vitamin A, C, dan E. 

Menurutnya, lemak coklat, sudah umum digunakan dalam kosmetik sebagai pelembab.

Meski begitu, pemanfaatan lemak cokelat ini dinilai baru, dan belum ada di pasaran Indonesia. 

"Diharapkan, apabila kerja sama sudah berjalan, sertifikasi halal dari MUI, dan izin edar produk dari BPOM sudah terbit, kami sangat mendorong agar produk ini dapat masuk di E-katalog," tegas Linda.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kimia Maju BRIN Yenny Melliana menerangkan, riset teknologi nano telah lama dikembangkan untuk bidang kesehatan, yaitu obat herbal dan kosmetik. 

"Sudah lama BRIN berkolaborasi dengan PT Nano Herbaltama, dan sekarang merambah invensi pembuatan parfum padat.

Diharapkan, pengembangan invensi ini memiliki nilai tambah ekonomi, dan dapat dikembangkan dalam kolaborasi riset," ucapnya.

Dia juga membeberkan, nano teknologi merupakan ilmu material maju, yang mengubah partikel menjadi sangat kecil.

Kaitannya dengan produk parfum padat, adalah ukuran partikel yang akan memengaruhi efektivitas kinerja senyawa yang terkandung di dalamnya. 

"Bahan baku herbal, diolah menjadi seukuran nano (10 pangkat minus sembilan), jauh lebih mudah terserap ke dalam tubuh.

Efeknya lebih baik, dibandingkan tanpa teknologi nano," pungkasnya.