News

Pakai Baju 'Calon Tahanan 001 RKUHP', Pendemo: Setelah RKUHP Disahkan Kita Nyanyi di Polda

Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas mendesak pemerintah untuk segera membuka draft RKUHP.


Pakai Baju 'Calon Tahanan 001 RKUHP', Pendemo: Setelah RKUHP Disahkan Kita Nyanyi di Polda
salah satu orator menyindir pemerintah dengan menggunakan baju tahanan berwarna oranye bertuliskan Calon Tahanan 001 RKUHP di bagian punggung. (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas mendesak pemerintah untuk segera membuka draft RKUHP. Mereka pun memberikan waktu kepada pemerintah selama 7x24 jam. 

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Adam Putra Firdaus mengatakan dalam RKUHP itu terdapat beberapa Pasal yang dianggap kontroversial. Diantaranya yaitu pasal 273 dan pasal 354.

"Dari 14 isu krusial yang dibahas pemerintah dan DPR ternyata ada 2 pasal yang super bermasalah, yakni pasal 273 yang berpotensi mengkriminalisasi mereka yang berpendapat di muka umum dan Pasal 354 yang berpotensi memidana mereka yang mengkritik lembaga negara melalui sarana elektronik dan itu bukan delik aduan jadi siapapun bisa melaporkan," kata Adam di Patung Kuda, Selasa (21/6/2022).

baca juga:

Untuk diketahui, Pasal 273 RKUHP berisi Setiap Orang yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang berwenang mengadakan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi di jalan umum atau tempat umum yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum, menimbulkan keonaran, atau huru-hara dalam masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.

Aliansi mahasiswa itu juga memandang Pasal 354 RKUHP dapat menimbulkan masalah bila tetap disahkan. Selain mengancam kebebasan berpendapat, pasal tersebut juga tak mengatur ketentuan soal delik aduan.

Pasal 354 sendiri mengatur tentang ancaman pidana penjara atau pidana denda bagi setiap orang yang melakukan penghinaan terhadap kekuasaan umum atau lembaga negara melalui sarana teknologi informasi.

Atas ketidaksetujuan mereka terhadap RKUHP, salah satu orator menyindir pemerintah dengan menggunakan baju tahanan berwarna oranye bertuliskan Calon Tahanan 001 RKUHP di bagian punggung.

"Ini mungkin hari terakhir kita bisa nyanyi kayak gini, setelah RKUHP disahkan kita nyanyi-nyanyi di Polda," ujar orator tersebut. 

Setelah itu, massa aksi menyanyikan pelesetan lagu selamat ulang tahun untuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan mengganti lirik 'tiup lilinnya menjadi 'buka drafnya'.

"Happy birthday Jokowi, happy birthday Jokowi. Buka, buka, buka drafnya, buka drafnya sekarang juga," teriak mahasiswa bernyanyi. []