Ekonomi

Pak Presiden, UMKM Curhat Sistem OSS Malah Menyulitkan Mereka

dilapangan OSS ini justru menjadi hambatan tersendiri sehingga UMKM mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.


Pak Presiden, UMKM Curhat Sistem OSS Malah Menyulitkan Mereka
Pengrajin membuat tahu berbahan dasar kedelai di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Kolaborasi Usaha Kecil Menengah Nasional (Komnas UKM) yang terdiri dari 14 asosiasi, komunitas dan organisasi UMKM merasa kesulitan untuk mengurus perizinan dengan sistem satu pintu atau Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. 

Ketua Umum Jaringan Usahawan Independen Indonesia Sutrisno Iwantono mengatakan kenyataannya dilapangan OSS ini justru menjadi hambatan tersendiri sehingga UMKM mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.

"Kami mohon agar Bapak Presiden dapat memberikan arahan kepada Mneteri yang berkaitan untuk segera mengambil langkah cepat penyelesaian OSS ini," katanya lewat keterangan tertulisnya, Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan usaha CV, Firma, Usaha Dagang yang sudah berdiri selama ini akan masuk atau migrasi ke OSS, termasuk untuk mengganti alamat e-mail (padahal sudah punya NIB) belum bisa dijlankan sehingga untuk mengurus perizinan lain tidak dapat dilakukan.

Sutrisno menjelaskan kesulitan yang dialami dimana dalam form di OSS diminta no surat pengesahan dari Kemenkumham, sedangkan badan usaha itu selama ini pengesahannya oleh pengedalian negeri yang sudah pasti tidak ada nomor Administrasi Hukum Umum (AHU).

"Permasalahannya untuk mendapatkan No AHU atau untuk migrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru harus melakukan perubahan Akte Notaris, akte notaris ini biayanya sangat mahal antara 5 sd 7 juta. Bagi usaha kecil ini sangat berat, tidak sanggup mereka," ucapnya.

Kemudian ia mengatakan NIB saat ini dibuat dengan KBLI 5 digit sangat rumit dan memakan biaya. Misalnya saja untuk izin usaha restoran 56101, warung makan 56102, kedai makanan 56103, rumah minum/cafe 56303, kedai minuman kopi 56304.

Jadi jika ada usaha berubah dari restoran menjadi warung makan atau kedai minuman atau kedai minuman kopi dan sebaliknya harus melakukan perubahan akte, dan akte ini biayanya sangat mahal. 

"Kita sudah mengusulkan agar digitnya itu sampai 3 saja misalnya NIB cukup dibunyikan No 561 restoran dan penyediaan makanan keliling," ujarnya.