News

Pak Menteri Jangan Diam, Apa Betul Ada Jual Beli Jabatan?

Dugaan jual beli jabatan di Kemenhub muncul usai beredarnya dokumen berisi daftar nama pejabat yang diusulkan untuk mendapat promosi jabatan dan mutasi


Pak Menteri Jangan Diam, Apa Betul Ada Jual Beli Jabatan?
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019). Rapat kerja ini membahas anggaran, rencana strategis, dan program kerja untuk sektor transportasi lima tahun ke depan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO - Kabar dugaan jual beli jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disorot anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti. Novita meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak tinggal diam.

Dugaan jual beli jabatan di Kemenhub muncul usai beredarnya dokumen berisi daftar nama pejabat yang diusulkan untuk mendapat promosi jabatan dan mutasi di Ditjen Perhubungan Darat. Dokumen itu tersebar di level staf umum hingga menimbulkan keresahan.

Dari nama-nama yang diusulkan mendapat promosi, beberapa diantaranya disebut terafiliasi atau terkoneksi dengan salah satu rekanan Ditjen Perhubungan Darat.

"Pak Budi dan jajarannya harus meredam daftar nama yang beredar itu, benar atau tidak. Kalau tidak benar ya tinggal disampaikan bahwa itu hoaks," kata Novita kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Jika daftar nama yang beredar itu benar, Novita meminta alasan rasional promosi dijelaskan ke publik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Terutama soal kompetensi mereka.

"Walaupun mungkin itu kewenangan (kementerian), tapi orang bisa melihat reasonable-nya gimana. Apakah orang itu memang kompeten, apakah sesuai dengan kinerja dan posisi yang ditempati pantas atau tidak," imbuhnya.

Legislator Partai Gerindra ini menambahkan, perlunya koordinasi yang kuat di internal Ditjen Perhubungan Darat agar situasi kerja para pegawai tetap stabil dengan munculnya kabar jual beli jabatan.

"Kalau suatu lembaga kondisinya tidak stabil juga kan nanti akan mempengaruhi kinerja," demikian kata Novita Wijayanti.[]