News

Pak Anies, Komunitas Warteg di Jakarta Protes Kebijakan Wajib Bawa Kartu Vaksinasi

Kowantara protes kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan pengunjung warteg wajib membawa kartu vaksinasi.


Pak Anies, Komunitas Warteg di Jakarta Protes Kebijakan Wajib Bawa Kartu Vaksinasi
Warung Tegal (Warteg) (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) protes kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan pengunjung warteg wajib membawa kartu vaksinasi.

Selain pengunjung, karyawan warteg wajib melakukan vaksinasi Covid-19 sebagaimana tertuang dalam aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. 

Ketua Komunitas Warteg Nusantara Mukroni menilai, kebijakan tersebut memberatkan. Sebab banyak pengunjung berasal dari luar daerah. 

"Yang makan di warteg itu bukan warga DKI aja dan para pemilik warteg juga bukan warga DKI. Mereka adalah warga yang datang dari luar daerah, ini kan prosesnya enggak gampang. Apa lagi di daerah tidak gampang mendapatkan vaksinasi seperti di Ibu Kota," kata Mukroni ketika dihubungi AKURAT.CO Sabtu (31/7/2021).

Menurut Mukroni, karyawan warteg di Jakarta tidak semuanya bisa menjangkau sentra vaksinasi di Ibu Kota. Mereka bekerja di Jakarta hanya  dalam tenggat waktu tertentu dan akan pindah ke daerah lain.

Kata dia, jika pemerintah menginginkan semua pegawai warteg  divaksin untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 maka karyawan yang notabene adalah pendatang dan tidak miliki KTP DKI mesti difasilitasi agar lebih mudah mendapatkan vaksin.

“Apa yang kami hadapi di lapangan tidak mudah. Tidak semua fasilitas vaksinasi kita jangkau. Artinya bahwa  ketika kita diwajibkan punya kartu vaksinais, tapi fasilitas yang  disediakan pemerintah belum memenuhi keinginginan kita," tuturnya.

Lebih lanjut, Mukroni mengatakan, peminat makanan warteg datang dari berbagai lapisan masyarakat, diantaranya adalah para musafir yang selalu berpindah- pindah tempat. Kata dia kelompok masyarakat seperti ini tak bisa diikat dengan peraturan wajib bawa kartu vaksinasi jika mau makan di warteg.

Begitu juga dengan pengujung lain yang menurut Mukroni tak semuanya selalu membawa kartu vaksinasi saat makan di warteg. Sebab tidak semua pengunjung warteg juga punya smart  phone yang dapat menyimpan sertifikat vaksinasi digital.

"Misalnya begini kalau pelanggan kita dia  bepergian musafir terus dia lapar dan makan di warteg apa harus bawa kartu vaksinasi? Terus dia kalau sudah divaksin kan tidak serta merta juga membawa surat  vaksinasi," tutupnya.[]