News

Pak Anies Dengar Nih! Jangan Cuek Jakarta Diprediksi Tenggelam 10 Tahun Lagi

Harus diantisipasi sehingga prediksi bencana di Jakarta tidak terjadi


Pak Anies Dengar Nih! Jangan Cuek Jakarta Diprediksi Tenggelam 10 Tahun Lagi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi beberapa tempat yang terendam banjir parah di Jakarta. Salah satunya adalah Jalan Rusunawa Pesakih, Kalideres di RW 1 Semanan dan, RW 14 Kosambi Jakarta Barat. Kunjungan dilakukan pada Kamis (2/1/2019). (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta Gubernur Anies Baswedan tidak menganggap enteng prediksi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Jakarta, diprediksi Biden, akan tenggelam 10 tahun lagi.

"Saya kira itu peringatan yang baik. Sudah ada orang yang memperingatkan seperti itu maka tugas kita adalah mengantisipasi bagaimana Jakarta tidak tenggelam," kata Gembong kepada redaksi sesaat lalu, Senin (2/8/2021).

Dia menekankan, pernyataan Biden saat memberikan pidato di kantor Direktur Intelijen AS (CIA) pada Selasa pekan lalu itu menjadi peringatan penting dan mesti ditanggapi serius oleh Pemprov DKI. Apalagi isu yang disinggung Biden bukan isu yang baru muncul sekarang. 

Pemprov DKI memang memiliki sejumlah program untuk mengantisipasi naiknya permukaan air laut, mulai dari penyetopan penggunaan air tanah, restorasi ekosistem kawasan pesisir hingga menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai lokasi resapan air. Namun, menurutnya, semua program itu tidak berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Upaya menghentikan penggunaan air tanah, dicontohkan Gembong, tidak diawasi dengan baik. Dia yakin masih banyak perkantoran dan gedung-gedung di Jakarta yang masih melakukannya. Di sisi lain, program pengadaan air bersih untuk warga Jakarta agar mereka tak lagi menggunakan air tanah juga berjalan lamban.

"Program sudah ada tapi persoalan yang kita hadapi dalam implementasi di lapangan. Misalnya bagaimana larangan penggunaan air tanah. Peraturannya sudah ada, implementasinya di lapangan tidak maksimal. Pengawasan tidak ada maka terjadilah kongkalikong," tegasnya. 

Program pengadaan RTH, menurut Gembong, tidak berjalan mulus. Pengadaan RTH jauh dari target yang ditetapkan. Kata dia, Jakarta baru punya 9,98 persen RTH sedangkan target RTH di Jakarta sebesar 30 persen.

"Sampai dengan hari ini masih sedikit, belum mencapai puluhan persen, masih jauh dari target," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden memprediksi Jakarta akan tenggelam 10 tahun lagi. Hal itu dia sampaikan saat memberikan pidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional, Selasa (27/7/2021).

Awalnya, Biden dalam pidatonya menyinggung bahaya pemanasan global. Mantan Wakil Presiden AS era kepemimpinan Barack Obama tersebut berujar dampak pemanasan global bisa mencairkan es di kutub dan menaikkan permukaan air laut.

"Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur," ucap Biden.

Biden lantas menyinggung prediksinya soal Jakarta.

"Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraannya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?" kata Biden. "Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," sambung Biden.

Terkait prediksi Biden, Gubernur DKI Anies Baswedan ogah memberikan tanggapan. Anies beralasan saat ini dirinya tengah fokus mengatasi pandemi Covid-19.

"Kita sekarang urus Covid dulu ya," kata Anies ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (1/8/2021).

Tanggapan disampaikan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. Ariza membantah kekhawatiran Biden dengan menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemprov DKI.

"Memang di Jakarta datarannya rendah, jadi di Jakarta ada penurunan muka tanah setiap tahun. Namun, tidak berarti 10 tahun Jakarta tenggelam," kata Ariza saat doorstop virtual bersama pewarta Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021). []