Lifestyle

Pahami Pengaruh Psikologis Terhadap Hasrat Seksual

Hasrat seksual dalam suatu hubungan dapat berkurang


Pahami Pengaruh Psikologis Terhadap Hasrat Seksual
Ilustrasi- Melihat pengaruh psikologis terhadap hasrat seksual (Freepik/Jcomp)

AKURAT.CO, Ada begitu banyak alasan potensial mengapa hasrat seksual dalam suatu hubungan dapat berkurang seiring waktu.

Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh faktor fisik atau masalah kesehatan, tapi juga psikologis.

Kamu mungkin jatuh ke dalam rutinitas seksual yang membosankan, memiliki sedikit waktu atau energi untuk mendapatkan sesi bercinta yang menyenangkan, atau memprioritaskan hal lain yang lebih penting.

baca juga:

Kamu mungkin kurang tertarik untuk berhubungan seks dengan pasangan karena masalah lain dalam hubungan.

Mulai dari stres, tanggung jawab yang meningkat di bagian lain kehidupan, atau alasan lainnya.

"Banyak proses psikologis mempengaruhi kualitas dan stabilitas hubungan (misalnya, saling ketergantungan, komitmen, kepercayaan) dan dapat berkontribusi pada penurunan dan peningkatan tingkat hasrat seksual," kata Gurit Birnbaum, Ph.D., seorang profesor psikologi di Universitas Reichman di Israel, dikutip AKURAT.CO, Senin (23/5/2022). 

Lebih lanjut, Birnbaum mencatat bahwa penurunan hasrat seksual dalam hubungan jangka panjang dapat didorong oleh perubahan negatif terhadap nilai pasangan.

Artinya, jika kamu merasa nilai pasangan menjadi negatif, hasrat seksual juga akan menurun.

Oleh sebab itu, jika kamu merasa kurang tertarik secara seksual pada pasangan dibandingkan sebelumnya, penting untuk memeriksa diri sendiri dan hubungan untuk memahami mengapa hal itu mungkin terjadi.

"Pastikan untuk memperhatikan ke mana pikiranmu pergi," kata terapis pasangan berlisensi Elizabeth Earnshaw, LMFT.

Meskipun penting untuk mempertahankan pemahaman yang realistis tentang hubungan, termasuk keluhan dan pikiran negatif, kamu juga perlu memastikan bahwa selalu ada ruang untuk hal-hal baik dan positif tentang pasangan.

Pada saat kamu memandang pasangan secara positif, maka hasrat seksual akan terus stabil atau bahkan meningkat. 

Adapun dalam sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior, para peneliti menduga bahwa hasrat seksual memainkan peran khusus dan unik dalam pemeliharaan hubungan.

Hasrat seksual, menurut hipotesis mereka, "berfungsi sebagai indikator nilai pasangan yang memotivasi investasi dan keterlibatan positif dalam hubungan."

Selain itu, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki hasrat seksual untuk pasangan juga lebih mungkin untuk menjaga dan memperkuat hubungan secara keseluruhan.[]