Olahraga

Pacquiao: Crawford, Spence, Siapapun! Saya Hadapi yang Terbaik

Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao, bersiap menghadapi Yordenis Ugas di Las Vegas, Amerika Serikat, 21 Agustus nanti.


Pacquiao: Crawford, Spence, Siapapun! Saya Hadapi yang Terbaik
Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao, bersiap menghadapi Yordenis Ugas di Las Vegas, Amerika Serikat, 21 Agustus nanti. (BOXING SCENE)

AKURAT.CO, Setelah sempat mengisyaratkan akan menjadikan laga melawan Yordenis Ugas sebagai laga terakhir, Manny Pacquiao sepertinya berubah pikiran. Jika bisa mengalahkan juara dunia tinju kelas welter WBA (Super) asal Kuba tersebut, Pacquiao masih akan menantang petarung-petarung terbaik di divisinya.

“Selama saya masih ada di tinju, saya terbuka dan berniat melawan Terence Crawford, Errol Spence, atau siapapun–yang terbaik,” kata Pacquiao sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

Pertarungan melawan Ugas di Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (21/8), disebut-sebut bakal menjadi pertarungan terakhir Pacquiao tak terlepas dari usia legenda tinju dunia tersebut. Dengan catatan 72 pertandingan sepanjang kariernya, Pac Man–julukan Pacquiao–kini sudah menjejakkan kaki ke usia 42 tahun delapan bulan.

Semestinya, akhir pekan ini Pacquiao menghadapi juara dunia kelas welter IBF dan WBC, Errol Spence Jr. Namun, Spence mengundurkan diri karena mengalami cedera pada retina matanya.

Pertarungan dengan Ugas juga menunjukkan kemampuan Pacquiao untuk terus bertarung di level elite mesti usia tidak lagi muda. Pacquiao bahkan masih mampu merebut gelar di mana pada saat ini dia adalah pemilik sabuk gelar juara dunia WBA (reguler).

Sungguhpun mampu mengalahkan petarung terbaik masa kini di kelas welter seperti Crawford atau Spence, Pacquiao tetap menganggap pertarungan terbaiknya adalah ketika mengalahkan legenda Oscar De La Hoya pada 2008.

Menghadapi De La Hoya, Pacquiao naik dari kelas ringan ke kelas welter setelah memulai kariernya dari kelas bulu pada 1995. Ketika itu, Pacquiao menyingkirkan sang legenda dalam pertarungan delapan ronde.

“Kemenangan terbesar adalah pertarungan melawan De La Hoya?” kata Pacquiao.

“Anda tahu kenapa? Karena saya datang dari 135 (kelas ringan) ke 147 (kelas welter). Itu tidak biasa. Maksud saya, tidak banyak petinju yang melakukan itu. Maksud saya dari 122 ke 126 (kelas bulu) ke 135, lalu naik ke147 (kelas welter)–coba?”

Kemenangan melawan De La Hoya juga membuat Pacquiao memensiunkan sang lawan. Adapun menghadapi Ugas akan menjadi laga ke-72 dalam karier panjang Pacquiao.[]