Tech

Pabrik Sel Baterai LG - Hyundai di Karawang Akan Penuhi Kebutuhan 150 Ribu Mobil Listrik

Pabrik Sel Baterai LG - Hyundai di Karawang Akan Penuhi Kebutuhan 150 Ribu Mobil Listrik


Pabrik Sel Baterai LG - Hyundai di Karawang Akan Penuhi Kebutuhan 150 Ribu Mobil Listrik
Ilustrasi - Mobil Listrik (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah untuk membentuk joint venture di Indonesia dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik bertenaga baterai atau BEV.

Melalui MoU ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai USD1,1 miliar ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Indonesia.

Pabrik sel baterai baru di Karawang akan dibangun di atas lahan seluas 330.000 meter persegi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahunnya.

Pabrik ini ditargetkan memproduksi sel baterai yang dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) per tahun.

Sel baterai yang diproduksi oleh pabrik di Karawang ini akan digunakan pada model EV dari Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Pabrik baru ini akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV dari produsen mobil tersebut.

Kerjasama dengan LG Energy Solution juga akan membantu Hyundai Mobil untuk mendapatkan pasokan sel baterai mobil listrik di masa mendatang, seiring dengan permintaan global mobil listrik yang diperkirakan akan terus meningkat.

Hyundai juga berencana untuk mempercepat upayanya dalam memperluas produksi sistem baterai dan mengembangkan teknologi mutakhir untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar EV global.

Sebagai informasi, Hyundai Motor Group telah mengkonsentrasikan upayanya untuk menjadi pemain utama EV tingkat global. Hingga tahun 2025, Hyundai Motor Group bertujuan memperluas jajaran BEV ke lebih dari 23 model dan menjual 1 juta BEV setiap tahun di pasar global.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution masing-masing akan berhak atas 50% kepemilikan saham di joint venture ini. Pemerintah Indonesia setuju untuk mendukung melalui berbagai insentif untuk kelancaran proses operasional yang stabil dari pabrik tersebut.

Pembangunan pabrik dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023. Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.[]