Ekonomi

Pabrik Bajanya di Mariupol Hancur, Sultan Ukraina Murka Ngotot Gugat Rusia!

Orang terkaya di Ukraina, Rinat Akhmetov melayangkan protesnya kepada Rusia akibat kehilangan pabrik bajanya di kota Mariupol


Pabrik Bajanya di Mariupol Hancur, Sultan Ukraina Murka Ngotot Gugat Rusia!
ilustrasi perang rusia ukraina (Unsplash/@kingmaphotos)

AKURAT.CO, Orang terkaya di Ukraina, Rinat Akhmetov melayangkan protesnya kepada Rusia akibat kehilangan pabrik bajanya di kota Mariupol. Kota Mariupol sendiri merupakan medan pertempuran dan sasaran invasi Rusia di Ukraina.

Karena pabrik bajanya hancur akibat perang, Rinat Akhmetov berencana akan menuntut Rusia untuk mengganti kerugian yang terjadi karena pabriknya hancur rata dengan tanah.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Jumat (27/5/2022), kerugian akibat hancurnya pabrik baja milik orang terkaya di Ukraina itu ditaksir mencapai US$17-20 miliar atau sekitar Rp 248-292 triliun (dalam kurs Rp14.600).

baca juga:

Menurut Rinat, Rusia patut disalahkan dan harus membayar kompensasi dan ganti rugi atas kerugian tersebut. Mengingat pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pemboman dan penembakan Rusia setelah pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan selatan.

Di sisi lain, pabrik baja dan besi Illich, yang juga dimiliki oleh Rinat pun rusak parah selama penembakan Rusia di Mariupol. Ia menegaskan bahwa menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang akibat pertempuran tersebut.

" Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," kata Rinat Akhmetov kepada portal berita Ukraina mrpl.city dalam sebuah wawancara.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan kontrak pasokannya. Akhmetov mengatakan dia tetap di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Dia percaya Ukraina mampu bertahan bahkan memenangkan perang melawan Rusia.

"Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," tegas Rinat Akhmetov.

Sebagaimana untuk diketahui bersama, kelompok terakhir pasukan Ukraina yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal, Mariupol, telah menyerah yang menandai berakhirnya serangan selama berminggu-minggu yang membuat kota itu luluh lantak.

"Wilayah pabrik metalurgi Azovstal telah sepenuhnya dibebaskan," bunyi pernyataan kementerian, dilansir dari Reuters, dan dikatakan kelompok yang menyerah itu terdiri dari 531 orang.

Ukraina sendiri memerintahkan garnisunnya untuk mundur pada Senin (16/5). Beberapa jam sebelum pengumuman Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kalau para pejuangnya telah diberi tahu oleh militer Ukraina bahwa mereka bisa keluar dengan selamat.[]