Olahraga

Owi/Butet: Piala Presiden Adalah Langkah Awal Regenerasi Atlet Bulutangkis

Liliyana pun berharap agar Piala Presiden terus bergulir tiap tahun, bahkan lebih dari sekali dalam setahun.


Owi/Butet: Piala Presiden Adalah Langkah Awal Regenerasi Atlet Bulutangkis
Pebulutangkis Ganda Campuran Indonesia Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad bepose usai pertandingan final turnament Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Liliyana/Owi kalah dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-16. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mantan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memberikan pandangannya mengenai Kejuaraan Bulutangkis Piala Presiden 2022. Mereka menyebut bahwa turnamen tingkat nasional ini penting bagi para pebulutangkis muda.

Piala Presiden 2022 merupakan kejuaraan bulutangkis nasional pertama yang menggunakan titel orang nomor satu di Indonesia. Ajang yang mempertandingkan kelompok umur U-13 hingga U-17 ini diselenggarakan pada 1-6 Agustus di Gedung Olahraga Nanggala, Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Banyaknya kelompok umur yang dipertandingkan dalam Piala Presiden 2022 membuat Tontowi senang. Ia menyebut bahwa kejuaraan seperti inilah yang merupakan cikal bakal regenerasi atlet bulutangkis Indonesia.

baca juga:

"Sejujurnya kejuaraan pilpres ( Piala Presiden) seperti ini dan kejuaraan bultang (bulutangkis) yang lain, saya ikut merasa senang karena dari situ adalah awal dari junior-junior kita ada regenerasi," ujar Owi - sapaan akrab Tontowi usai melakukan.laga eksebisi melawan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto jelang babak semifinal, Jumat (5/8).

"Jadi pertandingan-pertandingan ini sangat penting untuk diadakan. Ya itu karena kita tidak khawatir akan bibit-bibit baru."

Senada dengan Owi, Liliyana pun juga mengatakan bahwa turnamen tingkat usia muda ini adalah ajangnya bibit-bibit baru bermunculan. Sebab, mereka jadi punya kesempatan untuk mengukur dan menguji kemampuannya maaing-masing.

Liliyana pun berharap agar Piala Presiden terus bergulir tiap tahun, bahkan lebih dari sekali dalam setahun.

"Sehingga adik-adik di klub punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan karena pengalaman pribadi kalau hanya berlatih-latih terus aja kan, jenuh. Kalau ada pertandingan-pertandingan seperti ini jadinya ada motivasi, tujuan, sehingga mereka bisa mengeluarkan kemampuan mereka yang terbaik di kejuaraan," kata wanita yang akrab disapa Butet ini.

"Seperti yang Owi bilang, ini awal langkah kalian, kita juga dulu pernah main di turnamen seperti ini awalnya sehingga makin lama kita akan ke jenjang-jenjang yang lebih tinggi sehingga masuk pelatnas dan bisa berprestasi membawa nama Indonesia."[]