Olahraga

Otoritas Tenis Dianggap Bungkam dengan Tuduhan Kekerasan terhadap Zverev

Mantan kekasih Alexander Zverev, Olga Sharypova, menuduh sang petenis melakukan kekerasan dan pelecehan yang berulang semasa masih berhubungan.


Otoritas Tenis Dianggap Bungkam dengan Tuduhan Kekerasan terhadap Zverev
Petenis asal Jerman, Alexander Zverev, di sela pertandingan kontra Stefanos Tsisipas pada penyisihan grup Final ATP 2019 di The O2 Arena, London, Kamis (14/11). (Reuters/Tony O'Brien)

AKURAT.CO, Otoritas tenis dunia kini berada dalam pertanyaan publik sehubungan dengan tuduhan tindakan kekerasan yang dilakukan salah satu bintangnya, Alexander Zverev. Organisasi Tenis Putra Profesional (ATP) kini sedang disoroti terkait pertanggungjawaban atas tuduhan terhadap Zverev.

Pada Oktober lalu, mantan kekasih Zverev, Olga Sharypova, menuduh petenis ranking tujuh dunia itu melakukan kekerasan fisik dan mental selama mereka berhubungan. Salah satunya adalah ketika mereka berada di hotel semasa Zverev tampil dalam Piala Laver 2019 di Swiss, September tahun lalu.

Sharypova mengatakan bahwa Zverev pernah membenturkan kepalanya ke tembok, mencekik, dan memukul wajahnya. Dalam salah satu kesempatan di Jenewa, Swiss, Sharypova mengaku ingin bunuh diri karena tidak tahan dengan kondisi tersebut.

baca juga:

Zverev, 23 tahun, membantah tuduhan tersebut dengan menyebut Sharypova mengajukan pernyataan tanpa bukti. Sampai ketika ia tampil di Paris Masters di pekan pertama November, petenis asal Jerman keturunan Rusia itu tetap bersitegas dengan sikapnya.

“Saya tahu akan ada banyak orang saat ini yang berusaha menghapus senyum dari wajah saya tetapi dari balik penutup wajah ini saya tersenyum lebar,” ucap Zverev di Paris sambil mengenakan penutup muka setelah laga final di mana ia dikalahkan oleh Daniil Medvedev.

Tekanan ke ATP semakin menguat karena Zverev seakan-akan berlenggang tanpa menanggung konsekuensi atas tuduhan yang sedang bergulir ke arahnya. Pekan depan, ia akan tampil di turnamen khusus petenis delapan besar dunia, Final ATP, di London, Inggris.

Salah satu reaksi yang muncul sejak tuduhan terhadap Zverev mengemuka adalah media sosial cenderung hening ketika ia bertanding. Di Paris Masters 2020 lalu, misalnya, akun media sosial resmi tak banyak menyorotonya sementara siaran Tennis TV lebih banyak menampilkan lawan yang ia kalahkan di salah satu laga, Stan Wawrinka.

ATP sendiri sejauh ini belum punya kebijakan detil untuk tindakan kekerasan. Namun, lembaga tersebut secara resmi sudah menyatakan bahwa mereka menolak sebaran bentuk kekerasan.

“Dalam situasi di mana tuduhan terhadap kekerasan atau pelecehan dinyatakan terhadap anggota Tur, otoritas penyelidikan resmi dan proses hukum diterapkan, kemudian kami akan meninjau hasilnya dan memutuskan tindakan yang layak,” kata ATP.

“Sebaliknya, kami tidak bisa memberikan komentar lanjutan terhadap tuduhan spesifik itu.”[]