Tech

Orang Tua Perlu Mengajarkan Anak Agar Konsumsi Konten Positif

Orang Tua Perlu Mengajarkan Anak Agar Konsumsi Konten Positif
Pengguna handphone memperlihatkan konten GIF bergambar pornografi pada aplikasi WhatsApp di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin (6/11). Kemkominfo merespon laporan dari masyarakat terkait konten GIF berbau pornografi di aplikasi perpesanan WhatsApp dengan memberikan notifikasi kepada pihak perusahaan dengan memberikan ultimatum akan memblokir enam DNS dari Tenor, tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com yang berhubungan langsung dengan WhatsApp. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Anak-anak di bawah umur sekarang ini lebih familiar dengan handphone dan internet. Meski demikian, sebagai orang tua dan orang lebih tua, setiap individu bertanggung jawab membimbing anak-anak mengonsumsi konten positif.

"Kita juga bisa membimbing anak-anak untuk menemukan konten-konten edukatif dan menyenangkan," kata Digital Marketer, Lim Sau Liang saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Senin (26/9/2022).

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

baca juga:

Selain mengonsumsi konten yang tersedia pada media sosial, anak-anak dapat memanfaatkan mesin pencarian untuk menemukan konten yang diinginkan. Orang tua, menurut Lim, bisa menggunakan Google Family Link sebagai upaya preventif. Sehingga anak-anak tidak mencari hal-hal yang tidak sesuai usianya.

"Kita bisa membatasi mulai dari penggunaan handphone berapa lama, hingga kita bisa terkoneksi ke Google Chrome dia. Setiap informasi bisa dibatasi Google, misal situs untuk 17 tahun plus, itu bisa langsung diblokir, meskipun pakai VPN, karena anak sekarang juga sudah belajar pakai VPN," kata Lim.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Digital Marketer, Lim Sau Liang. Kemudian Dekan FIKOM UNITOMO, Dr. Harliantara, M.Si, serta mengundang Wakil Ketua RTIK Kab. Situbondo, Ufil Hidayatul Laili S.Kom.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi