Lifestyle

Panduan Praktis Temani Anak Belajar Daring

Orang tua perlu tahu tips mengatasi stres saat anak yang belajar di rumah, meski tidak diwajibkan menemani anak selama belajar secara daring di rumah


Panduan Praktis Temani Anak Belajar Daring
Ilustrasi anak-anak belajar. ( DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Pandemi virus Covid-19 memaksa anak-anak harus sekolah di rumah secara daring. Sayangnya, bukan anak saja yang merasa tidak nyaman dengan sekolah dari rumah, sejumlah orangtua juga mengaku stres karena harus ambil bagian dalam pembelajaran daring ini.

Stres yang dirasakan orangtua membuat banyak yang berkeluh kesah, hingga itu sering ditumpahkan di media sosial. Beberapa orangtua mengaku stres ketika membantu, mendampingi dan membimbing anak dalam pembelajaran secara daring ini.

Lalu, apakah orangtua wajib mendampingi anak selama sekolah dari rumah secara daring? 

Menurut buku berjudul 'School, Family and Community Partnerships, Your Hand Book for Action Parenting' karya Epstein dan kawan-kawan mengatakan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar putra-putrinya tetap mendapat pola asuh yang terbaik, meski di era pandemi Covid-19. 

Pertama, orangtua harus memastikan putra-putrinya dalam keadaan sehat dan mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga mereka dapat belajar dan berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. 

Kedua, orangtua harus menjadi pengawas penggunaan gawai secara bijaksana. Orangtua dan anak harus membuat kesepakatan kapan menggunakan gawai untuk belajar dan kapan saatnya anak untuk tidak menggunakannya dan dapat juga diartikan tidak memberikan akses ke beberapa situs yang tidak layak dikunjungi anak. 

Ketiga, membatasi intensitas keluar rumah bagi anak. Ketika, tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak, maka sebaiknya benar-benar dihindari untuk keluar rumah selama pandemi Covid-19.

Jadi, Epstein tidak mewajibkan orangtua untuk mendampingi anak belajar secara daring dari tiga pola asuh tersebut.

Namun, orangtua perlu tahu tips bagaimana mengatasi anak yang belajar di rumah, agar tidak stres meski tidak diwajibkan menemani anak selamam belajar secara daring di rumah. Cara pertama yang perlu dilakukan adalah manajemen waktu yang baik. 

"Orangtua perlu punya manajemen waktu yang baik, jadi jam berapa harus mendampingi anak dan jam berapa sudah bisa mulai kerja," kata Psikolog Ikhsan Bella Persada.

Misal, sekolah online berlangsung dari jam tujuh sampai sepuluh siang, orang tua bisa memulai pekerjaan kantor yang sifatnya bisa dikerjakan lebih dulu dari 7 sampai 10.

Setelah sekolah daring, kira-kira jam 12 siang, Ayah dan Bunda bisa istirahat sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang tidak ia mengerti. Intinya, bagi waktu atau shift bersama pasangan, siapa yang menemani anak belajar dan siapa yang akan membantunya mengerjakan PR, ganti-gantian saja. Lalu, orangtua juga harus jujur kalau tidak mengerti dengan pertanyaan atau materi pelajaran anak. 

"Jujur juga sama diri sendiri bahwa ada kalanya sudah lupa dengan materi pelajaran pada anak. Sampaikan kepada anak kalau Anda lupa dan mengajaknya mencoba belajar bersama," sambungnya.

Untuk orangtua yang gaptek, bila perlu minta dikirimkan materi pelajaran seperti buku dan juga soal-soal latihan lewat ekspedisi. Di waktu senggang, orang tua bisa mempelajari dan nantinya bisa lebih mudah menjelaskan ke pada anak. 

Terakhir, pahami gaya belajar anak, Kalau anak punya gaya belajar sambil mendengarkan musik, cobalah untuk mengikutinya, jangan dilarang.

"Coba pahami gaya belajar anak bagaimana, kalau anak sudah tahu gaya belajarnya, kita juga tahu gaya belajar anak bagaimana. Akhirnya ini membantu kita untuk lebih mudah mengajari anak, sehingga beban stresnya tidak terlalu besar," pungkas Ikhsan.[]