Lifestyle

Orangtua Baru Wajib Tahu Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Bagaimana Ayah dan Bunda merawat tali pusar yang benar, agar tali pusat puput dengan baik dan tidak terinfeksi?


Orangtua Baru Wajib Tahu Cara Merawat Tali Pusar Bayi
Ilustrasi merawat tali pusar bayi (Freepik.com)

AKURAT.CO, Perawatan tali pusar bayi atau tali pusat bayi adalah hal yang wajib diketahui oleh orangtua yang baru memiliki anak. Pasalnya, perawatan yang salah dapat menimbulkan infeksi yang berbahaya.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tali pusar pada bayi baru lahir akan kering dan lepas dengan sendirinya dalam satu minggu setelah dilahirkan.

Namun, beberapa kasus dapat membutuhkan lebih banyak waktu, yakni hingga 10-14 hari setelah bayi dilahirkan.

Lalu, bagaimana Ayah dan Bunda merawat tali pusar yang benar, agar tali pusat puput dengan baik dan tidak terinfeksi?

Usahakan tali pusar kering, jangan dibersihkan pakai sabun

Usahakan tali pusar tetap kering, jaga agar tak basah dan lembab, karena kondisi lembab memicu pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi.

Saat lahir, tali pusar akan dipotong oleh tenaga kesehatan dan ujungnya akan dibersikan menggunakan alkohol swab, dengan kadar alkohol 70%.

Bila bayi sudah dipulangkan sebelum tali pusar puput, lakukan perawatan tali pusar di rumah dengan cara yang tepat.

Caranya, bersihkan sisa tali pusar yang sudah puput paling tidak dua kali sehari setelah selesai mandi, menggunakan air hangat dan kain lembut atau kain yang dapat menyerap air.

Setelah itu, keringkanlah tali pusar bayi agar tidak terjadi infeksi akibat lembap dan kuman yang menempel.

Tali pusar tidak perlu dibersihkan dengan sabun ataupun cairan lainnya, lalu biarkan terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering.

Jangan menutup bagian pusar dengan apapun termasuk memberi bedak, betadine maupun alkohol. Upayakan tali pusat dalam kondisi tidak basah dan tetap menjaga kebersihannya.

Tali pusar jangan tertutup popok

Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusar tidak tertutup popok. Tujuan tali pusar tidak tertutup popok agar tidak terkena atau tercemar air seni dan tinja, untuk menghindari terjadinya infeksi tali pusat.

Jangan diberi minyak, bedak dan jamu-jamuan

Saat memandikan bayi di rumah, usahakan tali pusarnya tidak basah. Minyak, bedak, atau jamu-jamuan tidak perlu diberikan pada tali pusat, karena akan membuat basah dan lembab sehingga mudah terinfeksi.

Gunakan waslap untuk memandikan si kecil

Saat memandikan Si Kecil, maka Mama cukup gunakan waslap untuk membasuh area tubuhnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga tali pusar bayi agar tidak terkena air terlalu banyak dan menjaga agar tali pusar bayi tetap kering.

Mama juga dapat memandikan Si Kecil sambil merendamnya, ketika tali pusarnya sudah putus.

Jangan terlalu lama memasangkan kain kasa

Jangan terlalu lama memasangkan kain kasa, apalagi saat keadaan tali pusar bayi lembap. Pasalnya, kain kasa yang lembap dapat membuat tali pusar bayi menjadi terinfeksi.

Perlu Ayah dan Bunda ketahui juga, jangan pernah membersihkan pusar bayi menggunakan kapas atau kasa karena bisa saja serabut-serabut yang ada pada kapas menempel pada pusarnya.

Serabut kapas atau kasa yang menempel tersebut pasti akan sulit dibersihkan karena pusarnya pun masih dalam keadaan basah.

Kenali infeksi pada tali pusar

Ayah dan Bunda wajib mengenali tanda-tanda infeksi tali pusat, saat merawat tali pusar Si Kecil. Beberapa tanda umum infeksi pada tali pusar, antara lain tali pusar tercium bau dan terlihat nanah, tampak kemerahan pada kulit sekeliling tali pusar, nyeri tekan di sekitar pusar dan dapat diikuti dengan demam.

Apabila ditemukan adanya infeksi pada tali pusar, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah orangtua jangan panik dulu. Bersihkan ujung tali pusat menggunakan alkohol swab 70%, bayi tetap diberi ASI selama bayi sadar dan segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan klinis lebih lanjut.

Apabila, Ayah dan Bunda ingin mengetahui lebih dalam soal perawatan tali pusar bayi, Ayah dan Bunda bisa menghubungi dokter melalui telemedecine.[]