News

Orang Kaya dan Super Kaya di Indonesia Tumbuh Subur selama Pandemi

Di tengah derita pandemi Covid-19 jumlah orang kaya dan super kaya di Indonesia meroket tajam.


Orang Kaya dan Super Kaya di Indonesia Tumbuh Subur selama Pandemi
Orang kaya tertawa bahagia. Ilustrasi. (The daily news)

AKURAT.CO, Begawan ekonomi, Faisal Basri, mengungkap temuan mencengangkan sekaligus ironi selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Betapa tidak, di tengah krisis tersebab pandemi, jumlah orang kaya dan super kaya di Indonesia justru meningkat tajam.

“Pandemi mengakibatkan perekonomian Indonesia merosot (kontraksi). Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas USD1 juta naik tajam sebesar 61,7% dari 106.215 orang tahun 2019 menjadi 171.140 orang,” ungkap Faisal Basri dalam Twitter-nya @FaisalBasri, dikutip AKURAT.CO di Jakarta, Selasa (13/07/2021).

Faisal Basri mengungkap temuan itu dari hasil analisis Ekonom Awalil Rizky yang merujuk pada penelitian Credit Suisse Research Institute: lembaga penelitian keuangan yang berbasis di Swiss.

“Pandemi meningkatkan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Namun, penduduk berkekayaan bersih US$1 juta lebih bertambah: 106.215 (2019) menjadi 171.740 orang (2020). Pada 2014: 98.487 orang. Jumlah sangat kaya (>US$100 juta) bertambah: 341 orang (2019) menjadi 417 orang (2020),” tulis Awalil Rizky sebelumnya.

Orang Kaya dan Super Kaya di Indonesia Tumbuh Subur selama Pademi - Foto 2
Twitter @AwalilRizky 

Dari tabel data yang diunjukkan Awalil menunjukkan jumlah orang kaya di Indonesia dengan kekayaan USD10 juta--USD50 juta setara Rp 144,87 miliar hingga Rp 724,36 miliar naik menjadi 7.616 orang di tahun 2020 dari 5.210 orang pada tahun 2019 atau bertambah sebanyak 2.406 orang.

Sementara, orang dengan kekayaan di atas USD500 juta atau setara Rp 7,24 triliun bertambah 4 orang pada tahun 2020 dari 46 orang pada tahun sebelumnya.

Dalam laporan Global wealth report 2021 yang dinukil Awalil itu mengungkapkan bahwa data tersebut muncul ketika terdapat sebanyak 4,4 persen dari total kekayaan rumah tangga global merugi sepanjang Januari--Maret 2020. Sementara kekayaan orang dewasa di dunia turun 4,7 persen.

“Kami memperkirakan sebanyak USD17,5 triliun atau setara 4,4 persen dari total kekayaan rumah tangga global hilang antara Januari sampai Maret 2020. Kekayaan orang dewasa di dunia turun 4,7 persen,” ungkap laporan Credit Suisse tersebut.