Lifestyle

Orang Indonesia Kekurangan Protein, Ketahui Penyebab dan Solusinya

Orang Indonesia Kekurangan Protein, Ketahui Penyebab dan Solusinya
Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Asia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO, Beberapa data menunjukan bahwa masyarakat Indonesia kekurangan protein.

Pada usia anak saja, diperkirakan sekitar 37 persen anak Indonesia masih kekurangan asupan protein.

Pentung Anda ketahui, protein sangat dibutuhkan tubuh untuk keberlangsungan sistem di dalam tubuh tetap berjalan dengan baik.

baca juga:

Kekurangan protein bisa berdampak pada keroposnya tulang lebih dini, gangguan kognitif dan lainnya, yang tentu membuat kamu mudah jatuh sakit.

Mengingat, Indonesia merupankan negara yang kaya akan keanekaragaman pangan, asupan apakah yang mudah didapat masyarakat Indonesia agar kebutuhan protein ini dapar terpenuhi?

"Sebenarnya dari berbagai kajian itu, menunjukan rendahnya kualitas protein yang di konsumsi," kata Prof. Dr. Hardinsyah, MS, kepada AkuratHealth, saat acara peluncuran Frisian Flag Kompleta, Jakarta Selatan, Selasa, (3/8).

Jadi sebenarnya, protein selalu dikonsumi setiap orang Indonesia. Namun, kualitasnya rendah.

Misalnya nasi yang dikonsumsi setiap hari, sebenarnya sudah memiliki kandungan protein.

Kualitas protein yang rendah ini membuat tubuh sulit mengolahnya. Tidak sebagus protein dari kacang-kacangan dan dari hewani.

Maka dari itu, keanekaragaman makanan sebetulnya bisa menjadi sumber protein yang baik.

Seperti campuran antara protein nabati dan hewani, protein ini untuk bisa lebih mudah diolah dan digunakan oleh tubuh.

Kandungan protein pada kedua sumber tersebut juga mengandung asam amino yang lengkap.

"Sumber protein yang mudah didapat di indonesia itu sangat beragam, telur juga salah satunya. Kalau dia tinggal di pesisir pantai, ikan mudah ditemukan. Tentu ikan menjadi salah satu yang bagus," jelasnya.

Profesor Hardinsyah juga mengatakan, sebenarnya masyaralat perkotaan lebih gampang memenuhi asupan proteinnya.

Pangan lokal juga bisa menjadi sumber protein yang baik, seperti bekicot, serangga, dan lain sebagainya. Masing-masing daerah punya keunikan itu.

"Kalau ada yang ikuti tren brokoli, itu bukan sumber protein. Itu sumber dari vitamin dan serat, sedikit ada mineral, kalsium. Kalau yang ikuti tren salmon, itu emang iya. Tapi kan gak semua orang mampu membeli salmon. Jadi yang gampang aja," tutupnya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu