Ekonomi

Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dalam Kisaran 4,9% Hingga 5,4%, Amunisinya Apa Bu Sri?

lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia


Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dalam Kisaran 4,9% Hingga 5,4%, Amunisinya Apa Bu Sri?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam Rapat Kerja Banggar dengan Menkeu dan Gubernur BI, Jumat (1/7/22).  (tangkapan layar youtube DPR )

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“IMF mengoreksikan sebesar 0,8 persen lebih rnudah untuk tahun ini dan tahun depan 0,2 persen. World Bank juga memproyeksikan lebih rendah 0,2 persen untuk tahun depan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Kerja Banggar dengan Menkeu dan Gubernur BI, Jumat (1/7/2022). 

IMF memproyeksi pertumbuhan Indonesia pada 2022 mencapai 5,4 persen, Bank Dunia 5,1 persen, ADB 5 persen, Moody’s 5,3 persen, S&P 5,2 persen dan konsensus pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diramalkan sebesar 5,2 persen.

baca juga:

Lebih lanjut dia mengklaim Indonesia akan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi. Karena terlihat dari mobilitas masyarakat yang sangat kuat, impor bahan baku dan barang modal yang melonjak sangat tinggi sebesar 33,9 persen.

“ Ini menggambarkan bahwa kegiatan disektor-sektor manufaktur dan yang membutuhkan barang modal meloncat, konsumsi listrik untuk industri dan bisnis juga melonjak,” jelasnya.

Dalam Mandiri Spending Indeks terlihat spending masyarakat mengalami kenaikan sehingga potensi penguatan ini menyebabkan outlook dari pemulihan ekonomi di tahun 2022 sampai dengan semester II masih diperkirakan menguat yaitu antara 4,9 persen hingga 5,5 persen.

“Kita prediksikan untuk growth tahun 2022 ini masih dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,4 persen tentu ini adalah didukung oleh pertama konsumsi masyarakat yang akan terus pulih. Namun ini harus kita lihat secara hati-hati karena kecenderungan inflasi akan bisa menggerus dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” tutur Menkeu.

“Dari sisi investasi juga kemungkinan akan bisa terus cost of fund atau inflasi dan kemudian menyebabkan industri naik juga kan bisa menyebabkan penurunan investasi. Jadi dua sumber pertumbuhan ekonomi kita konsumsi dan investasi bisa terpengaruh,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 5,1 persen dan 5,3 persen. Sementara IMF memprediksi Indonesia akan tumbuh 5,4 persen dan 6,0 persen di periode yang sama. 

Akan tetapi, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Mei tetap melanjutkan ekspansi meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, konsumsi masyarakat semakin kuat dan mendukung pemulihan ekonomi.

“ APBN 2022 hingga akhir Mei mencatatkan peningkatan surplus akibat kinerja pendapatan yang baik,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada konferensi pers APBN KiTa, Kamis (23/6/2022).[]