Ekonomi

Optimalkan PEN, Pengusaha Desak Pelebaran Ruang Likuiditas

Optimalkan PEN, Pengusaha Desak Pelebaran Ruang Likuiditas
Ilustrasi - Pajak (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Ajib Hamdani selaku Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyampaikan bahwa dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) ada beberapa yang seharusnya dievaluasi terlebih dahulu. Agar tepat sasaran dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 kepada dunia usaha diantaranya adalah insentif perpajakan.

Pihaknya meminta agar diberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi para pengusaha di lapangan untuk bisa mengoptimalkan bantuan PEN. 

"Minimal kita survivelah, sebab ketika kita berbicara mengenai survive. Maka kemudian selanjutnya kita bisa mengeskalasi usahanya dengan baik," ucapnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Kamis (18/2/2021). 

baca juga:

Untuk itulah, lanjutnya, pengusaha terutama UMKM di lapangan membutuhkan ruang fiskal yang lebih baik, dan itu sudah diberikan insentif yang baik oleh pemerintah.

"Termasuk subsidi UMKM sangat membantu para pelaku usaha di lapangan, dimana di tahun 2020 kemarin pemerintah menurukan bunga KUR menjadi 6%. Jika mengacu pada saat program KUR ini diluncurkan pada tahun sekitar 2015 bunga masih berada di angka 12 persen kemudian di tahun 2017 menurun menjadi sembilan persen lalu turun kembali menjadi tujuh persen," imbuhnya.

Tak hanya itu saja, pemerintah pun juga memberikan tambahan berupa subsidi lebih sesuai dengan PMK 69 tahun 2020 dimana 6% selama 3 bulan, dan 3% subsidi tambahan selama 3 bulan selanjutnya.

Kemudian poin kedua yang harus segera dievaluasi adalah penempatan dana di Himpunan Bank-Bank milik Negara (Himbara). Pasalnya, pihaknya melihat kemarin ada dana sekitar Rp30 triliun yang ditaruh di empat bank Himbara seperti BNI, Mandiri, BRI dan BTN.

"Dan HIPMI sebenranya sangat berharap agar teman teman bank dapat bisa mengoptimalkan peran di lapangan, bagaimana untuk bisa mengoptimalkan dana-dana yang sudah diberikan pemerintah sehingga kontribusinya nyata di lapangan," paparnya. 

Sebagai informasi beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengungkapkan program restrukturisasi, subsidi bunga, dan pinjaman baru terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja usaha UMKM untuk bisa bertahan dan bangkit. Kemampuan debitur UMKM menjadi lebih baik dalam memenuhi kewajibannya membayar pokok dan bunga pinjaman.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu