News

Optimalkan Jogja Pass, Rancang Versi Offline untuk Daerah Wisata Tanpa Jaringan Internet


Optimalkan Jogja Pass, Rancang Versi Offline untuk Daerah Wisata Tanpa Jaringan Internet
Aplikasi Jogja Pass atau Cared+ Jogja (Istimewa)

AKURAT.CO, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengupayakan menutup celah Jogja Pass, aplikasi memuat ID digital yang wajib dimiliki untuk memasuki tempat-tempat wisata selama masa new normal. Salah satunya adalah bagaimana agar aplikasi tetap bisa bermanfaat meski tanpa koneksi internet.

Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto, mengatakan bahwa aplikasi yang sempat bernama Cared+ Jogja ini telah diujicobakan di beberapa tempat plesir meliputi Pantai Parangtritis, Kaliurang, dan Jogja Bay.

"Hasilnya, cukup baik, lancar, koneksi internetnya cukup baik, pembacaannya (data) cepat," kata Rony saat dijumpai di kawasan wisata Kaliurang, Sleman.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto saat dijumpai di Kaliurang, Sleman, Sabtu (4/6/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Namun, ada satu permasalahan yang kini dihadapi. Yakni, bagaimana Jogja Pass yang didesain untuk mendata sekaligus memonitor pengunjung di tempat wisata, bisa tetap berfungsi walaupun tanpa jaringan internet.

"Kita sedang mencoba misalnya kalau tidak ada koneksi internet kaya apa. Misalnya, di beberapa obyek wisata mungkin koneksi internetnya jelek, nah kita coba offline bisa atau nggak," ungkapnya.

Namun, menurut Rony, cara itu merupakan alternatif berikutnya apabila kondisi lemahnya jaringan internet tak bisa diatasi dengan fasilitasi WiFi gratis dari Pemda DIY.

"Kalau koneksi kurang cepat kita bisa menambah kecepatannya, kita tambah dengan WiFi gratis yang dikembangkan Kominfo. Tapi, kalau tidak kita kembangkan versi offlinenya supaya tetap bisa membaca, kalau sudah ada koneksi dikirimkan datanya," urainya.

Kecepatan pembacaan data pengunjung, menurutnya, sangatlah vital. Pasalnya, jika proses terlalu lama maka berpotensi menciptakan kerumunan dan meningkatkan potensi penularan COVID-19.

"Jangan sampai karena lama malah terjadi kerumunan. Nah, itu kita lihat cepat apa nggak, pembacaannya bagaimana. Kemudian data yang masuk itu bisa langsung terkirim apa nggak," tutur Rony.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Sementara untuk kawasan wisata dengan blank spot atau tak tersentuh sinyal internet, saat ini jumlahnya masih didata. Supaya kemudian Pemda DIY bisa menindaklanjuti dengan perluasan jaringan.

"Kalau blank spot-nya itu karena memang tidak ada internet provider yang lain, kita yang akan penuhi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemda DIY merancang aplikasi Jogja Pass untuk keperluan skrining mandiri, mendata, sekaligus memonitor pengunjung di tempat-tempat wisata selama masa pandemi COVID-19. Tujuan utamanya adalah demi mempermudah penelusuran kontak ketika terjadi suatu kasus penularan COVID-19 di tempat wisata.

Jogja Pass dibangun terintegrasi dengan aplikasi Visiting Jogja (sebelumnya Plesiran Jogja), kembangan Dinas Pariwisata DIY yang dibuat untuk adanya sistem reservasi pada tiap-tiap lokasi wisata. Selain itu, agar bisa membatasi jumlah kunjungan.

"Visiting Jogja membaca ID-nya dari Jogja Pass. Nanti akan membaca apakah sudah pesan atau belum itu di sana. Secara urutan Jogja Pass dulu dipakai sebagai ID, kemudian kalau mau reservasi pakai ID digital. Harapannya sampai akhir Juli semua destinasi wisata sudah pakai, nanti juga mal, pasar, bahkan kafe silakan," pungkasnya.

Aplikasi ini bisa diunduh melalui Playstore. Namun untuk saat ini masih bernama Cared+ Jogja dan sedang proses penggantian nama. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu