Lifestyle

Penis Bisa Bengkok, Onani Jangan Terlalu Barbar Bos!

onani yang dilakukan secara berlebihan dan ekstrem memiliki berbagai efek samping penyakit Peyronie, yang ditandai penis bengkok


Penis Bisa Bengkok, Onani Jangan Terlalu Barbar Bos!
Dampak onani ekstrem dan berlebihan (istock)

AKURAT.CO, Masturbasi adalah rangsangan diri pada alat kelamin untuk mencapai gairah dan kenikmatan seksual, biasanya sampai pada titik orgasme. Meskipun dulunya dianggap sebagai penyimpangan dan tanda masalah mental, masturbasi sekarang dianggap sebagai aktivitas seksual yang normal dan sehat yang menyenangkan, memuaskan, dapat diterima, dan aman.

Ini adalah cara yang baik untuk mengeksplorasi tubuh dan dapat dilakukan sepanjang hidup. Pada pria, masturbasi lebih sering disebut onani. Adapun menurut KBBI, onani adalah pengeluaran mani (sperma) tanpa melakukan sanggama.

Dalam sudut pandang medis, pada dasarnya onani dapat bermanfaat. Akan tetapi, onani yang dilakukan secara berlebihan dan ekstrem memiliki berbagai efek samping, di antaranya memicu timbulnya penyakit Peyronie, yang ditandai dengan penis bengkok, menurut dr. Rahmita Dewi.

Melansir Health Grades, dikutip AKURAT.CO pada Rabu, (20/10/2021), penyakit Peyronie adalah kondisi peradangan yang mempengaruhi penis. Penis bisa menjadi melengkung atau bengkok karena pertumbuhan jaringan parut fibrosa (plak) di jaringan fibrosa yang mengelilingi selubung karet jaringan di bawah kulit penis (tunica albuginea).

Plak ini tidak fleksibel seperti jaringan lainnya di penis. Sehingga area penis yang memiliki plak tersebut akan mengeras dan kurang fleksibel. Pada saat ereksi, plak atau jaringan parut ini tidak ikut berkembang dan malah menahan penis. Akibatnya, penis akan menekuk ke arah area tersebut saat ereksi. Ini bisa melengkung ke atas, bawah, atau ke samping.

Tidak seperti lengkungan kecil yang terjadi secara alami pada banyak penis, pembengkokan ini bisa sangat menyakitkan. Adapun tingkat kelengkungan penis tergantung pada jumlah, posisi, dan ukuran plak.

Tidak hanya itu saja, penyakit ini juga akan menyebabkan batang penis yang ereksi terlihat seperti diikat dengan karet. Penyakit ini paling umum dialami oleh pria berusia di atas 40 tahun, namun siapapun dapat menderita Peyronie ini.

Selain onani ekstrem, cedera penis yang terjadi berulang, seperti olahraga atau hubungan seksual yang dilakukan secara sembarangan juga bisa memicu penyakit Peyronie.

Pada beberapa kasus Peyronie, dapat terjadi tanpa ada cedera apapun pada penis. Ya, penelitian lain menemukan bahwa penyakit Peyronie juga terkait dengan faktor genetik atau penyakit lain.

Ingat, onani bukanlah penyebab Peyronie. Akan tetapi, melakukan onani ekstrem secara terus menerus bisa meningkatkan risiko terkena Peyronie. Adapun onani ekstrem termasuk menggosok-gosok penis terlalu keras, menarik-narik penis, menggesekkan ke benda tumpul dan masih banyak lagi, itu sudah pasti jangan kamu lakukan.[]