Lifestyle

Omicron BA.4 dan BA.5 Mengintai, Lansia dan Anak-anak Paling Dikhawatirkan

Para orang tua wajib waspada, Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 juga menyerang anak-anak


Omicron BA.4 dan BA.5 Mengintai, Lansia dan Anak-anak Paling Dikhawatirkan
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster kepada warga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2022) malam. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO   Kasus Covid-19 akibat Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 telah menular pada anak-anak. Data Kementerian Kesehatan per 14 Juni 2022,  tiga kasus dari 20 pasien Omicron BA.4 dan BA.5 adalah anak berusia lima hingga 12 tahun.

Dokter spesialis paru Erlina Burhan dari RSUP Persahabatan Jakarta, pun mengimbau para orang tua untuk tetap waspada. 

"Subvarian ini, delapan hingga sembilan persen menyerang anak-anak. Ini yang kita khawatirkan juga," kata Erlina Burhan dalam acara yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dikutip AKURAT.CO, Rabu (22/6/2022). 

baca juga:

Bukan hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa saja, lansia juga harus waspada agar tidak tertular subvarian ini. Oleh sebab itu,  semua orang harus menjalankan protokol kesehatan demi menghindari penularan lebih luas. 

"Lansia dan anak-anak, dua ini yang kita khawatirkan. Makanya protokol kesehatannya harus diperketat," kata Erlina. 

Dalam kesempatan ini, Erlina juga meminta pemerintah untuk meningkatkan cakupan vaksin dosis ketiga untuk meningkatkan imunitas masyarakat. 

"Kami mengimbau kepada gubernur dan bupati seluruh Indonesia untuk meningkatkan cakupan vaksin booster yang hingga sekarang baru 23 persen. Vaksin booster bisa meningkatkan kadar imunitas dan dengan begitu perlawanan terhadap BA.4 dan BA.5 bisa lebih maksimal," ujarnya. 

Selain itu, PB IDI pun sekarang meminta lagi kepada masyarakat dan pemerintah agar mau menggunakan masker, bukan hanya di dalam tapi juga luar ruangan. 

"Dalam kondisi saat ini, kami dari PB IDI meminta agar tetap gunakan masker meski di ruang terbuka apalagi di ruang tertutup," pesan Erlina. 

Seperti diketahui, kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Indonesia meningkat secara signifikan. Bahkan kasus harian Covid-19 tercatat melebihi 1.000 kasus selama enam hari berturut-turut. Karenanya, pemerintah harus melakukan penyesuaian kebijakan terkait kondisi tersebut.

Erlina juga meminta pemerintah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait situasi saat ini. Pasalnya, masyarakat mulai lalai dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mungkin juga sudah sangat jenuh dengan kondisi pandemi ini.