News

Ombudsman Sebut Setnov Dapat Kamar Mewah di LP Cipinang, Ditjen PAS: Itu Kamar Transit


Ombudsman Sebut Setnov Dapat Kamar Mewah di LP Cipinang, Ditjen PAS: Itu Kamar Transit
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto mengklarifikasi pernyataan anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu, yang menyebut adanya kamar khusus dan mewah bagi Setya Novanto atau Setnov di Lapas Klas 1 Cipinang dan pengacaranya Fredrich Yunadi, saat inspeksi Ombudsman ke Lapas Klas 1 Cipinang Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Ade mengatakan Setnov kala itu hanya transit dan tidak masuk kamar hunian di Lapas Klas 1 Cipinang. Sebab akan dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Sedangkan kamar yang dilihat tim Ombudsman disebut-sebut mewah dan khusus adalah kamar pengacara Setnov.

“Yaitu Fredrich Yunadi yang sudah lebih dulu menjalani pidana di Lapas Klas 1 Cipinang,” kata Ade dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Ade melanjutkan, kamar Fredrich berada di blok khusus one man one cell. Kamar di blok tersebut tidak mewah atau dikhususkan untuk Setnov maupun Fredrich saja. Melainkan, kamar untuk dihuni oleh narapidana sakit yang memerlukan perawatan kesehatan.

“Seperti menderita penyakit menular TBC, hepatits, dan jantung,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian kamar tersebut, juga diisi oleh narapidana bermasalah yang harus dipisahkan dengan narapidana lainnya. Lantaran mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kemudian, Ade menegaskan bahwa Setnov belum menempati kamar huniannya di Lapas Klas 1 Cipinang. Sebab sedang menjalani berobat jalan di RSPAD Gatot Soebroto.

"Narapidana dapat dipindahkan sementara untuk menjalani berobat terencana dan rawat inap, apabila letak Rumah Sakit (RS) yang dirujuk di luar propinsi tempat narapidana menjalani pidana," ujarnya.

Ade menyampaikan bahwa hal itu merujuk berdasarkan pada Pasal 17 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. 

Lalu Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-35.OT.02.02 Tahun 2018 tentang Standar Perawatan Kesehatan Rujukan Bagi Tahanan, Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan, tanggal 28 September 2018. 

Kemudian Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS.258.PK.01.06.01 Tahun 2017, Tanggal 28 Desember 2017. Dan pada Sidang TPP Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada tanggal 27 November 2019. 

“Proses pemindahan Setnov sesuai prosedur untuk dititipkan sementara di Lapas terdekat dengan RS tempat berobat. Dan tenaga pengawalan diserahterimakan kepada Lapas Klas 1 Cipinang. Lamanya berobat tergantung pendapat dokter yang menangani di RSPAD Gatot Subroto,” jelas Ade.

Sebelumnya, Setnov diberangkatkan dari Lapas 1 Sukamiskin jam 05.00 WIB. Setnov tiba di Lapas Klas 1 Cipinang sekitar jam 08:00 WIB, pada Kamis (26/12/2019).

Ade mengungkapkan, bahwa Setnov diberangkatkan menggunakan ambulance RS dengan pengawalan polisi dan pengawalan petugas lapas. 

“Staf Registrasi, Staf Kamtib, dan Staf Perawatan,” ungkapnya.

Kemudian pada jam 09.00 WIB, Setya Novanto dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat dengan pengawalan dari petugas Lapas Klas 1 Cipinang. Setnov tiba di RSPAD Gatot Soebroto pada jam 10:00 WIB. 

“Lalu dirawat di ruang Paviliun Kartika,” ucap Ade menjelaskan.[]

 

Dedi Ermansyah

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu