Olahraga

Olimpiade Tokyo Disarankan untuk Terapkan Karantina Ketat

Itu dilakukan untuk memberikan rasa percaya diri bagi atlet ataupun penonton yang hadir pada pesta olahraga empat tahunan tersebut.


Olimpiade Tokyo Disarankan untuk Terapkan Karantina Ketat
Sejumlah orang melakukan demonstrasi menolak penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, 24 Juli 2020. (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Ketua eksekutif Tenis Australia (TA), Craig Tiley menilai akan sulit bagi penyelenggara untuk menjadikan Olimpiade Tokyo 2021 agar aman dari penyebaran virus corona (COVID-19) jika tidak menerapkan karantina ketat.

Selain itu karantina juga dinilai dapat memberikan rasa percaya diri bagi atlet atapun penonton yang akan menghadiri pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Berbicara di sela-sela gelaran Australia Terbuka 2021, Tiley mengutarakan pengalamannya mengatur gelaran Grand Slam pembuka, dan menegaskan bahwa Olimpiade membutuhkan tindakan karantina yang ketat untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Saya telah melihat buku pedoman untuk Olimpiade dengan sangat cermat. Dibandingkan dengan apa yang telah kami lakukan, kami memiliki program yang jauh lebih ketat daripada yang diusulkan di Olimpiade," Tiley kepada Reuters.

"Saya suka Olimpiade. Saya ingin melihatnya sukses. Tetapi dengan pengalaman yang kami miliki, saya tidak dapat melihatnya (Olimpiade) berhasil."

Butuh upaya yang melelahkan dari 600 anggota timnya selama 11 bulan terakhir untuk menyiapkan salah satu acara olahraga terbesar tahun ini, Australia Terbuka 2021, yang siap dihadiri oleh banyak orang di tengah pandemi COVID-19.

Itu termasuk mengangkut 1.200 pemain, ofisial, dan media dalam 17 penerbangan dari 8 negara. Juga mengatur 14 hari masa karantina dan melakukan lebih dari 30.000 tes, sambil membatasi kemungkinan penyebaran virus.

Namun, terlepas dari langkah ketat yang diterapkan panitia Australia Terbuka 2021, 10 orang masih kedapatan positif. Memaksa mereka mengabaikan pertandingan pemanasan untuk pengujian lebih lanjut dan langkah-langkah pencegahan lainnya.

Tiley menyarankan agar penyelenggara Olimpiade memperpanjang waktu penyelenggaraan untuk memungkinkan periode karantina yang lebih lama. Di mana para atlet berlatih di tempat yang sudah disediakan sebelum periode kompetisi yang dipentaskan untuk setiap cabang olahraga.

"Tidak ada yang tidak berisiko. Tapi saya tidak bisa melihat itu dilakukan dengan cara lain, kecuali Anda bersedia menerima risiko yang jauh lebih tinggi untuk menyebarkan virus," jelas Tiley.[]