Olahraga

Olimpiade Tokyo di Mata Andy Murray

Murray berhasil meraih medali emas pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de janeiro 2016.


Olimpiade Tokyo di Mata Andy Murray
Petenis putra asal Inggris, Andy Murray saat tampil pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (Daily Mail)

AKURAT.CO, Petenis putra asal Inggris, Andy Murray mengatakan bahwa ajang Olimpiade sangatlah berarti baginya, dan merupakan sebuah kehormatan besar baginya untuk bisa kembali bersaing di Olimpiade Tokyo 2020.

“Olimpiade adalah kompetisi terbesar di dunia, dan sebagai atlet kami berlatih keras untuk saat-saat seperti ini,” kata Murray seperti dikutip dalam laman Olympics.com.

“Pada tingkat pribadi, Olimpiade Tokyo penting. Tujuan saya adalah mencoba dan memenangkan medali. Idealnya meraih emas untuk negara saya.”

Petenis 34 tahun tersebut juga mengatakan bahwa Olimpiade yang berlangsung tahun ini sangatlah unik. Berlangsung dalam pandemi virus corona (Covid-19), ia melihat perjuangan yang luar biasa dari para atlet, penggemar, dan semua yang terlibat dalam mewujudkan gelaran pesta olahraga empat tahunan ini.

“Mengatasi hambatan dan kesulitan adalah apa yang mendefinisikan bersaing di tingkat ini,” jelas Murray.

“Dalam banyak hal, saat ini sangat penting bagi orang-orang di seluruh dunia terhubung kembali dengan semangat olahraga, menonton pertunjukan luar biasa, dan merayakan pencapaian para atlet yang datang dari seluruh dunia.”

Murray pernah memimpin kontingen Inggris pada upacara pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016, yang dianggapnya sebagai salah satu capaian terbaik dalam kariernya.

Juga saat ia meraih medali emas pada Olimpiade London 2012 yang berlangsung di tanah kelahirannya, di Inggris, yang merupakan momen yang luar biasa baginya.

“Seperti yang kita lihat di sini di London pada tahun 2012, semangat Olimpiade memiliki dampak besar pada atlet, penggemar, dan orang-orang di seluruh dunia,” sebut mantan petenis putra peringkat satu dunia tersebut.

Pertandingan di Olimpiade diangap Murray bisa menjadi sebuah mercusuar harapan bagi mereka yang mengalami pandemi terburuk yang telah kehilangan banyak hal selama setahun terakhir ini.

Pemilik dua gelar Wimbledon itu juga mengatakan, di saat-saat sulit seperti ini, olahraga bukan hanya diperlukan, tapi merupakan sesuatu yang sangat penting. Keunggulan, rasa hormat, persahabatan dan menghargai kemenangan kecil bisa menjadi sangat berarti dalam 18 bulan terakhir ini.

“Selama hari-hari tergelap lockdown (penguncian), latihan di rumah, permainan tenis yang dimainkan di atap atau bahkan jalan-jalan di sekitar taman, memberi kami semua harapan dan bagi banyak orang perspektif baru,” Murray menjelaskan.

Bagi Murray olahraga menghadapkannya pada budaya dan masyarakat lain, di mana hal itu akan menyatukannya. Karena bagi dia olahraga bukan hanya hak asasi manusia yang mendasar, tapi juga salah satu alat paling berpengaruh untuk menyembuhkan dan memperkuat jiwa seseorang.[]