Olahraga

Olimpiade Tokyo dalam “Masalah Besar” setelah Komentar Seksis Yoshiro Mori

Yoshiro Mori mengatakan rapat yang dihadiri perempuan cenderung berlarut-larut karena mereka doyan berbicara.


Olimpiade Tokyo dalam “Masalah Besar” setelah Komentar Seksis Yoshiro Mori
Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori mengeluarkan pernyataan yang dinilai merendahkan perempuan. Mantan perdana menteri Jepang itu kemudian melayangkan permintaan maaf atas apa yang dinilainya salah. (AKURAT.CO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

AKURAT.CO, Kritik terhadap pernyataan Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori belum juga mereda. Pernyataan yang dinilai merendahkan perempuan tersebut dianggap menjadi masalah besar dalam persiapan Olimpiade Tokyo tahun ini.

Perkataan yang dinilai merendahkan wanita tersebut dilontarkan oleh Mori beberapa waktu lalu dalam pertemuan dengan Komite Olimpiade Jepang. Dalam pernyataan itu Mori menyebut bahwa pertemuan yang dihadiri perempuan cenderung berlarut-larut karena mereka doyan berbicara.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mengatakan bahwa apa yang disampaikan Mori menambah masalah besar pada persiapan ajang empat tahun tersebut. Acara ini sudah ditunda selama satu tahun karena pandemi, tetapi sekarang harus menghadapi masalah baru karena kritik terhadap Mori belum juga mereda.

baca juga:

"Misi kota metropolis dan panitia penyelenggara adalah mempersiapkan Olimpiade yang aman dan terjamin, dan kami [sekarang] menghadapi masalah besar," demikian pernyataan Koike dilansir dari Reuters.

Pada Kamis (4/2) kemarin, Mori sudah menyampaikan permintaan maaf untuk pernyataan yang ia keluarkan. Ia mencabut komentarnya tersebut, tetapi tetap bersikeras tidak mau mundur dari jabatannya sekalipun banyak desakan.

Tanda pagar (tagar) “Mori Mohon Mundur” trending di Twitter pada Kamis pagi di Jepang. Para nitizen platform tersebut meminta sponsor untuk mendesak Komite Penyelenggara Tokyo agar menurunkan Mori dari jabatannya saat ini.

Selain desakan dari para pengguna media sosial, pengaduan terkait masalah ini juga diterima oleh pemerintah Tokyo. Pendudukan kota setempat dikabarkan meminta agar Mori selaku mantan perdana menteri Jepang harus mundur dari posisi yang ia duduki saat ini.

"Saya sendiri tidak bisa berbicara banyak terhadap komentar Mori. Komentar tersebut seharusnya tidak dibuat," ujar Koike.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Olimpiade Jepang (JOC) Yasuhiro Yamashita. Dia menilai bahwa komentar Mori benar-benar begitu jauh dari semangat olimpiade dan tidak pantas diutarakan.

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu