Olahraga

Olimpiade Berakhir, Hidilyn Diaz Menjelma sebagai Pahlawan Baru Gadis-gadis Filipina

Hidilyn Diaz mencetak sejarah dari Asia Tenggara dengan menjadi warga Filipina pertama yang meraih medali emas olimpiade di Olimpiade Tokyo 2020.


Olimpiade Berakhir, Hidilyn Diaz Menjelma sebagai Pahlawan Baru Gadis-gadis Filipina
Atlet angkat besi asal Filipina, Hidilyn Diaz, ketika merayakan keberhasilannya meraih medali emas olimpiade pertama untuk negaranya di Olimpiade Tokyo di Tokyo, Jepang, 26 Juli 2021. (OLIMPIADE TOKYO 2020)

AKURAT.CO, Lahir di kawasan Semenanjung Zamboanga di Kepulauan Filipina, 20 Februari 1991, Hidilyn Diaz menjadi salah satu bintang Olimpiade Tokyo 2020 bukan saja untuk pribadi dan negaranya, namun juga di kawasan Asia Tenggara.

Pada hari keempat Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Minggu (24/8), Diaz memberikan kebahagiaan bagi Filipina dengan mempersembahkan medali emas cabang angkat besi nomor 55 kilogram–medali emas pertama sepanjang sejarah Filipina di olimpiade.

Karena yang pertama untuk negaranya, Diaz menjadi pembicaraan sungguhpun Thailand sebenarnya sudah lebih dulu meraih emas di cabang taekwondo 49 kilogram putri atas nama Panipak Wongpattanakit pada dua hari sebelumnya.

Yang membedakan adalah Panipak meraih emas kesepuluh bagi Thailand. Sejarah baru saja terbuka di pasifik dan Filipina mendapatkan kebahagiaan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Saya tidak percaya tetapi (medali emas olimpiade) itu menjadi kenyataan,” kata Diaz dalam wawancara dengan Channel News Asia. “Merinding dan saya adalah salah satu yang melakukannya. Dan saya (seperti) bicara dalam hati, ‘Tuhan, terima kasih. Terima kasih telah memberikan saya kesempatan ini.”

Perjalanan Diaz menuju puncak pencapaiannya merangkak melalui perjalanan panjang di mana ia hanya bisa meraih perunggu ketika tampil di SEA Games Nakhon Ratchasima di Thailand 2007.

Sebagaimana juga di Indonesia, atlet angkat besi seperti Diaz menghadapi apa yang disebutnya sebagai “miskonsepsi” terhadap perempuan yang menekuni olahraga tersebut.

Salah satunya, ketika dia masih tumbuh remaja di Zamboanga, putri pengendara tricycle (semacam becak motor di Filipina) tersebut selalu mengenakan jaket untuk menutupi ototnya.

“Saya selalu mengenakan jaket dan saya tidak menunjukkan otot saya… bertumbuh, Anda datang dari Zamboanga, Anda hanya ingin bersembunyi karena Anda menekuni angkat besi, dan saya merasa tidak ada orang yang menyukainya,” tutur Diaz.

“Ketika Anda menekuni angkat besi, miskonsepsi adalah Anda tidak bisa hamil, Anda tidak bisa tinggi, Anda tidak akan menikah dengan siapapun karena Anda terlalu berotot dan bakal menjadi besar.”

Namun kini, sejak Diaz meraih perak Olimpiade Rio De Janeiro 2016 plus menyempurnakannya dengan emas di Tokyo, ia menjelma sebagai salah satu teladan gadis muda di negaranya.

“Anda tahu apa yang paling manis dari kemenangan Hidilyn? Gadis-gadis Filipina sekarang memiliki wawasan yang lebih beragam tentang siapa yang mereka anggap sebagai pahlawan, idola, dan teladan,” tulis salah satu komentar warganet tentang kesuksesan Diaz.[]