image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Amerika-Spanyol, SEA Games, dan Malamnya Manila

Hervin Saputra

SEA Games Filipina 2019

Image

Tricycle, salah satu moda angkutan umum di Manila. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Artikel ini adalah seri ketiga catatan perjalanan ke Filipina pada SEA Games Filipina 2019, November-Desember lalu. Dua artikel sebelumnya yang berjudul “Manila: Sesaknya Jalanan dan Sejarah Perlawanan” serta “Haven: Kosmopolitanisme Rumit dan Sederhana ala Manila” telah dimuat di Akurat.co.

Sekalipun Angela mengatakan bahwa kelemahan berbahasa Inggris sesekali menjadi masalah bagi beberapa pekerjanya, namun sudah jelas bahwa orang Filipina jauh lebih terbiasa dengan bahasa Inggris ketimbang orang Indonesia. Sepertinya, tak peduli tua-muda, kaya-miskin, orang Filipina terbiasa dengan Bahasa Inggris.

Bagaimana bisa?

baca juga:

Kuya A mengatakan bahwa kurikulum Bahasa Inggris di sistem pendidikan Filipina cukup ditekankan. Juga, karena hubungan mereka yang rapat dengan Amerika Serikat semasa melepaskan diri dari penjajahan Spanyol.

Sir, can you drive us to BDO?” Ketika kami bertanya kepada seorang pengendara tricycle – semacam ojek motor dengan jok seperti tempat duduk bajai di samping motor – saat hendak mengambil uang di ATM di bank setempat, BDO.

Seorang pengendara tricycle sedang mengangkut penumpang di Manila, Filipina, Desember 2019. AKURAT.CO/Sopian.

Atau, kami harus memulai dengan “sorry Sir” ketika kami hendak menanyakan sesuatu kepada warga setempat. Juga mereka akan mengatakan “welcome Sir” ketika membukakan pintu saat hendak masuk ke restoran masakan Indonesia di kawasan Makati.

Namun, di sisi lain, ketika seorang rekan saya menyebut “di samping gunting” setelah saya bertanya di mana pembuka botol bir berada di area nongkrong di dekat dapur Haven, seorang kerabat Angela, lelaki 30 tahunan, seakan sedikit kaget dan bertanya kepada kami “you call scissor ‘gunting’?”  

“Ya,” kata kami.

Dan dia mengatakan Tagalog dan bahasa Indonesia memiliki kata yang sama untuk menyebut “gunting”. Bagi saya, bukan saja berbunyi sama, tapi juga dialek yang sangat luwes seperti orang Indonesia menyebut gunting.

Selama di Filipina, kami tahu bahwa mereka menyebut “anak” untuk “anak”, “kambing” untuk “kambing”, “kanan” untuk “kanan”, “toge” untuk “toge”. Juga, di jalan-jalan kami sering membaca kata “ingat” yang artinya “hati-hati” dan “bawal” yang artinya dilarang.

Dan mereka semua memiliki nama Spanyol. Angela, Juanito, Cristina.

Penunjuk Jalan di Bulacan, Filipina. WIKIMEDIA.

Di jalan tol, kami juga melihat tulisan nama tempat seperti Mexico, Angeles, San Fernando, Clark, Tarlac. Di dalam kota, kami menemukan halte ramai dengan nama “Connecticut”, juga “New York” dan “Barcelona” untuk nama jalan di kawasan perumahan elite yang kami lewati saat hendak menuju University of Philippines (UP) di Quezon City. Dan Quezon City.

Manila, dan Filipina, sangat unik dalam soal bahasa. Mereka punya Tagalog dan tujuh dialek asli utama lainnya. Beberapa kata – baik ejaan dan pelafalan – sama dengan bahasa Indonesia. Berbahasa Inggris. Memiliki nama Spanyol. Dan Amerika.

Too many bloods,” kata Kuya A saat menggambarkan asal-usul keturunan orang Filipina yang berasal dari banyak negara sehingga itu bisa mengindikasikan keriuhan bahasa di negara itu. Angela bahkan mengaku berdarah Jepang.

Sekalipun demikian, bagi saya pribadi, yang unik dari Filipina adalah Anda bisa merasakan bahwa mereka merasakan kita berasal dari puak yang sama. Kedekatan geografis membuat Filipina terasa familiar, baik orang-orangnya, bentuk jalannya, bangunan rumah, cuaca, tanaman-tanamannya, sampai bagaimana cara mereka menggunakan perasaannya.

Pun dalam situasi itu, orang Filipina sendiri adalah masyarakat yang lebih terbuka pada pengaruh asing. Saya pernah bertanya kepada Kuya A apakah mereka punya beban untuk menunjukkan identitas asli mereka sebagai orang Filipina sebagaimana kita dengan Bahasa Indonesia, Kuya A menjawab ya, namun sepertinya dia juga tidak mau terlalu kaku dengan keaslian tersebut.

***

SEA Gamesnya sendiri sebenarnya tidak menarik. Saya harus mengatakan itu. Bukan saja karena pandangan saya sebagai pengunjung yang datang dari negeri lain, tapi bahkan sikap masyarakat mereka sendiri demikian.

What kind SEA Games we had?” tanya Kuya A saat ia masuk keluar kampung mencari jalan mengantar kami menuju Stadion Binan pada suatu malam laga cabang sepakbola putra antara Tim Nasional Indonesia melawan Brunei Darussalam.

Kami bahkan harus berjalan kaki melewati perkampungan dengan kandang ayam untuk masuk ke pintu “belakang” kecil ke area stadion karena peta google belum mencatat stadion baru itu.

Finally, you said that, Kuya,” kata saya.

That’s why I don’t really want to talk about SEA Games,” katanya sambil bergurau.

Tetapi, antusiasme bukannya sama sekali tidak ada setelah SEA Games diawali dengan sejumlah citra negatif yang mudah ditemui di media. Masyarakat bereaksi dengan cara mereka sendiri.

Semarak Penutupan SEA Games 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Beberapa hari kemudian,  Stadion Grandstan di Imus, Cavite, misalnya, pertandingan cabang sepakbola putra antara Indonesia dan Laos digelar di sebuah stadion di samping sekolah di sebuah desa. Stadion kecil dengan tribun satu sisi berkapasitas 2.500 orang dengan lapangan rumput sintetis.

Tribun tak penuh tetapi tidak sepi. Sekitar seratus suporter Indonesia berkumpul di sudut kiri tribun. Sementara sisanya adalah penduduk setempat yang datang untuk menghabiskan sore.

Sebagian besar adalah keluarga. Banyak anak-anak.

Salah seorang pengunjung mengaku bernama Arni, datang bersama suami, putri, dan kerabatnya untuk menyaksikan pertandingan. Sepanjang pertandingan, dia hanya menonton tanpa tahu aturan main sepakbola.

 Anda tahu? Di Filipina orang tidak gila dengan sepakbola sebagaimana di Indonesia.

“Saya hanya menonton saja,” katanya.

Arni mengatakan dia datang karena kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan venue. Selain itu, dengan antusias dia mengatakan bahwa dia ingin terlibat dengan SEA Games. Karena tak sempat ke Manila yang jarak tempuhnya bisa memakan 1,5 jam untuk menonton cabang olahraga lain, Arni bersyukur ada pertandingan digelar di dekat rumahnya.

***

Rozas Boulevard adalah jalan raya paling ikonik di Filipina yang membentang di sepanjang Teluk Manila. Membelok ke arah Laut China Selatan dan memiliki tempat bersejarah yang di masa kolonialisme dikenal dengan nama Bagumbayan dan kini diabadikan sebagai Rizal Park.

Rizal Park seperti Monas di Jakarta. Namun, memiliki sedikit memorabilia yang membangun imajinasi untuk mengetahui tragedi kelam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Filipina.

Seperti juga Monas, spot ini memiliki tugu dan pada satu sisi yang terlindung taman dan pepohonan, terdapat diorama dan sejumlah patung yang ukurannya lebih besar dari ukuran tubuh manusia yang menggambarkan eksekusi mati pahlawan terbesar Filipina, Jose Rizal, oleh kekuasaan Spanyol.

Saya pernah tahu Jose Rizal dan eksekusi matinya. Namun, memorabilia di Rizal Park itu memiliki informasi yang membuat saya melihat sekeliling karena tepat di bawah patung Rizal yang kesakitan dengan tangan terikat saat ditembak, terpampang arca yang bertuliskan:

“Persis di Tempat Ini, DR Jose P. Rizal Dieksekusi oleh Regu Tembak pada Pukul 04.03 Sore, 30 Desember 1896.”

Patung diorama yang menggambarkan eksekusi mati pahlawan Filipina, Jose Rizal, di Rizal Park di Manila, Filipina, Desember 2019. AKURAT.CO/Sopian.

Tulisan tersebut tertera dalam dua bahasa: Inggris dan Tagalog.

Karena informasi itu mengatakan bahwa tempat saya berdiri membaca arca tersebut adalah lokasi di mana Rizal benar-benar tewas, secara harfiah, maka saya melihat keadaan sekitar untuk membayangkan situasinya. Saya hanya melihat pepohonan sebagaimana yang ada di dalam hutan kota.

Saya terkesan karena ini adalah cara yang digunakan orang Filipina untuk mempertahankan ingatan sejarah terhadap generasi mereka. Yakni dengan memberitahu dan mengabadikan momen tragedi dalam bentuk yang sangat harfiah, yakni membuat patung prosesi penembakan. Plus dengan informasi di mana lokasi penembakan itu secara persis.

Saya mencoba memancing argumen Angela ketika saya mengatakan apakah dia setuju jika saya mengatakan bahwa Manila adalah tempat yang “gelap” dengan mengajukan pendapat tentang bagaimana Filipina membangun ingatan sejarah dengan membangun patung yang menggambarkan kematian Jose Rizal di lokasi sebenarnya, Angela tidak terlalu tertarik membahasnya.

Manila mungkin bukan dengan “kegelapan” yang seperti itu, tetapi, kota ini seperti tak pernah tidur. Anak-anak masih berkeliaran di jalanan lewat jam 12 malam, terutama di daerah kumuh, juga orang-orang masih bergerak di jalanan pusat bisnis di Makati yang jalannya mirip dengan jalan-jalan di New York, Amerika Serikat.

“Saya tidak tahu mengapa mereka tidak mau tidur,” kata Kuya A mengomentari anak-anak di daerah kumuh yang masih berjaga hingga lewat tengah malam di Manila.

Suasana kehidupan malam di salah satu tempat hiburan di Central BBQ Boy Grill di Manila, Filipina, Desember 2019. FACEBOOK/Central BBQ Boy Grill.

Dan tak jauh dari Haven, kami cukup berjalan kaki ke suatu tempat makan dan minum-minum alkohol yang riuh. Penjaganya adalah seorang berkulit hitam seperti negro.

Tempat itu adalah tempat bermabuk-mabukan, joget, bernyanyi, atau merayakan ulang tahun. Namun pun begitu, mereka benar-benar menjual makanan, maksud saya, bukan makanan sekadar untuk “teman” minum alkohol.

Kami memesan bir dan hidangan khas Filipina yang disebut bulalo. Makanan ini adalah sup daging berisi kentang, buncis, jagung, dan Anda makan dengan nasi putih. Mmm… sup yang enak.

Dan selepas itu, kami ngebir sementara anak-anak muda di sebelah sana berjoget dan bernyanyi mengikuti dentuman musik dari pengeras suara. Beberapa gadis tampak sudah mulai menunduk, mungkin karena mabuk.

Dan tidak ada kekhawatiran untuk melakukan semua itu. Kami berada di sana dengan keriuhan itu tanpa perasaan bahwa mabuk-mabukan ini bisa mengarah kepada kerusuhan dan perkelahian fisik. Tidak, tidak ada perasaan itu.

Bebas? Mungkin. Tapi, demikianlah Manila dalam pengalaman 18 hari.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Wabah Corona Paksa Filipina Kembali Undur ASEAN Para Games

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Haven: Kosmopolitanisme Rumit dan Sederhana ala Manila

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Manila: Sesaknya Jalanan dan Sejarah Perlawanan

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Bersaing dengan Malaysia dan Thailand, Panahan Optimistis Capai Target

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

PRSI Beri Bonus 520 Juta untuk Peraih Emas SEA Games

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Warung Indo, Penyelamat Lidah Nusantara di Jantung Manila

Image

Olahraga

ASEAN Para Games Filipina 2020

Merasa Belum Siap, Filipina Undur Pelaksanaan ASEAN Para Games 2020

Image

Olahraga

I Gede Siman Sudartawa

Peraih Emas SEA Games Harap Pelatnas Renang Berjalan Jangka Panjang

Image

Olahraga

I Gede Siman Sudartawa

Pasca SEA Games, Siman Sudartawa Kini Fokus Olimpiade 2020

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2020

Iwan Bule Pastikan Kompetisi 2020 Berjalan Sesuai Jadwal

"Kita sudah jelas. Kalau pihak Polri sudah pastikan tidak ada jadwal yang berubah dan tak ada klub yang bisa mundur atau menunda."

Image
Olahraga
Club Brugge vs Manchester United

Preview: Solskjaer Berharap MU Lanjutkan Tren Positif Lawan Club Brugge

"Saya tidak akan terlalu banyak membuat perubahan, tetapi cukup untuk menjaga konsistensi," kata Solskjaer.

Image
Olahraga
Piala Gubernur Jatim 2020

Kericuhan Suporter Persebaya-Arema Jadi Catatan Khusus PSSI

"Kejadian itu akan kita bahas nanti. Berkaitan dengan kejadian kemarin di Blitar menjadi catatan buat kami," ucap Iwan Bule dalam rakor PSSI

Image
Olahraga
Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta

Antisipasi Bentrok, Persija Bakal Dikawal Rantis

Bukan hanya rantis, sebanyak 8.900 personel gabungan diterjunkan Polda Jatim untuk mengamankan laga.

Image
Olahraga
Olympiakos vs Arsenal

Arteta: Jika Mereka Berusaha, Mereka dapat Dukungan Penuh dari Saya

Arteta ingin pemainnya untuk bangkit jika melakukan keputusan buruk.

Image
Olahraga
PSSI

Jelang Dimulainya Kompetisi, PSSI dan Polri Gelar Rakor

Ini kali pertama PSSI menggelar rakor dengan Polri.

Image
Olahraga
Tes Pra-Musim Formula 1 2020

Verstappen Puas dengan Mobil Baru Red Bull

"Mobil ini bekerja sangat baik dengan mesinnya," aku Verstappen.

Image
Olahraga
Manchester City

CEO Manchester City Tuding Hukuman UEFA Bermuatan Politis

City dilarang EUFA berlaga di level Eropa karena melanggar financial fair play (FFP).

Image
Olahraga

5 Potret Ini Bukti Timnas Rezim Shin Tae-yong Digenjot dengan Latihan Keras

Pelatih asal Korea Selatan (Korsel) tersebut benar-benar menggenjot pemain hingga batas maksimal mereka.

Image
Olahraga

5 Fakta Menarik Julian Nagelsmann, Lahir saat Jose Mourinho Pensiun sebagai Pemain Amatir

Sepantaran Lionel Messi nih...

terpopuler

  1. Status Transgender Dibongkar Lucinta Luna, Ini Malapetaka yang Menimpa Keluarga Gebby Vesta

  2. 5 Meme Lucu Kekalahan Liverpool dari Atletico, Bikin Haters Seneng

  3. Kejagung Koordinasi dengan Korlantas Polri Blokir Semua Plat Nomor Kendaraan Milik 6 Tersangka Kasus Jiwasraya

  4. Hapus Foto Suami di Akun Instagram, 5 Fakta Tak Terduga Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella

  5. Anies Ogah Keluar Ruangan, Massa Marah Dan Terobos Pagar Balai Kota

  6. Viral, Puluhan Pengendara Motor Terjebak Macet Dalam Taman Makam Menteng Pulo

  7. Tak Percaya Ashraf Sinclair Telah Tiada, Bunga Citra Lestari: Saya Masih Shock

  8. Datang ke Pemakaman Ashraf Sinclair, Ini yang Disampaikan Ariel NOAH

  9. Usai Diotopsi, Karen Idol Masukan Permen Hingga Baju ke Liang Lahat Makam Putrinya

  10. Kini Menetap di Kanada, 10 Potret Terbaru Cut Memey yang Makin Terlihat Awet Muda

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

Image
Ekonomi

Pernah Rugi Rp100 Juta di Usia 18 Tahun, Ini 9 Fakta Menarik Valentina Meiliyana, Pemilik Sepatu Selkius Maxwell