image
Login / Sign Up

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Kumoro Damarjati

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

Image

Seto Nurdiantoro | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Pagi itu awal Oktober, di rumahnya yang asri di Perumahan Yogya Regency, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Seto Nurdiantoro menyambut AKURAT.CO dengan ramah.

Sosok kalem ini tengah asyik mencoret-coret kertas saat menyambut kami di teras rumahnya. Teras itu menjadi favorit Seto kala di rumah. Ada tiga pot besar anturium yang membuat suasana sejuk dan enak jika kita duduk-duduk di sana.

baca juga:

"Biasanya saya duduk di sini sambil mencari-cari inspirasi dan menyiram tanaman," katanya. "Saya belum mandi, mandi dulu ya," sambungnya sembari mempersilakan kami duduk.

Minuman jus kemasan dan setoples keripik tempe rasa disajikan ke kami sebagai 'teman' menunggu Seto menyelesaikan mandinya.

Sekitar 20 menit berselang, Seto keluar ke teras dengan wajah segar dan parfum khas dari badannya. Obrolan santai selama sekitar satu jam pun diawali.

Wawancara banyak mengupas soal kariernya, cita-cita tertingginya dan juga kehidupan yang dijalaninya sebagai pelatih, juga targetnya bersama PSS.

Termasuk fakta ringan, yang jarang diungkap ke publik terkait keseharian Seto, seperti makanan favorit dan film favoritnya.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Berikut ini kami sajikan hasil wawancara bagian pertama dari dua bagian yang kami rencanakan:

Coach soal menjadi pelatih, apakah cita-cita ini sudah ada saat masih bermain?
Sebenarnya sih tidak ada angan-angan seperti ini ya (jadi pelatih), artinya dulu sebelum menjadi pemain profesional juga tidak berangan-angan jadi pemain profesional

Seto lalu menceritakan, keinginan jadi pelatih itu terbesit kala telah memasuki masa senjanya sebagai pemain. Diakuinya sejak itu dirinya sudah mulai ancang-ancang mengambil kursus kepelatihan, tapi tetap saja peran mengomandoi skuad dari pinggir lapangan masih sebatas gambaran semu.

Hingga pada akhirnya tahun 2015 silam, dirinya mendapatkan tawaran untuk menakhodai tim yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain, PSIM Yogyakarta.

Jadi, kapan tepatnya memutuskan menjadi pelatih?
Kenapa bisa jadi pelatih juga saya pikir ada momen, ada kesempatan makanya saya ambil jadi memang di awal cukup sulit.

Situasi sulit apa yang dialami di awal karier?
Ya ketika harus mengarungi kompetisi Liga 2 di PSIM dengan skuad berisikan mayoritas pemain diambil dari kompetisi amatir. Hampir 80 persen.

Apa yang bisa dipetik dari pengalaman itu?
Dengan banyaknya pemain amatir saya juga banyak belajar di situ. Nah ini juga di Sleman (PSS) juga saya pikir tidak banyak pemain bintang, banyak pemain Liga 2 dan bahkan Liga 3, saya harus belajar lagi. Ini mungkin merupakan salah proses saya tentang bagaimana saya menyikapinya.

Anda mendapat pengalaman penting di PSIM?
Ya ini tantangan sih, tapi banyak pembelajaran di situ. Baik teknis maupun di luar teknis, artinya kalau di luar teknis waktu itu situasi kekeluargaan yang cukup bagus jadi semuanya bisa nyambung antar di teknis dan manajemen saling mendukung.

Dari PSIM lalu ke PSS, apa yang melandasi keputusan tersebut?
Perjalanan misteri. Tapi salah satunya karena targetnya jelas dan lebih tinggi.

Kedua, pertimbangan keluarga. Kebetulan istri saya kan, ayahnya pernah pegang PSS juga. Jadi selain pertimbangan teknis dari saya pribadi untuk target yang lebih tinggi, pertimbangan istri pengennya supaya apa yang pernah dulu ayah mertua bentuk di PSS bisa menaikkan ke Divisi Utama, saya juga berkontribusi lebih baik lagi. Untuk melanjutkan.

Soal target dengan PSS?
Target tahun ini jelas. Saya berusaha mewujudkan target manajemen untuk bertahan. Kalau target pribadi jelas, saya pengen masuk 10 besar untuk kompetisi tahun ini. Dengan materi yang ada tidak muluk-muluk 10 besar.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Lalu sekarang apa bedanya antara menjadi pemain dan pelatih?

Ada sesuatu yang unik mungkin sewaktu saya jadi pemain saya melihat, 'enak ya jadi pelatih, hanya nyuruh kan gitu, enak ya'. Ya itu uniknya di situ.

Beban menjadi pemain tidak begitu besar hanya sekadar bermain. Fokus di setiap pertandingan, kalah juga habis itu tidak begitu, apa ya namanya beban ada tapi tidak begitu besar.

Apakah tingkat stresnya juga lebih?
Kalau jadi pelatih banyak stresnya. Apa yang jadi keinginan kita di setiap posisi.

Kiper atau pemain belakang misalnya. Saya harus banyak belajar di sana. Kiper maunya seperti ini, pemain belakang seperti ini, gelandang seperti ini. Ya ini yang menjadi salah satu pengalaman sulit untuk pelatih ya itu. Apa yang menjadi keinginan saya, setiap pemain itu harus paham.

Apakah ini juga berkaitan dengan waktu yang semakin jarang dengan keluarga?
Ya, sepertinya tidak ada hari libur. Habis pertandingan harus menyiapkan program latihan. Habis itu selalu begitu.

Jadi saya pikir, tapi memang harus selalu bisa pinter-pinter bagi waktu ya, memang harus ada waktunya pelatih recovery juga kan gitu.

Tapi saya pikir ya pelatih tidak, apa namanya, seperti yang orang lihat hanya bekerja di lapangan tapi di luar lapangan kami juga bekerja. Itu bedanya. Tingkat stresnya lebih besar dari pemain.

Siapa sosok yang menjadi inspirasi di dunia kepelatihan?
Dulu saat menjadi pemain pelatih favorit ya Mancini (Roberto), Ancelotti (Carlo), saya suka tipikal slow, santai, melihat situasi pertandingan, tapi ya itu maksud saya hanya melihat di televisi tapi saya belum melihat langsung bagaimana dia melatih.

Saya juga banyak belajar dari Pep (Guardiola). Tipikal bermain lebih banyak mengacu di sana. Nah ini mungkin ke depannya akan banyak belajar bagaimana mengkombinasikannya.

Dan suatu saat saya ingin menemukan jati diri saya. Apa sih yang saya inginkan.

Kalau lokal, seperti Rahmad Darmawan, Aji Santoso, Indra Sjafri, Djajang Nurjaman. Mereka inspirasi. Inspirasi bukan cuma di dalam lapangan juga di luar lapangan.

AKURAT.CO/Kumoro Damarjati


Nah terkait gaya bermain, banyak yang menyebut PSS memainkan gaya Seto-ball, pendapat Anda?

(Sambil tertawa) Kadang itu terlalu berlebihan. Ya nggak tahu saya. Nggak tahu saya. Biar temen-temen yang lebih pinter. Itu datang dari netizen. Dan kadang netizen itu lebih pinter dari saya sebenarnya.

Tapi ya itu karakter kami. Filosofi saya sih sebenarnya. Bermain bola itu seneng. Selain menyenangkan diri sendiri, juga menyenangkan orang-orang yang melihat.

Soal cita-cita ke depan setelah tak lagi di PSS?
Ini juga menjadi target saya. Dan saya sudah bicara dengan istri juga suatu saat mungkin tidak di PSS lagi, mungkin di tim lain. Suatu saat. Bukan tahun ini. Tahun besok nggak tahu.

Jika diminta memilih Coach, tim mana yang ingin dilatih setelah PSS?
Aduh saya belum ke situ. Keinginan melatih tim di luar Jogja ada. Tapi tim mana, saya belum berpikir. Karena pasti satu soal pertimbangan keluarga.

Tapi kalau disuruh memilih tim mana, saya cuma bisa menyebutkan tim yang sehat secara finansial, manajemen.

Lalu target lainnya Coach?
Ya target pribadi ke depan pengen merasakan gelar juara Liga 1 juga. Dan target pribadi juga bisa terlibat di timnas. Selain itu saya juga ingin melatih tim luar negeri.[]

View this post on Instagram

A post shared by AKURATCO (@akuratco) on

Editor: Sugeng Wahyudi

berita terkait

Image

Olahraga

PSS Sleman 0-0 Persib Bandung

PSS Tahan Persib Tanpa Gol di Stadion Manguwoharjo

Image

Olahraga

PSS Sleman 1-0 Kalteng Putra

Kalahkan Kalteng, Seto Puji Pemain Muda dari Liga 3

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia

Dianggap Layak Tukangi Timnas, Seto Lebih Pilih RD

Image

Olahraga

PSS Sleman

Seto Nurdiantoro Akui Regenerasi Pemain di Yogyakarta Lambat

Image

Olahraga

Tira Persikabo 3-1 PSS Sleman

PSS Sleman Kalah karena Gagal Antisipasi Bola Mati Tira Persikabo

Image

Olahraga

Tira Persikabo vs PSS Sleman

Seto Nurdiantoro Ibaratkan Tira Persikabo Bak Buldoser

Image

Olahraga

Tira Persikabo vs PSS Sleman

Tandang ke Markas Tira Persikabo, PSS Krisis Pemain

Image

Olahraga

PSS Sleman 1-1 Persela Lamongan

Pelatih PSS Sayangkan Delapan Kartu Kuning untuk Pemainnya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Persib Bandung vs Badak Lampung

Malisic Tak Akan Lakukan Selebrasi Bila Cetak Gol ke Gawang Persib

Malisic membela klub berjuluk Maung Bandung di medio 2018-2019, sebelum dilepas ke Badak Lampung pertengahan kompetisi Liga 1 Indonesia 2019

Image
Olahraga
Liga Top Eropa

Hasil Lengkap Liga Top Eropa, 15-16 Desember 2019

Beberapa tim sukses melanjutkan tren positif dan juga memperbaiki posisi di tangga klasemen.

Image
Olahraga
Valencia 1-1 Real Madrid

Gagal Menang, Madrid Batal Naik ke Puncak Klasemen La Liga

Karim Benzema berhasil menghindarkan Real Madrid dari kekalahan berkat gol yang ia cetak di akhir pertandingan.

Image
Olahraga
Fiorentina 1-1 Inter Milan

Tahan Fiorentina, Inter Milan Pertahankan Puncak Klasemen

Inter Milan diimbangi Fiorentina dengan skor 1-1 di Stadin Artemio Franchi, Florence, Italia, Senin (16/12).

Image
Olahraga
Manchester United 1-1 Everton

Disahkannya Gol Bunuh Diri Lindelof Membuat Bek Tengah MU Keheranan

Menurut Maguire, David De Gea lebih dulu dilanggar sebelum Everton kemudian memetik keunggulan lewat gol bunuh diri Victor Lindelof.

Image
Olahraga
Badak Lampung

Meski Terdegradasi, Badak Lampung Berhasil Petik Sejumlah Hasil Positif

Badal Lampung dipastikan harus mentas di Liga 2 pada kompetisi musim 2020.

Image
Olahraga
BWF Wourld Tour Finals 2019

Meski Gagal Juara, Performa Ginting Dianggap Tetap Memuaskan

Hendry juga mencatat beberapa poin penting yang harus segera dibenahi Anthony selepas kejuaraan ini.

Image
Olahraga
Persib Bandung vs Badak Lampung

Bakal Berhadapan Langsung dengan Ezechiel, Malisic: Siapa Dia?

Bojan Malisic, bakal berhadapan langsung dengan penyerang andalan Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel.

Image
Olahraga
PB PRSI

Indonesia Tidak Bisa Hanya Bergantung pada Perenang Senior

Indonesia tidak bisa terus-menerus mengandalkan perenang senior seperti I Gede Siman, Glenn Vikcor Sutanto, atau Triadi Fauzi.

Image
Olahraga
Indonesia Open Aquatic Championship 2019

Perenang Pelatnas Mendominasi Hari Ketiga IOAC 2019

Dari enam nomor yang dilombakan, empat nomor dimenangkan atlet pelatnas di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Gervinho Nodai Debut Gattuso Bersama Napoli

  2. Disalip Bus Transjakarta di Jalanan Ibu Kota, Warganet Malah Puji Presiden Jokowi

  3. Politisi Gerindra Geram, Anies Nonaktifkan Lurah Jelambar Gegara Honorer Nyebur ke Got

  4. Mau Pasang AC Pelanggan, Pria ini Langsung Ciut Lihat Penampakan Mirip Pocong

  5. Bikin Haru, Nenek Ngatiyem Berusia 110 Tahun Masih Jualan Kerupuk di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

  6. Bikin Heran Warganet Indonesia, YouTuber Tenar Inggris Bangga Bakal Nikah dengan Petani

  7. Kalahkan Pasangan Jepang, Daddies Tutup Akhir Tahun dengan Juara

  8. Hendra/Ahsan Merasa Diuntungkan dengan Kesalahan Lawan

  9. Hendra Setiawan Ungkap Kunci Daddies Mengalahkan Ganda Jepang

  10. Korban Rumah Ambruk Minta Ganti Rugi, Sudin SDA Jaktim: Enggak Murni Kesalahan Kontraktor

fokus

Perjanjian Perkawinan
Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

Image
Ekonomi

Kekayaan Capai Rp435 T! Ini 7 Fakta Menarik Bos Brand Uniqlo, Tadashi Yanai

Image
News

10 Potret Istri KSAU Yuyu Sutisna, Tampil Cantik dengan Hijabnya