image
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Penulis adalah redaktur kanal Olahraga Akurat.co

Benarkah Messi Telah Tiba di "Tebing" Rasa Frustasinya?

Hervin Saputra

Piala Amerika Brasil 2019

Image

Lionel Messi masih juga belum mampu mempersembahkan trofi untuk Tim Nasional Argentina dengan reputasinya sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah. | REUTERS/Amanda Perobelli

AKURAT.CO, Apakah Anda penggemar Messi atau pembenci Messi, atau bahkan tidak dua-duanya, Anda akan melihat apa yang terjadi pada Piala Amerika 2019 sebagai ironi yang tak tertahankan dari dua sisi yang bertolak belakang dalam diri seorang pesepakbola yang disebut terbaik sepanjang sejarah.

Hanya karena Messi, maka kritik sang pemain terhadap kredibilitas dan integritas penyelenggara Piala Amerika 2019 yang digelar di Brasil tahun ini menjadi sesuatu yang harus ditanggapi serius. Messi secara terbuka telah menuduh Piala Amerika sengaja memenangkan tuan rumah Brasil.

Jika Anda memperhatikan Messi dalam dekade di mana ia telah menjadi “mitos hidup”, baik dalam sudut pandang sebagai penggemar atau pembenci, apa yang disampaikan Kapten Tim Nasional Argentina melalui tuduhan itu bukanlah kebiasaannya.

baca juga:

Di sisi lain, tuduhan seperti yang disampaikan Messi sebenarnya bukanlah aksi yang langka karena kerap diajukan oleh pemain atau pelatih yang mengalami kekalahan dalam satu pertandingan. Pernyataan Messi menjadi memiliki kekuatan karena tudingan tersebut keluar dari mulut pemilik lima Ballon D’Or itu.

d
Lionel Messi dan rekan setimnya saat menghadapi Brasil di semifinal Piala Amerika 2019. REUTERS/Luisa Gonzalez.

Terutama karena tuduhan tersebut diarahkan kepada Brasil – sebuah negara raja sepakbola sebagai satu-satunya negara yang memiliki lima gelar Piala Dunia. Menganggap Brasil sengaja dimenangkan oleh wasit jelas tidak bisa diterima dan semakin sulit dihadapi ketika itu disampaikan oleh Messi.

Mudah untuk membicarakan analisa teknis mengapa Messi seakan kehilangan kontrol dan mengeluarkan pernyataan yang bisa menyakitkan pemain Brasil di mana kaptennya di Piala Amerika tahun ini adalah sahabat di masa jaya Barcelona, Dani Alves.

Secara teknis, komentar umum adalah Messi tidak bisa melebur dengan permainan Argentina, atau sebagai pemain terbaik dunia Messi seharusnya bisa menjadi inspirasi dan pemimpin sebagaimana yang telah dilakukan oleh rival terbesarnya, Cristiano Ronaldo, bersama Tim Nasional Portugal.

Namun, setelah kegagalan di sekali final Piala Dunia dan dua final Piala Amerika, Messi telah sampai di tubir perkembangan kejiwaannya sebagai pesepakbola dewasa. Messi saat ini bukanlah Messi delapan atau sepuluh tahun lalu saat ia seperti “belut” di dalam lumpur Barcelonanya Pep Guardiola.

Senada dengan Thiago Silva, Pelatih Timnas Brasil, Tite, meminta Messi belajar menerima kekalahan. Hanya saja, Tite tidak mengutuk sepenuhnya pernyataan Messi yang secara terang-terangan diarahkan kepada timnya.

“Saya harus bicara jujur. Tekanan pada Messi sangat besar karena reputasinya,” kata Tite.

Pelatih Tim Nasional Brasil, Tite. REUTERS/Pilar Olivares.

Pernyataan Tite itu bisa menjadi jalan untuk memahami apa yang terjadi dengan pemain yang sekalipun ia bersikap “di luar batas” ia tetap saja pemain terbaik. Bahwa kegemilangan sepakbola yang juga melampaui batas kini seperti menemui giliran tersulitnya, lebih sulit dari yang pernah dibayangkan siapapun.

Sebelum final Piala Dunia 2014, menyaksikan permainan Messi adalah sesuatu yang ringan sebagai tontonan. Bocah kelahiran Rosario, 24 juni 1987, barulah menghidupi satu sisi dari perjalanan pentingnya sebagai pemain terbaik: Barcelona.

Setelah dikalahkan Jerman di Piala Dunia 2014, sekalipun ia meraih trigelar kedua bersama Barcelona di edisi 2014-2015, Messi telah berubah menjadi kesan yang berat. Messi setelah Piala Dunia 2014 adalah Messi yang berat, kelam, dan seakan bergerak menuju palung dalam nan tak berujung.

Dengan usianya yang kini telah menapak angka 32 tahun, sudah saatnya bagi penikmat sepakbola, terutama pendukung Messi, untuk tidak mengidentifikasi sang pemain dengan gelar untuk negaranya. Messi bisa saja berakhir dengan status pemain terbaik sepanjang sejarah tanpa gelar untuk negaranya.

Sikap ini bukan sebagai ramalan atau ekspektasi putus asa, namun menyeimbangkan apa yang telah ditunjukkan Messi dalam satu dekade di mana secara teknikal dan capaian statistik di Barcelona ia adalah pemain yang berasal dari planet lain.

Messi terlalu berlebih di Barcelona, sebaliknya pencapaiannya di Argentina seakan tak akan pernah cukup jika ia tidak bisa membawa negaranya melewati segala hal sebagaimana yang dilakukannya di Barcelona. Juga, lebih spesifik, seperti yang dilakukan Diego Maradona di Piala Dunia 1986.

Lionel Messi dalam laga perebutan tempat ketiga antara Argentina dan Chile di Sao Paulo, Brasil, 6 Juli 2019. REUTERS/Amanda Perobelli.

Namun demikian, olahraga bukanlah prediksi yang selalu benar. Siapa yang bisa menyangka Cristiano Ronaldo pada akhirnya menyamai jumlah trofi Ballon D’Or Messi setelah empat periode beruntun (2009-2012) Kapten Timnas Portugal itu hanya duduk sebagai penonton di malam penghargaan?

Pelatih Albiceleste – julukan Timnas Argentina – Lionel Scaloni, sebenarnya memiliki formula yang bisa menjadi jalan keluar untuk membebaskan Messi. Yakni, meminta Messi “tenggelam” dan membiarkan pemain Argentina lain mengambil peran untuk menjadi spotlight.

Keputusan itu menunjukkan manfaatnya ketika Argentina mengalahkan Qatar dan Venezuela di penyisihan dan perdelapan final Piala Amerika 2019. Dalam dua pertandingan yang dimenangi Argentina dengan skor 2-0 itu, Messi sama sekali tak mencetak gol dan menyumbang assist namun publik kini mengenal nama Lautaro Martinez, Giovani Lo Celso, dan sudah tentu Sergio Aguero.

Justru dalam kemandulannya, Argentina memenangi pertandingan. “Kami pernah melihatnya mencetak tiga gol pada setiap laga dan melewati lima pemain. Tapi kami meminta dia untuk melakukan hal yang berbeda dan kami lebih dari sekadar gembira dengan pekerjaan yang dilakukannya,” ucap Scaloni.

Masa depan paling realistis bagi Scaloni untuk Messi adalah Piala Amerika yang akan digelar di Argentina dan Kolombia pada musim panas tahun depan. Dan kalau situasi fisiknya masih mengizinkan, Messi masih bisa memberikan tenaga terakhirnya di Piala Dunia 2022.

Lionel Messi saat dikartumerah karena bertikai dengan gelandang Chile, Gary Medel, di Piala Amerika 2019. REUTERS/Ueslei Marcelino.

Terlepas dari semua itu, apa yang saya tangkap dari reaksi Messi sehubungan dengan kritiknya terhadap Piala Amerika tahun ini adalah sang pemain kini secara terbuka menunjukkan gairahnya untuk terus bermain bersama Argentina.

Sebab, dalam beberapa kali kegagalan bersama Argentina, La Pulga hanya bisa diam di lapangan, menangis, menyatakan pensiun, atau bahkan menahan diri untuk tak terlibat bersama tim nasional dalam satu periode sebagaimana yang dilakukannya pasca kegagalan di Rusia tahun lalu.

Kemarahan Messi karena wasit tidak menggunakan VAR dalam potensi penalti Argentina pada kekalahan kontra Brasil di semifinal dan kartu merah yang terlalu dini akibat perselisihan dengan gelandang Chile, Gary Medel, di Piala Amerika adalah angin untuk melihat Messi yang “memanas” untuk genjotan final menuju akhir sebuah era yang masih menyimpan enigma.[]

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Beli Apartemen di Milan, Messi Buka Peluang ke Inter?

Image

Olahraga

Lionel Messi

Presiden Barcelona Tegaskan Messi Bakal Pensiun di Camp Nou

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Inter Dikabarkan Berani Bayar Messi Gaji Rp865 Miliar

Image

Olahraga

Lionel Messi

Messi ke Inter Milan, Conte: Itu Hanya Fantasi Saja

Image

Olahraga

Lionel Messi

Messi Kembali Ciptakan Rekor Baru di La Liga

Image

Olahraga

La Liga Spanyol 2019-2020

Alves Sebut Messi Marah karena Kurangnya Dukungan Rekan Setim

Image

Olahraga

La Liga Spanyol 2019-2020

Madrid Juara, Lionel Messi: Kami Tim Lemah dan Tidak Konsisten

Image

Olahraga

Lionel Messi

Mantan Presiden Takut Messi Bakal Meninggalkan Barcelona

Image

Olahraga

Lionel Messi

Pasti, Messi Bakal Mengakhiri Karier di Barcelona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Piala Dunia Qatar 2022

Resmi, Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Mundur ke 2021

Indonesia masih menyisakan tiga laga tersisa, yakni bertandang ke Thailand, menjamu Uni Emirat Arab, serta melawat ke Vietnam.

Image
Olahraga
Persipura Jayapura

Berkandang di Malang, Persipura Pilih Gajayana atau Kanjuruhan

Jika tak ada aral melintang, Persipura akan tiba di Malang pada Sabtu (15/8) mendatang.

Image
Olahraga
Hendra Setiawan

Hendra Mengenang Kesulitannya ketika Berduet dengan Boon Heong

Selepas keluar dari Pelatnas PBSI, Hendra berpasangan dengan juara All England asal Malaysia, Tan Boon Heong, pada 2017.

Image
Olahraga
Riko Simanjuntak

Brilian, Assist Riko Simanjuntak Masuk Lima Terbaik ASEAN

Umpan tersebut dilepaskan Riko kepada Marko Simic saat mengalahkan Tampines Rover pada Piala AFC 2018.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Jika Sancho Lepas, MU Disebut Alihkan Target ke Dembele

Barcelona diperkirakan akan menawarkan Ousmane Dembele di bursa transfer mengingat sang pemain menghabiskan musim dengan cedera.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

David Silva Dikabarkan akan Melanjutkan "Sihirnya" di Lazio

Lazio menyambut pemain yang berseragam Manchester City selama sepuluh musim tersebut dengan kontrak jangka panjang.

Image
Olahraga
Atalanta vs Paris Saint-Germain

Atalanta Memiliki Kemampuan untuk Bikin PSG Kecewa

"Kita dapat menyebabkan PSG kecewa," kata De Roon.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Resmi, Tottenham Boyong Hojbjerg dari Southampton

Gelandang berusia 25 tahun itu dibeli Tottenham dengan harga 15 juta pounds.

Image
Olahraga

5 Catatan Penting Karier Bintang Sevilla Lucas Ocampos, Sempat Bela AC Milan

Ganas banget di Sevilla sekarang

Image
Olahraga

5 Potret Perubahan Atep, dari Pemain Bola kini Cawabup Kabupaten Bandung Euy!

Cocok main bola aja apa politisi nih?

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  3. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  4. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

  5. Fahri dan Fadli Dapat Penghargaan, Apa Kata Tsamara dan Yunarto?

  6. Grand Dafam Rohan Jogja Tawarkan Dafam Staycation & Easy Busy

  7. Selangkah Lagi Menuju Betis, Bravo Kembali ke La Liga?

  8. Tidak Hanya Komersil, Tissa Octavira Juga Melakukan Syiar dalam Memproduksi Baju Muslim

  9. LIB dan Klub Belum Final Soal Pemilihan Tuan Rumah

  10. Ini Lima Aturan "Gelembung" Corona Pemain di Liga Champions

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk