image
Login / Sign Up

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Ramadhan LQ

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

Image

Pemain Softball Putri Indonesia Lidia Anna Krey (kanan) dan Adelaide T Waromi (kiri) berpose untuk difoto usai pertandingan Asia Cup Women Softball 2019 Tokyo di Jakarta, Minggu, Minggu (5/5/2019). Lidia Anna Krey dan Adelaide T Waromi merupakan pemain kebanggaan tim Softball Putri Indonesia asal Papua yang sempat berjuang bersama di ajang bergengsi pesta olahraga Asian Games 2018. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Lidia Anna Krey dan Adelaide T. Waromi merupakan atlet softball yang membela Tim Nasional Softball Putri Indonesia pada Asian Women Softball Cup 2019 di Jakarta, 1-5 Mei.

Mereka sukses membawa Indonesia menduduki peringkat keenam sekaligus otomatis mengantarkan Tim Merah Putih meraih tiket Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di Shanghai, China. 

Dalam seri kedua wawancara dengan Lidia dan Adel di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/5), kami berbicara mengenai kekuatan negara lain di kompetisi softball, perbedaan latihan di turnamen yang berbeda, dan harapan mereka untuk anak-anak Indonesia, khususnya tanah asal mereka, Papua.

baca juga:

Berikut petikannya:

Seperti kita tahu, Indonesia sudah memastikan tiket Kualifikasi Olimpiade 2020 di Shanghai, China, bagaimana pendapat kalian?

Lidia: Kita mesti kerja keras lagi dengan lihat kekuatan dari tim-tim yang main di Asian (Women Softball) Cup ini. Berarti kita bisa ukur kemampuan kita sampai di mana, gitu. Berarti kita mesti banyak belajar dan banyak berlatih lagi.

Sampai sejauh ini Indonesia sudah main di ajang Asian Women Softball Cup melawan Chinese Taipei, China, Filipina, Hongkong, dan Jepang. Menurut kalian, siapa lawan terberatnya?

Lidia: Semua lawan hebat-hebat, ya. Intinya bagaimana kita mengatasi mereka aja. Soalnya semua tim datang latihan, kan. Pasti mau menang. Yang penting kita yakin aja.

Adel: Kalau dari saya pribadi, Jepang, ya. Karena Jepang, kan, juara satu dunia. Batting mereka bagus, pitcher-nya juga, tapi selama kita latihan, pasti bisa bersaing.

Tim Nasional Softball Putri Indonesia versus Thailand di Asian Women Softball Cup 2019 di Jakarta, Minggu (6/5). AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

 

Apa yang sih perlu diperbaiki dari tim ini?

Lidia: Yang perlu diperbaiki mungkin perhatian pemerintah sih sama kita. Kalau kita memang mau serius, di camp-nya itu benar-benar teratur. Soalnya kalau kita putus-putus, kan. Antara kumpul habis itu dikembalikan ke daerah, habis itu kumpul lagi, jadi putus-putus sih latihannya, kayak begitu.

Kalau mereka dilihat di camp, kan, benar-benar di situ lama tidak ke mana-mana, rutin terus. Kalau kita putus-putus, nanti habis kejuaraan ini, pulang ke daerah. Di sini mereka hanya kasih program, tapi mereka enggak tahu kan kita  di daerah ngapain. Jadi itulah kekurangan kita, sih. 

Adel: Mungkin sedikit aja sih komunikasi. Soalnya pas kita di-pressure, komunikasinya kurang.

Bagaimana dilatih sama Coach Michael Trisnadi di Timnas?

Lidia: Luar biasa, sih. Soalnya pernah juga merasakan satu tim mewakili Indonesia. Coach Michael juga pernah main, kan. Jadi coach itu orangnya bagus untuk pegang tim, apalagi untuk timnas putri, ya. Enak. 

Adel: Kalau saya mungkin baru dengan Coach Michael, tapi enak, enjoy. Tidak tegang.

Porsi latihannya seperti apa?

Lidia: Pokoknya dikasih apa saja, kita hajar. Intinya kita nikmati apa yang diberikan coach

Adel: Porsi latihannya sama kayak sebuah tim.

Softball Indonesia vs Softball Thailand. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Apakah Anda memiliki latar belakang keluarga olahraga? 

Lidia: Kalau keluarga saya tidak ada yang jadi atlet softball. Keluarga saya itu, mereka atlet nasional seperti panahan, dayung, tinju, dan voli.

Adel: Saya tidak ada hahaha.

Bagaimana dukungan keluarga untuk kalian berdua yang jadi atlet softball?

Lidia: Dukungannya luar biasa. Mereka sangat mendukung, apalagi kalau kita sudah main sampai di tingkat seperti ini. Yang penting jaga diri, lah, kalau sudah di sini karena jauh dari Papua, kan. Enggak boleh ikut sembarang-sembarang. Keluarga mendukung 100 persen.

Adel: Keluarga juga mendukung 100 persen. Terus pesan dari orang tua, kalau sudah di sini main bagus, tunjukkan yang terbaik bahwa kita bisa. Tidak ada yang mustahillah, dan rajin berdoa, sih. 

Sebelum bertanding, sempat komunikasi dengan keluarga?

Lidia: Paling cuma pagi sebelum ke lapangan, saya kasih tahu lewat chat kalau nanti kita mau tanding, mohon doa. Sudah. Habis itu enggak pegang handphone lagi. 

Adel: Setelah berkabar, kita langsung fokus. 

Adelaide T Waromi. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Perbedaan latihan saat Asian Games tahun lalu dengan yang sekarang seperti apa?

Lidia: Menurun jauh, sih. Karena kita balik ke daerah, jadi tidak dikontrol. Latihannya paling kalau mau latihan, ya, latihan. Kalau tidak, tidak. Kalau punya kesibukan sekolah atau kantor, ya sudah, utamakan yang itu. Kalau kita rutin seperti Asian Games tahun lalu, kan, pasti kita bisa. Tapi Puji Tuhan, ya, kita dapat tiket lolos juga ini ke Kualifikasi Olimpiade.

Adel: Perbedaannya dari jam latihan, sih. Biasanya bangun pagi, pulang sore. Kalau sekarang kita latihannya cuma jam tiga sampai jam enam. Paginya jam lima itu kita jogging santai. Kalau di Asian Games tahun lalu kan ada latihan fisik. Lalu pas balik ke daerah, fisiknya berkurang. Paling cuma kayak jogging doang

Harapan untuk anak-anak muda Indonesia yang ingin jadi atlet softball?

Lidia: Kalau udah cinta sama softball sih apapun pasti dilakukan. Kalau udah main softball pasti enak lah. Enak dapat tantangannya, ada kerja sama timnya. Jadi kalau main softball harapan kita untuk Indonesia, kita juga layak, kita juga bisa. Untuk Asia sih kita sudah terbukti.

Adel: Peringkat enam itu sudah luar biasa sekali. 

Lidia Anna Krey. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Kalau untuk anak-anak, khususnya di Papua?

Adel: Latihan terus. Jangan patah semangat. Pokoknya enjoy aja kalau main softball karena main softball itu unik, punya fashion. Olahraga softball tidak seperti olahraga lain.

Lidia: Untuk anak-anak Papua sih, yang pertama mereka udah punya power lah. Udah punya fisik bagus. Jadi tidak usah diragukan lah. Yakin saja kalian pasti bisa karena kita rata-rata anak-anak Papua terbukti kita bisa bersaing dengan teman-teman dari Jawa.

Sekarang teman-teman dari Jawa dulunya tidak pernah lihat kita, kayak mandang sebelah mata, tapi sekarang mereka juga akui kita. Karena kita unggulnya pertama, fisik. Kedua, power. 

Sekarang kita bisa dibilang bukan hanya satu orang yang main softball dari Papua gitu, tidak. Sekarang hampir sebagian besar juga bisa main di timnas. Asian (Women Softball) Cup ini membuktikan hal itu. Sudah seimbang, lah. Jadi jangan takut untuk adik-adik yang di Papua. Kita juga bisa. Yang penting rajin latihan, fokus, disiplin, dan menikmati lah kalau main softball. Tidak ada yang susah, lah. Kami kenapa bilang tidak susah? Karena kami menikmati itu.  

Apa yang membedakan dengan olahraga lain?

Adel: Kalau olahraga softball itu konsentrasinya diperlukan karena kalau blank udah enggak tahu mau ngapain. Terus softball ini merupakan olahraga kelompok yang membutuhkan kerja sama yang baik.[]

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

Dari Papua, Lidia dan Adel Menjelma Srikandi Softball Indonesia

Image

Olahraga

Asian Women Softball Cup 2019

Pelatih Indonesia Tak Menyangka Timnya Kalah Telak Lawan Korsel

Image

Olahraga

Asian Women Softball Cup 2019

Tundukkan Thailand, Indonesia Tantang Korea Selatan

komentar

Image

1 komentar

Image
Hera Wati

semangat terus. dan berikan yang terbaik untuk negri ini..

terkini

Image
Olahraga
Indonesia U-16 0-0 China U-16

Garuda Muda Ditahan Imbang China Tanpa Gol

Hasil ini membuat Tim Nasional Indonesia U-16 berpeluang besar lolos ke putaran final sebagai runner up terbaik.

Image
Olahraga
West Ham United 1 - 0 Manchester United

Babak I: Gol Telat Yarmolenko Bawa West Ham Ungguli MU

Gol Yarmolenko tercipta pada menit ke-44.

Image
Olahraga
China Terbuka 2019

Marcus: Kami Bersyukur dapat Gelar China Terbuka

Tahun lalu, Marcus/Kevin gagal keluar sebagai juara setelah kalah atas wakil tuan rumah, Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong di babak semifinal.

Image
Olahraga
Persipura Jayapura vs Persib Bandung

Main di Sidoarjo, Alberts: Tak Ada yang Diuntungkan

Kandang Persipura, Stadion Mandala saat ini sedang direnovasi.

Image
Olahraga
Indonesia U-16 0-0 China U-16

Babak I: Indonesia-China Masih Imbang Tanpa Gol

Indonesia U-16 lebih banyak memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol

Image
Olahraga
Piala Dunia U-21 2021

PSSI Harap Peran Media untuk Loloskan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-21

FIFA selalu memonitor perkembang di tanah air lewat arus informasi di media massa.

Image
Olahraga
Filipina U-16 3-2 Brunei Darussalam U-16

Filipina Susah Payah Tundukkan Brunei Darussalam

Filipina U-16 memastikan kemenangan lewat gol telat Uriel Oladipo pada menit 84'.

Image
Olahraga
MotoGP Aragon 2019

Marc Marquez Rajai Aragon untuk Raih Kemenangan ke-200

Marquez bahkan mampu unggul 4,836 detik dari Dovi yang menempati posisi kedua.

Image
Olahraga
China Terbuka 2019

Kalahkan Daddies, Minions Raih Gelar Juara China Terbuka

Marcus/Kevin meraih kemenangan 21-18, 17-21, dan 21-15.

Image
Olahraga
Indonesia U16 vs China U-16

Susunan Pemain: Bima Sakti Turunkan Skuat Terbaik Kontra China

Bima kembali mengandalkan tiga penyerang utamanya Ruy Arianto, Ahmad Athallah, dan Marsellino Ferdinan.

trending topics

terpopuler

  1. Diisukan Jadi Menpora, Erick Thohir: Saya Kira Masih Banyak Figur Lain, Kalau Saya Cocoknya di Swasta

  2. Disenggol Jerinx SID, Nikita Mirzani Sontak Lontarkan Sindiran Sadis

  3. Tak Sudi Disamakan dengan Artis NM, Jerinx SID Mengumpat di Media Sosial

  4. Penelitian Terbaru: Anak yang Dijaga Orangtua Tak Bekerja Rentan Alami Kekacauan

  5. Dapat Duit Tanpa Harus Bekerja Ternyata Bisa! Coba Hal Ini

  6. Soal Penundaan RUU KUHP, Pakar Hukum Kritik Presiden: Kau yang Mulai, Kau yang Mengakhiri?

  7. Eks Wakapolri: Mobil Klasik Tidak Membuat Polusi

  8. Ramai Xena Xenita Disebut Perusak Rumah Tangga Orang, 5 Artis ini Juga Pernah Dicap jadi Pelakor

  9. Hadapi China, Garuda Muda Jajal GBK

  10. Ricuh, Mahasiswa Ingin Blokade Tol Jagorawi, Dua Polisi Terluka

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri

Image
News

Siap Uji Materi UU KPK yang Baru, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Ketua MK Anwar Usman