image
Login / Sign Up

"Saya Hanya Melihat Kerja Keras yang Terbayarkan"

Hervin Saputra

Petra Kvitova

Image

Petra Kvitova saat beraksi di Stuttgart Terbuka 2019 di Stuttgart, Jerman, pekan lalu. | REUTERS/Kai Pfaffenbach

AKURAT.CO, Memenangi Stuttgart Terbuka 2019 pada akhir pekan lalu menjadi momen yang sulit dilupakan bagi petenis Republik Ceko, Petra Kvitova. Sejak kembali dari insiden penikaman di kampung halamannya pada akhir 2016, tahun ini Kvitova menunjukkan kebangkitan yang cukup mengesankan.

Mengalahkan Annet Kontaveit di final yang digelar di Porsche-Arena, Stuttgart, Jerman, Minggu (29/4), menjadi gelar kedua sekaligus final keempat Kvitova tahun ini. Capaian itu adalah yang terbanyak dari seluruh petenis elite yang ada di jagad bumi.

Usai final, pemilik dua gelar Wimbledon itu duduk bersama Courtney Nguyen dari WTA Insider untuk membicarakan pencapaiannya. Kvitova berbicara tentang pencapaiannya di Stuttgart, refleksinya atas 27 gelar yang telah diraihnya, serta kesukaannya ngebut-ngebutan dengan mobil. Berikut petikannya:

baca juga:

Bagaimana Perasaan Anda setelah memenangi gelar kedua tahun ini dan gelar pertama di Stuttgart?

Luar biasa. Saya senang karenanya, itu sudah pasti. Saya benar-benar senang. Anda tahu saya kalah di dua final dalam beberapa bulan sebelumnya dan akhirnya saya melakukannya (meraih gelar). Itu adalah keberuntungan di waktu (final) ketiga.

Dan menurut saya, itu (final) Stuttgart adalah pertandingan hebat hari ini. Bermain di final menghadapi Annett (Kontaveit), sulit melawan dia. Dia berkembang banyak dan saya senang bisa menemukan cara saya untuk menang. Servis banyak membantu saya hari ini. Meraih trofi indah ini di Stuttgart, luar biasa. Turnamen pertama di lapangan tanah liat. Jadi saya sebenarnya sedikit terkejut dengan diri saya sendiri.

Ekspresi Petra Kvitova usai mengalahkan Annet Kontaveit di final Stuttgart Terbuka 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach.

Mengapa Anda terkejut dengan diri sendiri?

Well, Anda tahu, bermain di tanah liat. Saya melakukan dua pekan persiapan di tanah liat tetapi tentu saja pertandingan (adalah hal) berbeda. Bagi saya, terutama pada babak kedua menghadapi Anastasia Sevastova sangat sulit secara mental. Saya tidak bermain baik di set pertama tapi saya mampu membalikkannya dan menurut saya itu benar-benar membantu saya untuk beberapa hari ke depan.

Turnamen pertama di lapangan tanah liat dan saya memenanginya. Jadi saya benar-benar berusaha dan itu hebat.  

Kita sering berdiskusi beberapa tahun terakhir bahwa saya yakin Anda bisa bermain baik di tanah liat dan memenangi Rolland Garros?

Come on, Courtney, Anda tahu bagaimana Grand Slam (tertawa). Jangan bebani saya, tolong. Saya tahu Anda berpikir saya bisa bermain baik di tanah liat. Saya tetap berusaha setiap tahun, melakukan hal yang sama.

Saya suka bermain di tanah liat, sungguh. Saya sukses di masa lalu. Berada di tanah liat adalah sesuatu yang benar-benar, tidak biasa, tapi ini hanya sesuatu yang berbeda bagi saya dibandingkan dengan lapangan permukaan keras atau lapangan rumput, yang mungkin saya tahu saya bermain baik di sana.

Tapi, di tanah liat sesuatu sedikit berbeda dalam hal gerakan. Memantul lebih tinggi, dan kaki mulai dari servis dan semuanya, sedikit berbeda. Tapi saya berusaha memperbaiki diri saya dalam setiap hal dan menurut saya itu terlihat dan terbayarkan di lapangan ketika gerakan saya membaik dan saya melakukan sedikit rencana permainan. Tidak masalah dengan apapun yang terjadi di lapangan, jadi itu menyenangkan.

Anda ranking satu di Porsche Race dan kembali ke nomor dua dunia pada Senin (29/4). Anda melakukan empat final tahun ini, memenangi dua gelar, dan Anda memenangi lebih banyak gelar dari siapapun sejauh ini. Apa yang paling membanggakan Anda?

Anda tahu, bagi saya sedikit aneh mendengarnya, semua hal-hal itu. Saya kembali bermain Tenis dan tiba-tiba, saya hanya, saya tidak tahu, saya memenangi gelar kedua dan bermain di final Australia Terbuka. Menurut saya semuanya mengejutkan saya dan itu terkadang terjadi dalam hidup saya.

Petra Kvitova. REUTERS/Kai Pfaffenbach.

Menurut saya, setiap hari berada di lapangan Tenis dan gym dan melakukan rehab dan pemulihan, itu adalah apa yang saya lakukan di sebagian besar waktu dan saya 100 persen berada di sana. Tidak mudah untuk melakukan itu setiap hari.

Itu yang mungkin apa yang saya lihat. Saya hanya melakukan semua hal yang saya lakukan pada saat latihan dan juga di hari-hari (pemulihan) itu. Jadi saya hanya melihat kerja keras yang terbayarkan.

Saya juga bangga dengan konsistensi yang saya miliki. Saya kalah di putaran pertama menghadapi Venus (Williams di Indian Wells) tapi itu benar-benar pertandingan yang sulit. Secara keseluruhan saya pikir saya bisa bermain baik hampir di setiap pertandingan. Saya bermain baik dan itulah yang coba saya bangun.

Tahun lalu setelah Anda menang di Dubai kita duduk di Champions Corner dan mendiskusikan apakah kita sudah atau belum melihat yang terbaik dari Petra di lapangan. Saat itu Anda tidak begitu yakin. Lima belas bulan kemudian, sudahkah kita melihat penampilan terbaik Petra?

Menurut saya itu sedikit berbeda. Anda tahu, ketika saya bermain baik sebelumnya dan saya memenangi dua Grand Slam di lapangan rumput (itu) berbeda. Berada di lapangan rumput dan memenangi gelar, itu adalah sesuatu yang sulit dipercaya.

Tapi bermain tahun ini di final Australia Terbuka adalah sesuatu yang benar-benar spesial. Itu lapangan permukaan keras. Itu berbeda dibandingkan rumput. Di lapangan keras Anda lebih banyak bermain reli dan lain-lainnya. Di rumput Anda hanya perlu memukul dan masuk, dan Anda menang. Ini (lapangan permukaan keras) berbeda.

Tapi, dibandingkan dengan (penampilan) Petra di masa lalu, saya merasa baik. Saya pikir saya dengan jelas meningkatkan kebugaran saya. Saya melakukan lebih banyak rancangan permainan yang saya gunakan di pertandingan. Saya tidak punya pelatih di sini jadi saya hanya bersama diri saya sendiri hari ini dan pada beberapa pertandingan sebelumnya. Saya hanya harus menemukan cara untuk menang yang mana juga saya banggakan.

Jadi, saya juga bekerja dengan baik dalam hal itu dan saya gembira Anda tahu bahwa saya memiliki orang-orang hebat di sekitar saya yang membantu saya menjadi lebih baik. Maksud saya, saya memainkan Tenis yang bagus.

Kami telah melihat Anda melewati undian (sulit) ketika Anda bermain baik. Ketika Anda kembali melihat 27 gelar yang sudah Anda menangi, adakah salah satu dari mereka (gelar-gelar itu) yang bertahan di masa pekan-pekan yang melelahkan?

Mungkin Madrid tahun lalu. Saya tidak bisa mengatakan bahwa pertandingan tersebut benar-benar berat, tapi saya datang dari Praha langsung dari final. Dan di hari berikutnya saya bermain melawan Lesia Tsurenko dan saya menang pertandingan itu dan saya libur sehari dan bermain lagi. Saya secara mental dan fisik kehabisan dan kelelahan.

Turnamen itu mungkin sesuatu yang secara fisik dan mental sangat, sangat sulit, bagi saya.

Petra Kvitova saat menjadi runner-up Australia Terbuka 2019. REUTERS/Lucy Nicholson.

Berbicara tentang (turnamen) Madrid, Anda akan pergi untuk mempertahankan gelar pada pekan depan?

Menakjubkan. Dalam hidup, waktu terbang (begitu saja). Sulit dipercaya.

Ya, dan Madrid sudah datang dan saya harus mempertahankan gelar. Anda tahu, yang spesial dalam Tenis, Anda memenangi turnamen dan Anda tahu bahwa tahun depan Anda akan mempertahankannya, yang mana, itu adalah angka yang besar. Jadi saya senang bahwa saya tidak punya pikiran itu di kepala saya bahwa saya menang di Stuttgart dan saya hanya perlu mempertahankannya tahun depan. Jadi, saya hanya menikmati momen dan saya menang dan apapun yang terjadi terjadilah tahun depan. Jadi, saya senang bahwa saya adalah jenis orang seperti itu.

Dan ya, Madrid datang. Itu adalah salah satu yang besar, banyak angka, tapi saya senang bermain di sana. Saya hanya memiliki hasil baik dari sini, jadi jika saya kalah di putaran pertama lalu saya kalah dan begitulah. Ada waktu yang lain dan pekan yang lain bagi kami.

Anda berkendara ke Stuttgart dan Anda akan berkendara meninggalkan Stuttgart dengan memenangi sebuah (mobil) Porsche. Bagaimana Anda sebagai seorang pengendara?

Petra Kvitova dan hadiah mobil Porsche pasca memenangi Stuttgart Terbuka 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach.

Saya adalah pengendara yang sangat baik! Saya benar-benar suka mengemudi. Saya berkendara sejak saya 18 tahun dan saya sebenarnya harus bergerak di sekitar Republik Ceko sejak masa-masa awal. Jadi, saya mengajarkan diri saya untuk berkendara. Saya sudah pasti tidak gila. Terkadang saya suka ngebut tapi tidak terlalu sering. Saya pernah mencapai 200 kilometer per jam atau saya masih tetap normal. Come on, saya pirang, Anda tahu bagaimana gadis pirang dalam mobil…

Tapi saya baik-baik saja, saya baik. Jangan cemas teman-teman jika Anda melihat saya di jalanan di salah satu tempat. Saya juga sabar sebagaimana seharusnya. Jadi, menurut saya itu mirip dengan pertandingan. Terkadang seseorang mengalihkan perhatian Anda tapi Anda tetap harus tenang dan melakukan pekerjaan Anda.[]

 

 

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Final WTA 2019

Susul Barty dan Halep, Kvitova Amankan Tiket Final WTA

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Berrettini Sukses Hentikan Impian Auger-Aliassime Raih Gelar Pertama

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Singkirkan Brown, Auger-Aliassime Melaju ke Semifinal

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Singkirkan Simon, Auger-Aliassime Tantang Brown di Perempat Final

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Taklukkan Zverev, Brown Amankan Tiket Perempat Final

Image

Olahraga

Birmingham Terbuka 2019

Masih Cedera, Kvitova Mengundurkan Diri dari Turnamen Birmingham

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Pouille & Struff Melaju Mulus ke Perempat Final

Image

Olahraga

Stuttgart Terbuka 2019

Auger-Aliassime Amankan Kemenangan Perdana di Stuttgart Usai Cedera

Image

Olahraga

Prancis Terbuka 2019

Cedera Betis, Peluang Kvitova Tampil di Roland Garros Kecil

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Wabah Corona

Gunakan Mobil Sport, Wanita di Surabaya Bagikan Sembako kepada Warga Terdampak Corona

Shandy yang juga owner MS Glow membagikan bantuan dengan menggunakan mobil Ferrari.

Image
Olahraga
Gong Oh-Kyun

Dokter Timnas: Gong Oh-Kyun Negatif Virus Corona

“Setelah hasil swab test diketahui, pelatih Gong Oh-Kyun langsung diperbolehkan pulang dari rumah sakit hari ini," kata Syarif Alwi.

Image
Olahraga
Formula One 2020

Imbas Corona, F1 Lakukan Pemotongan Gaji dan Rumahkan Karyawan

F1 melakukan pemotongan gaji terhadap karyawan senior dan merumahkan setengah dari jumlah karyawan.

Image
Olahraga
PON Papua 2020

Menpora Pertimbangkan Penundaan PON Papua

Alasan penundaan PON adalah karena atlet tidak bisa mempersiapkan diri secara maksimal akibat pandemi virus corona.

Image
Olahraga
Wabah Corona

Kyrgios Janjikan Sumbangan Makanan Bagi Mereka yang Membutuhkan

Kyrgios berjanji akan mengantar makan ke rumah-rumah bagi mereka yang membutuhkan.

Image
Olahraga
Wabah Corona

Dikritik Suporter Hingga Eks Pemain, Liverpool Batal Rumahkan Karyawan

Keputusan Liverpool bermaksud untuk mengurangi beban finansial tim di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Mason Mount Nantikan Kehadiran Hakim Ziyech di Chelsea

Hal ini meyusul kesepakatan Ajax Amsterdam yang rela melepas Ziyech ke Chelsea dengan mahar 40 juta euro.

Image
Olahraga
NBA 2019-2020

Komisioner NBA Tegaskan Nasib Kompetisi Ditentukan Awal Mei

"Pada 1 Mei mendatang, kami akan berada dalam posisi itu (mengambil keputusan lanjutan NBA 2019-2020)," ujar Adam Silver.

Image
Olahraga
MotoGP 2020

Corona Paksa MotoGP Italia dan Katalunya Resmi Ditunda

Keputusan penundaan dua seri itu pun telah disepakati oleh FIM, IRTA, dan Dorna Sports selaku penyelenggara kompetisi.

Image
Olahraga
Persebaya Surabaya

Gelandang Persebaya asal Australia Akui Tak Mudah Jalani Karantina

Sejak kembali ke Australia pada 29 Maret lalu, Aryn Williams diwajibkan tinggal di sebuah hotel di Perth untuk karantina selama 14 hari.

terpopuler

  1. 5 Foto Cantik Petenis Eugenie Bouchard di Alam Bebas, Mendaki di Tengah Virus Corona

  2. Pemprov Jatim Klaim Pasien Sembuh Virus COVID-19 Terus Bertambah Jadi 40 Orang

  3. IHSG Diramal Melambung, Saham Ini Akan Bawa Untung

  4. Kasdam XVIII/Kasuari: Kalian Harus Gembira dan Jangan Terlihat Susah

  5. DPR: Pemerintah Terlalu Banyak Aturan yang Sifatnya Hanya Imbauan Terkait Penanganan Covid-19

  6. PSBB Jakarta Disetujui, Anies Bisa Terapkan Pembatasan Transportasi Umum hingga Liburkan Sekolah dan Tempat Kerja

  7. Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Bakal Dibatasi di Jakarta

  8. 146 PNS Muda DKI Diminta Jadi Relawan COVID-19, Chaidir: Menolak Akan Kena Sanksi

  9. PSBB Mulai Diberlakukan, DPR: Pintu Masuk dan Keluar DKI Jakarta Harus Dijaga

  10. Takut Tertular, Warga Ibu Kota Pantai Gading Bakar Gedung Pusat Virus Corona

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH