image
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Penulis adalah Redaktur Kanal Olahraga Akurat.co.

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Hervin Saputra

All England 2019

Image

Pasangan ganda putra senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, saat berlaga di partai final All England 2019 di Birmingham, Inggris, Minggu (10/3). | REUTERS/Andrew Boyers

AKURAT.CO, Jika kita membentangkan peta All England tahun ini, sesungguhnya kita melihat perubahan perkembangan bulutangkis dunia secara global yang signifikan. Terlebih lagi karena turnamen tersebut adalah kejuaraan individual yang digelar di tanah Eropa namun selalu menjadi panggung bagi atlet Asia.

Akan hal Inggris, All England digelar di negara yang juga menggelar turnamen olahraga dengan raket dan net lainya: tenis. Sebagaimana juga gengsi All England, Inggris memiliki turnamen tenis yang paling ingin dimenangi oleh seluruh atlet terbaik di jagad bumi: Wimbledon.

Namun, tak seperti tenis yang cenderung melihat atlet lebih sebagai individu tanpa menghitung representasi negara, maka atlet bulutangkis, yang lebih populer di Asia, tetap dilihat sebagai gengsi negara.

baca juga:

Naomi Osaka adalah warga Jepang, tetapi tidak ada penghitungan dominasi Jepang di tenis. Venus dan Serena Williams adalah warga Amerika Serikat, tetapi tidak ada penghitungan dominasi Swiss dengan jagoan besar bernama Roger Federer.

Maka, tidaklah mengherankan ketika Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry IP, mencium bendera merah-putih di dada kiri jaket yang dikenakannya sesaat setelah pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses merebut gelar All England 2019 dengan mengalahkan rival belia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Hendra Setiawan/Mohammad bersama atlet Malaysia yang mereka kalahkan di final All England 2019, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. REUTERS/Andrew Boyers.

Bagi publik All England sendiri, atau insan bulutangkis yang mengenal All England, maka ekspresi yang ditunjukkan Herry adalah semacam peringatan bahwa Indonesia adalah sejarah besar di turnamen tersebut dengan Rudy Hartono sebagai pemilik rekor delapan gelar tunggal putra dengan tujuh di antaranya direbut secara beruntun pada periode 1968-1974.

Kemenangan tiga set di Birmingham Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (10/3), yang ditorehkan oleh Hendra/Ahsan sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia punya tradisi yang kuat dalam gelanggang negeri asal bulutangkis tersebut.

Kejutan Birmingham Tahun Ini

Sebagaimana kita di Indonesia merasakan kemenangan Hendra/Ahsan sebagai sesuatu yang mengejutkan karena pasangan ini, sebagaimana yang mereka akui, “belum terlalu tua”, maka demikian pulalah All England tahun ini.

Bahkan kemenangan tiga wakil China di lima partai final adalah sesuatu yang cukup mengejutkan juga. Tiga gelar yang diraih China tahun ini bukanlah tiga gelar atau lebih yang mereka raih pada periode 2003-2013 – dipuncaki pada All England 2009 di mana seluruh nomor dikuasai oleh China.

Sepuluh tahun sejak dominasi itu, atau empat tahun setelah edisi 2015 ketika China meraih tiga gelar terakhir di All England, denyut bulutangkis secara global telah bergelora ke banyak tempat.

Pada 2015, Carolina Marin dari Spanyol menjuarai All England dan setahun kemudian meraih medali emas Olimpiade di Rio De Janeiro, 2016 Nozomi Okuhara dari Jepang menjuarai All England nomor tunggal putri setelah Hiroe Yuki pada 1977.

Juga duet Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov yang mencetak sejarah sebagai atlet Rusia pertama yang menjuarai All England dan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi sebagai ganda putri pertama Jepang yang menjadi kampiun di Birmingham setelah Atsuko Tokuda/Mikiko Tekada pada 1978.

Sejarah berlanjut ketika Tai Tzu Ying menjadi juara All England pertama dari Chinese Taipei pada 2017, juga Yuta Watanabe/Arisa Higashino yang menempatkan diri sebagai yang pertama dari Jepang untuk ganda campuran.

Kento Momota saat beraksi menghadpai Viktor Axelsen di final All England 2019. REUTERS/Andrew Boyers.

Dan tahun ini, Kento Momota mengalahkan Viktor Axelsen sebagai atlet Jepang pertama yang menjuarai All England pada nomor tunggal putra.  Dan sejak 2016 pula, tahun ini untuk kali pertama China merebut tiga gelar di All England.

Apakah ini bisa dikatakan sebagai isyarat China akan kembali menjadi raja setelah tidur “singkatnya?”

Pentas Elite

Jika kita melihat dalam kacamata sebagai warga Indonesia, maka isyarat itu benar adanya namun zaman ini peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Indonesia, melainkan juga negara lain seperti Korea Selatan, Denmark, Jepang, Malaysia, India, Chinese Taipei, dan barangkali Spanyol atau Rusia.

Tak satu pun juara di All England tahun ini yang berada di luar jajaran sepuluh besar. Namun, sekali lagi, bagi kita di Indonesia, komposisi gelar ini bisa menjadi indikasi untuk menunjukkan bahwa mesin regenerasi Indonesia saat ini belumlah sekencang China.

Sebagai contoh, juara tunggal putri asal China, Chen Yufei, yang lahir di tahun 1998, memiliki rekor pertemuan 2-1 atas pebulutangkis tunggal putri terbaik Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang lahir pada 1999. Dua-duanya pernah menjadi juara dunia junior dan Gregoria pernah mengalahkan Chen Yufei di Indonesia Terbuka 2017.

 Atlet tunggal putri asal China, Chen Yufei, bersama lawan yang dikalahkannya di final All England 2019, Tai Tzu Ying. REUTERS/Andrew Boyers.

Di All England tahun ini, Gregoria terhenti di putaran pertama oleh atlet ranking dua dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara, yang kelak dikalahkan Chen Yufei di semifinal, dan lahir pada tahun 1995.

Dan Chen Yufei, selain menjadi juara All England, ia juga menempatkan diri di ranking empat dunia yang berpeluang menyalip Carolina Marin bahkan Okuhara di posisi dua dan tiga.

Di mana posisi Gregoria? Gregoria saat ini berada di ranking ke-15 dunia. Sementara rekan sebayanya, Fitriani, baru sampai pada posisi ke-28. Dan jika bicara ranking, maka memang sesungguhnya keberadaan Hendra/Ahsan sebagai pemilik ranking tujuh dunia di podium juara All England tahun ini, bisa menjadi salah satu indikasinya.

Yang bisa dipetik dari situasi ini adalah bahwa sesungguhnya kualitas Gregoria dan Fitriani tak jauh berbeda dengan Chen Yufei atau semifinalis All England tahun ini sekaligus pemilik ranking lima dunia asal Jepang kelahiran 1997, Akane Yamaguchi.

Pada nomor lain yang dalam beberapa tahun terakhir cukup dominan ditandai dengan keberadaan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda campuran, Indonesia juga sedang berusaha mengisi kekosongan untuk memberikan tekanan kepada pasangan ranking satu dunia yang baru saja menjuarai All England, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Zheng Siwei/Huang Yaqiong memantapkan posisi sebagai duet ranking satu dunia dengan menjuarai All England 2019. REUTERS/Andrew Boyers.

Sejak Liliyana Natsir dan Debby Susanto memutuskan pensiun, maka tongkat estafet saat ini berada di tangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan juara dunia junior 2017, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Bagaimana dengan ganda putri? Saat ini, semua melihat dominasi Jepang. Dan pasangan kelahiran 1997 asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, memberikan “delay” untuk berkembang-biaknya Jepang dengan mengalahkan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di partai final.

Memang Indonesia punya Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang saat ini duduk di rangking keempat dunia. Namun, untuk bersaing di nomor ini, Indonesia mesti punya lebih dari satu atau bahkan dua pasangan yang bersaing di papan atas.

Dan nomor andalan ganda putra?

Terutama setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal mencatat hat-trick karena tersingkir di babak awal oleh duet asal China, Zhang Nan/Liu Yuchen, sebenarnya harapan untuk bisa menang di All England tahun ini cukup “mencemaskan”.

Itu sebabnya kemenangan Hendra/Ahsan terasa sebagai kejutan. Karena, secara pribadi, setelah The Minions – julukan Marcus/Kevin – gagal, saya lebih suka melihat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang bisa menjadi juara.

Sebab, dengan memiliki lebih dari satu “Minions”, maka kelak kita berharap “kuantitas” yang “berkualitas” ini bisa menular pada nomor-nomor lain. Jika itu terjadi, barulah kita bisa kembali membahas kemungkinan nostalgia kejayaan lama bisa menjadi kenyataan di zaman baru.[]

 

 

 

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Denmark Terbuka 2019

Marcus: Tak Mudah bagi Kami Pertahankan Gelar Denmark Terbuka

Image

Olahraga

Denmark Terbuka 2019

Minions Sukses Pertahankan Gelar Usai Atasi Perlawanan Daddies

Image

Olahraga

Denmark Terbuka 2019

Tommy Gagal Lolos ke Final Usai Takluk dari Momota

Image

Olahraga

Denmark Terbuka 2019

Kalahkan Wakil Jepang, The Daddies Jumpa The Minions di Final

Image

Olahraga

Denmark Terbuka 2019

Indonesia Loloskan Lima Wakil ke Perempat Final

Image

Olahraga

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat Merasa Terhormat Atlet Malaysia Sebut "Taufik Backhand"

Image

Olahraga

Korea Terbuka 2019

Kalahkan Tien Chen, Kento Momota Sabet Gelar Juara di Korea Terbuka

Image

Olahraga

Korea Terbuka 2019

Ganda Campuran Mulai Perburuan, Owi/Winny Hadapi Juara Dunia

Image

Olahraga

Korea Terbuka 2019

Resmi, Hendra/Ahsan Putuskan Absen di Korea Terbuka

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
MotoGP 2019

Lorenzo Temukan Kenyamanan Kendarai Honda di Jepang

Jorge Lorenzo baru merasa nyaman mengendarai motor Honda beberapa putaran terakhir di Sirkuit Motegi, Jepang.

Image
Olahraga

Laga PSIM vs Persis Solo di Mandala Krida Berbuntut Kericuhan, Dua Mobil Polisi Rusak Berat

Beruntung, polisi dapat mengamankan rombongan tim tamu

Image
Olahraga
Olivier Giroud

Lampard Siap Bahas Masa Depan Giroud di Jendela Transfer Januari

Giroud dikabarkan frustasi lantaran kurangnya menit bermain pada musim ini.

Image
Olahraga
Bursa Transfer

Barcelona Disebut Kirim Perwakilan untuk Pantau Gelandang Muda Schalke

Amine Harit merupakan gelandang serba bisa yang bisa bermain nyaman di posisi menyerang dan bertahan.

Image
Olahraga
NBA 2019-2020

Kyle Kuzma Absen di Laga Pembuka Kontra Clippers

Kyle Kuzma mengalami cedera kaki kiri saat mengikuti latihan bersama Timnas Basket Amerika Serikat, pada awal Agustus lalu..

Image
Olahraga
Tim Nasional Indonesia U-23

Evaluasi Penampilan di China, Garuda Muda Latih Pertahanan dan Transisi

"Latihan ini penting karena untuk membantu kita saat begitu kehilangan bola, bagaimana cara kita untuk defense-nya," kata Indra Sjafri.

Image
Olahraga
Dereck Chisora

Setelah Price, Chisora akan Tantang Usyk

Chisora tidak terkesan dengan penampilan yang ditunjukan Usyk pada kemenangan pertamanya di tinju kelas berat.

Image
Olahraga
Andy Murray

Menangi Gelar Pertama, Murray Bergurau Soal Istrinya yang Hamil Lagi

"Ketika saya tidak tur keluarga saya membesar jadi saya harus perlu kembali tur jadi kami tidak lepas kontrol,” gurau Murray.

Image
Olahraga
Piala Futsal AFF 2019

Kalahkan Malaysia, Indonesia Petik Tiga Poin Perdana

Indonesia kalahkan Malaysia dengan skor 3-2 di laga perdana Grup B Piala Futsal AFF 2019 di Vietnam.

Image
Olahraga
Sassuolo 3-4 Inter Milan

Alasan Conte Tolak Bertemu Media Usai Inter Menang

Sebagai gantinya, Conte mengutus sang asisten, Cristian Stellini untuk menghadiri sesi jumpa pers.

trending topics

terpopuler

  1. Pangling! Mari Cek Harga Tas Hermes Ibu Wury Ma'ruf Amin Saat Pelantikan

  2. Tito Dipanggil Istana, Syamsuddin: Semoga Jokowi Tak Lupa Tagih Permintaannya ke Tito Tiga Bulan Lalu

  3. Media Asing Soroti Ketatnya Penjagaan hingga Sederhananya Upacara Pelantikan Presiden Jokowi

  4. Jokowi - Ma'ruf Amin Resmi Dilantik, Mulan Jameela Soroti Prabowo - Sandiaga Uno

  5. Ananda: Dengar Pidato Pak Jokowi, Kok Sama Sekali Nggak Ngomongin Pendidikan Ya, Apa Aku yang Kelewatan Ya?

  6. Ramai Video Prabowo Subianto Enggan Salaman dengan Grace Natalie

  7. MPR Sukses Gelar Pelantikan Presiden, Pengamat: Bamsoet Mampu Menyatukan Semua Perbedaan

  8. Cerita dari Orang-orang yang Mengurusi Para Terpidana Mati

  9. Pelantikan Presiden Berjalan Lancar, Pengamat: Keberhasilan Bambang Soesatyo

  10. Perhiasannya Senilai Rp22 M, ini 5 Aset Bupati Minahasa Selatan yang Tembus Rp42 M!

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

5 Fakta Menarik Prabowo Subianto, Sang Paman yang Membuatnya Menyukai Militer

Image
Ekonomi

Perhiasannya Senilai Rp22 M, ini 5 Aset Bupati Minahasa Selatan yang Tembus Rp42 M!

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Pernah Tolak Jabatan Menteri hingga Gagal Nyawapres, 5 Fakta Menarik Mahfud MD