breaking news: Insiden Penembakan di Perguruan Tinggi Krimea, 19 Tewas

image
Login / Sign Up
Image

Hervin Saputra

Penulis adalah redaktur kanal olahraga Akurat.co. Pernah bekerja di Majalah World Soccer Indonesia.

Nurmagomedov-McGregor: Uang, Agama, dan Budaya Perang Mulut di UFC

Hervin Saputra

Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor

Image

Khabib Nurmagedov saat melakukan cekikan yang membuat Conor McGregor meminta menghentikan laga di Octagon, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (6/10). | REUTERS/Stephen R Sylvanie

AKURAT.CO, Sulit untuk menghindari Conor McGregor ketika membicarakan Ultimate Fighting Championship (UFC). Namun, sulit juga untuk menghindari pandangan yang “penuh perdebatan” ketika McGregor mendapatkan lawan yang superior dalam pertarungan termegah sepanjang sejarah industri olahraga yang diklaim sebagai “seni bela diri campuran (mixed martial arts).”

Karena McGregor, pertarungan menghadapi Khabib Nurmagomedov nun jauh di Octagon, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (6/10), memberikan semacam cibiran sekaligus pertanyaan terhadap “sisi mulia” tontonan UFC sehingga olahraga ini bisa tetap mempertahankan dirinya berada dalam khasanah olahraga.

Terutama karena Nurmagomedov adalah seorang yang dengan sengaja mengambil posisi yang berbeda dengan McGregor. Keberbedaan posisi yang membuat Nurmagomedov dilihat secara hitam dan putih oleh media Barat disertai munculnya sentimen simpatik baru di negara seperti Indonesia.

baca juga:

Bagi Indonesia, laga Nurmagomedov-McGregor tak pelak menjadi gerakan pemutar kunci untuk membuat negeri pencinta olahraga ini semakin memalingkan perhatian menuju UFC. Sayangnya, keberhasilan mendapatkan perhatian itu disebabkan oleh brutalitas keliaran para petarung terlatih.

Dari Inggris, jurnalis yang terbiasa menulis artikel tentang hubungan olahraga dan politik kelahiran Kairo, Mesir, Karim Zidan, cenderung menganggap bahwa baku-hantam antara tim McGregor dan Nurmagomedov di Octagon justru memberikan keuntungan bagi sang petarung Irlandia.

Sebaliknya, memberikan kerugian bagi Nurmagomedov yang notabene menunjukkan penampilan yang brilian di dalam ring. Nurmagomedov, pria Rusia-muslim dari Dagestan yang tampaknya terbiasa menyebut “alhamdulillah” untuk mensyukuri kemenangannya, cenderung dianggap sebagai pihak yang “merugi” karena peristiwa pasca laga usai ia mengalahkan McGregor dengan sebuah cekikan yang tak tertahankan.

“Terlepas dari hasil (laga), reaksi pasca pertarungan dan pada akhirnya di konferensi pers oleh Nurmagedov memperkokoh statusnya sebagai sosok ‘jahat’ di kalangan fan seni bela diri campuran,” tulis Karim Zidan.

“Ini juga membayangi penampilan dominannya melawan McGregor yang, sekalipun banyak perdebatan, adalah seorang petarung kelas dunia.”

Pada sesi konferensi pers usai laga, Nurmagomedov meminta maaf kepada Komite Atletik Nevada sekaligus menantang UFC untuk meninjau ulang cara mereka mempromosikan sebuah pertarungan.

Tak lama setelah bos UFC, Dana White, cenderung menyalahkan aksi Nurmagomedov melompati pagar ring untuk memburu salah seorang dari anggota tim McGregor, Nurmagomedov memberikan pandangan “anti-karakter” yang membangkitkan sentimen para penonton UFC di negara-negara muslim.

Di tengah isu tentang kemungkinan pencabutan sabuk gelar juara kelas menengahnya, Nurmagedov, mengulang kembali apa yang diterimanya pada Mei silam di Brooklyn, New York.

Kala itu petarung berusia 30 tahun tersebut melihat McGregor dan sejumlah orang menghancurkan kaca bus yang dihuni oleh Nurmagomedov beserta beberapa petarung lainnya.

Semua beres setelah McGregor ditahan polisi dan dibebaskan dengan membayar jaminan. Alih-alih memberi hukuman, UFC memberi McGregor kontrak enam pertarungan karena popularitas sang pertarung mencurahkan uang kepada promotor.

Ketiadaan hukuman itu menjadi argumen bagi Nurmagedov untuk membela diri dari kecaman melompati ring. Baginya, UFC tidak berbuat apa-apa sekaligus membiarkan olahraga ini menggunakan kata-kata ejekan sebagai cara untuk mempromosikan laga. McGregor, kata Nurmagomedov, telah mengejek agamanya, ayahnya, dan negaranya.

“Ini bukan sikap terbaik saya, saya manusia biasa, saya tahu, sadar orang-orang berbicara tentang saya melompati ring. (Tapi) dia (McGregor) bicara tentang agama saya, tentang negara saya, tentang ayah saya, dia datang ke Brooklyn dan menghancurkan bus dan hampir membunuh orang, bagaimana dengan hal ini?” ucap Nurmagomedov.

Sikap ini juga ditegaskan dengan posisi berbeda yang ingin ditunjukkan Nurmagomedov di mana ia ingin membuat UFC menjadi olahraga yang tidak diisi oleh ejekan.

“Menurut saya, media sedikit mengubah situasi. Ini adalah olahraga yang penuh penghargaan, bukan olahraga perang mulut. Seperti yang saya bilang kepada Anda sebelumnya, saya ingin mengubah olahraga ini, saya tidak ingin orang bicara kasar tentang lawan, agama, dan ayah Anda. Anda tidak boleh bicara tentang agama, negara, Anda tidak boleh membicarakan ini, ini bagi saya sangat penting,” ucap Nurmagomedov.

Pendukung Khabib Nurmagomedov saat merayakan kemenangan petarung mereka atas Conor Mcgregor di Makachkala, Rusia. REUTERS/Kazbek Basayev.

Namun, sikap ini seakan melawan arus karena demikianlah “tabiat” olahraga pertarungan yang hidup selama puluhan tahun. Dengan kata lain, kata-kata kotor dalam konferensi pers adalah bagian yang justru membuat penonton datang membeli tiket sekaligus memancing orang untuk membeli tayangan yang dijual dengan sistem bayar per tayangan (pay per view).

“Itu (perang mulut) adalah bisnis pertarungan, itulah olahraga,” ucap Dana White usai laga McGregor-Nurmagomedov.

“Selalu ada perang mulut dalam setiap olahraga. Mereka melakukan itu di NBA dan NFL. Mereka melakukan itu di baseball. Itu adalah bagian dari pertandingan. Itu tidak akan pernah berubah. Kami tidak akan pernah mengatakan kepada setiap orang apa yang bisa dan tidak bisa mereka katakan. Itu tidak akan berubah.”

Pernyataan ini tiba pada sentuhannya untuk Indonesia, juga barangkali negara-negara penonton UFC dengan mayoritas penganut Islam. Ketika Nurmagomedov menyatakan ketidaksukaannya terhadap aksi McGregor yang cenderung mengejek agamanya, maka sentimen sesama Islam itu tak bisa dihindari.

Tidak mudah menerima isu seperti ini bagi masyarakat dalam negara dengan mayoritas muslim. Apa yang dikeluhkan Nurmagomedov tentang perilaku McGregor pada dasarnya adalah kritik untuk berhati-hati terhadap kata-kata yang akan dilontarkan di publik.

Sebagai seorang petarung yang lahir di tahun yang sama pada 1988, McGregor dan Nurmagedov pada dasarnya adalah rival yang sudah saling mengenal. Mereka sama-sama memulai debut sebagai petarung profesional pada 2008 yang juga berarti mereka telah berada di industri yang sama selama satu dekade.

Pengalaman sepuluh tahun tentu membuat Nurmagomedov terbiasa dengan kultur perang mulut dalam bisnis yang digelutinya. Tetapi ia memilih untuk tidak mengikuti kultur itu dan menerapkannya dalam simbol terbesar UFC yang menjadikan perang mulut sebagai “trade mark” bernama Conor McGregor.

Nurmagomedov telah memberikan kritik terhadap etika dan moral yang selama ini berlaku di UFC. Namun, dalam konteks McGregor, UFC sulit untuk menjinakkan sang petarung karena dialah yang membuat seni bela diri campuran menjadi semudah menyaksikan pertandingan tinju di dunia.

McGregor sendiri merespons kerusuhan di Las Vegas pada akhir pekan lalu dengan sikap sebagai pebisnis. “Pukulan yang bagus. Bersiap untuk laga ulang,” tulis McGregor di akun Twitter-nya.

Sebagai mesin uang, UFC akan terus berjalan. Namun, kerusuhan pasca laga Nurmagomedov-McGregor memberikan pukulan bagi Dana White dan UFC untuk menjaga bahwa olahraga ini bisa mengendalikan kebrutalannya dalam aturan-aturan pertandingan di dalam ring.

Plus untuk mempertimbangkan bahwa hal-hal yang berbau agama, negara, dan anggota keluarga tak layak untuk dijadikan olok-olok dalam strategi promosi. Karena di dunia yang jauh dari Oktagon seperti Indonesia, hal-hal seperti itu bisa memiliki efek berbeda dan, bukan tidak mungkin, memiliki implikasi politis.

Jika UFC tidak bisa menjamin hal itu, maka White tak lagi berhak untuk melakukan bantahan ketika aktris terkemuka Amerika Serikat pemenang Piala Oscar, Meryl Streep, saat menggunakan seni bela diri campuran sebagai analogi untuk menggambarkan rezim anti-imigran Donald Trump pada malam penghargaan Academy Awards, Januari 2017.[]

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor

Nurmagomedov Percaya UFC Merancang Serangan McGregor di Brooklyn

Image

Olahraga

Khabib Nurmagomedov

Nurmagomedov: Saya Berdoa Dibiarkan Sendirian di Dalam Arena dengan 'Badut' Ini

Image

Olahraga

UFC

Presiden UFC Buka Peluang Copot Gelar Khabib

Image

Olahraga

UFC

McGregor Luapkan Emosi, Khabib: Alhamdulillah

Image

Olahraga

Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor

McGregor Sesumbar akan Menyiksa Nurmagomedov

Image

Olahraga

Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor

Khabib Bertarung dengan Beruang, Ayah McGregor Sebut Kekerasan Pada Anak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Piala Asia U-19 2018

Formasi: Egy Tumpuan Serangan Timnas U-19 Lawan Chinese Taipei

Egy Maulana Vikri dijadikan starter oleh Indra Sjafri.

Image
Olahraga
Piala Asia U-19 2018

UAE U-19 Menangi Laga Pembuka Piala Asia

UAE berhasil merebut kemenangan di laga perdana Piala Asia U-19 2018.

Image
Olahraga
Laga Peduli Lombok dan Palu

Bima Sakti: Semoga Bisa Bantu Saudara Kita di Lombok dan Palu

Dua baju berlambang Garuda dijual untuk membantu korban gempa di Lombok dan Palu.

Image
Olahraga
Final WTA 2018

Cedera Gagalkan Partisipasi Halep di Final WTA

Halep sudah mengalami cedera saat kejuaraan Wuhan Terbuka 2018.

Image
Olahraga
AC Milan

Romagnoli: Beri Higuain Setengah Peluang Saja

"Hal hebat tentang Higuain adalah ketika Anda memberinya setengah peluang, maka dia akan mencetak gol,” ujarnya.

Image
Olahraga
Major League Soccer 2018-2019

Mengira Rooney Sudah "Habis"? Anda Salah Besar

Rooney semakin bisa "unjuk gigi" di MLS

Image
Olahraga
Piala Asia U-19 2018

Jelang Laga Pembuka Timnas U-19, Masih Ada Suporter yang Kesulitan Dapat Tiket

Mereka mengakui kurangnya informasi tentang penjualan tiket.

Image
Olahraga
Denmark Terbuka 2018

The Minions Wakil Indonesia Pertama yang Lolos Perempat Final

The Minions lolos usai meraih kemenangan 21-17 dan 21-14.

Image
Olahraga
Piala Asia U-19 2018

Hasil Buruk Uji Coba Tidak Pengaruhi Mental Pemain Timnas U-19

Hal tersebut diungkapkan Egy jelang pertandingan perdana Piala Asia U-19 2018 melawan Chinese Taipei.

Image
Olahraga
Repsol Honda

Honda Penasaran dengan 'Dalaman' Motor Ducati

Yokoyama akan bertanya kepada Lorenzo apa kelebihan Ducati.

trending topics

terpopuler

  1. Polisi Temukan Puluhan Senjata Api di Kamar Ommy

  2. Anies Siap Bayar Denda Rp 186 Juta atas Keteledoran Anak Buahnya

  3. Pura-pura Mati untuk Cairkan Asuransi, Sang Istri pun Bunuh Diri

  4. Jokowi: Hati-hati Kalau Pinjam Uang ke Bank, Tolong Dihitung Bisa Angsur Nggak Tiap Bulan

  5. Jadi Pengacara Meikarta, Pakar Hukum Ini Sindir Denny Indrayana

  6. Fan Irlandia Masuk ke Ring karena Berpikir McGregor Bisa Mati

  7. Reaksi Ganjar Pranowo Setelah Proyek Tol Bawen - Yogyakarta Ditolak DPRD 

  8. Ma'ruf: Kalau Dibuang ke Laut, Jadilah Pulau, Kalau Dibuang ke Darat, Jadilah Gunung

  9. Ini Informasi Terbaru dari Erdogan Soal Hilangnya Khashoggi

  10. Ada yang Aneh dengan Perampokan Toko Emas di Malaysia Ini

fokus

Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Pray for Donggala
Dari Indonesia untuk Dunia

kolom

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Image
Ilham M. Wijaya

Prospek Proyek Meikarta Pasca OTT

Image
Achmad Fachrudin

Penguatan Demokrasi di Era Digital

Image
Ujang Komarudin

Membidik Amien Rais

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Ekonomi

Pria terkaya di Australia Bagikan Solusi Radikal untuk Pecahkan Masalah Petani

Image
Gaya Hidup

Insiden Bikin Laura Aurelia Dinda Sekar Devanti Pede Jadi Atlet Renang Difabel

Image
Ekonomi

IMF-WB Annual Meeting

Mengulik Liku Hidup Jatuh Bangun Jack Ma Memeluk Mimpi