image Asian Games 2018
Login / Sign Up
Image

Kemegahan Piala Dunia dan Getirnya Realitas Sepakbola Indonesia

Hervin Saputra

Piala Dunia Rusia 2018

Image

Suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) 96 Pilkada Jawa Tengah dengan tema Piala Dunia di Kampung Nayu, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/6). | ANTARA/Mohammad Ayudha

AKURAT.CO, Dengan berakhirnya kiprah Tim Nasional Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2018 pasca dikalahkan Malaysia U-19 di semifinal di Gelora Delta Sidoarjo, 12 Juli silam, maka “pengecualian” konsumsi sepakbola di Indonesia berhenti pula.

Sekalipun Timnas U-19 menang pada perebutan tempat ketiga kontra Thailand beberapa jam sebelum final antara Malaysia dan Myanmar, popularitas pertandingan sudah tak lagi masif sebagaimana yang terjadi di laga kontra Thailand di fase grup dan Malaysia di semifinal.

Penonton sepakbola Indonesia kembali ke dunia angan-angannya, kembali ke Piala Dunia. Sebuah peralihan yang sepadan karena final antara Prancis dan Kroasia di Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7), dianggap sebagai final terbaik dalam sejarah festival sepakbola paling bergengsi di dunia.

baca juga:

Reuters menyebut Piala Dunia Rusia sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Pembaca-editor The Guardian, Paul Chadwick, menulis, “bagi mereka yang mencintai sepakbola, festival dan tontonan lintas kultural dari Piala Dunia (Rusia) ini sangat ‘memorable.’”

Sebagai orang Indonesia, setiap kali saya mendengar atau mengakui bahwa segala sesuatu yang “berskala internasional” mendapatkan prestasi “terbaik”, maka saya merasa harus punya kemampuan untuk mendapatkan hubungannya dengan negeri saya sendiri.

Jika Piala Dunia Rusia 2018 adalah yang terbaik sepanjang sejarah, apa dampak positifnya untuk Indonesia?

Selain sebagai tontonan, pencapaian-pencapaian sepakbola di Rusia dalam sebulan terakhir, tampaknya masih sulit untuk dipahami oleh publik di Indonesia.

Di hadapan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden FIFA, Gianni Infantino, memuji Piala Dunia 2018 dengan menyebut bahwa perhelatan ini telah menyingkirkan prasangka buruk dan stereotype Negeri Beruang Merah – julukan Rusia.

Piala Dunia berlangsung dengan lancar, tanpa kerusuhan rasial sebagaimana kesan yang menempel terhadap Rusia di bawah kendali Putin, dan pujian-pujian tersebut diakui oleh para penonton yang datang ke Rusia dari seluruh dunia.

Tidak mudah untuk melakukan itu mengingat dalam dua dekade terakhir rasialisme dalam budaya holiganisme di Rusia justru didorong oleh politisi dan penguasa setempat. Namun, Rusia berhasil.

Sementara kita melihat keberhasilan Rusia yang memoles citra anti-kebebasan berekspresi yang dituduhkan kepada rezim Putin, para penonton Indonesia masih saja melempari botol kepada pemain Malaysia yang sedang berjalan menuju ruang ganti usai laga semifinal Piala AFF U-19 2018 di Sidoarjo. Juga dengan lampu padam sesaat sebelum adu penalti di laga tersebut.

Suporter Indonesia melempari pemain Timnas Malaysia U-19 di Piala AFF U-19 2018. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo.

Ini bukan persoalan kecil mengingat insiden tersebut membuat Presiden Joko Widodo harus menjamu Menteri Pemuda Olahraga Malaysia yang baru berusia 25 tahun, Syed Saddiq, untuk mencairkan suasana.

Pelatih Malaysia U-19 asal Kroasia, Bojan Hodak, adalah sosok yang tidak bisa menutupi rasa hormatnya kepada Indonesia sebagai negeri pencinta sepakbola. Benar bahwa dia adalah rival, namun dia cukup “aware” dengan isu bahwa Indonesia pernah berencana mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Namun, pengalaman melihat pemainnya ditimpuki oleh suporter Indonesia di Sidoarjo membuat Hodak meminta PSSI harus mendidik suporter. “Kalau Indonesia mau menggelar Piala Asia, bahkan saya dengar mau jadi tuan rumah Piala Dunia, mereka harus berbenah,” ucap Hodak.

Sulit untuk membantah bahwa “edukasi” adalah persoalan besar dalam sepakbola Indonesia. Bukanlah hal yang aneh melihat suporter melakukan hal-hal yang tidak sportif di Liga 1, bahkan hingga merusak fasilitas stadion. Bagaimanapun, suporter adalah cerminan negara.

Dalam pembicaraan sehari-hari di redaksi olahraga, saya pernah melontarkan bahwa posisi Asisten Video Wasit (VAR) kian terasa penting setelah melihat pemain memukul wasit atau pemain memukul sesama pemain yang bisa berakibat cedera di Liga 3 Indonesia 2018. Seperti di Piala Dunia, VAR penting untuk membantu wasit memberikan keputusan sekaligus menaikkan martabat sepakbola.

Seorang rekan menjawab dengan realistis, “boro-boro VAR, rumput lapangan aja masih berantakan.”

Kerusuhan suporter Arema FC versus Persib Bandung. ANTARA/H Prabowo

Realistis memang, karena kami sedang membicarakan Liga 3. Bukan Liga 2, bukan Liga 1, di negara bernama Indonesia. Dalam hal ini, saya sering kali terbentur dengan cara berpikir yang menginginkan sepakbola Indonesia berkembang menuju standar sepakbola Eropa, juga Piala Dunia, yang saya tonton di televisi.

Bagaimana mau membicarakan VAR sementara hal-hal yang elementer seperti “kamar mandi” stadion masih jauh dari standar “adab”? Dan VAR adalah perkembangan teknologi yang menuntut biaya dalam standar sepakbola Eropa?

Seringkali, saya merasa membayangkan sepakbola Indonesia bisa selevel dengan apa yang menjadi konsumsi rutin pasar negara ini sebagai sesuatu yang utopis. Ibarat “pungguk merindukan bulan”.

Belajar dari Kroasia

Tetapi, saya tetap bertahan dengan impian bahwa suatu saat Indonesia bisa bermain di Piala Dunia. Bahwa suatu hari pemain Indonesia bisa bersaing di Eropa layaknya pemain asal Jepang dan Korea Selatan yang konon federasi mereka justru datang ke Indonesia untuk mempelajari bagaimana caranya membuat kompetisi di dekade 1980-an dan 1990-an.

Dan untuk negeri seperti Indonesia, apa yang dicapai oleh Kroasia di Piala Dunia Rusia 2018 haruslah menjadi semacam inspirasi. Bagaimana bisa negeri yang total penduduknya hanya 4,2 juta dan baru merdeka pada 1991 bisa duduk di final Piala Dunia?

Jika kita berasumsi bahwa sepakbola terbaik hanyalah dimiliki oleh negara-negara dengan sistem dan infrastruktur yang matang, maka Kroasia adalah pengecualiannya. Negara ini tak punya sistem pembinaan yang terukur jika dibandingkan dengan Jerman, Italia, Inggris, dan Spanyol.

Tim Nasional Kroasia saat menerima medali runner-up Piala Dunia Rusia 2018. REUTERS/Kai Pfaffenbach.

Tetapi, mereka punya modal karena pemain mereka berada di klub-klub terbaik dunia. Salah seorang kolumnis asing menyebut bahwa Kroasia bisa masuk ke final karena selain memiliki bakat, mereka adalah “maestro improvisasi.”

Meski pada akhirnya kemapanan sistem tetaplah unggul setelah Prancis sebagai perwakilan negara dengan sepakbola maju mengalahkan Kroasia di final, namun, posisi Kroasia cukup menarik jika kita ingin melihat kepada sepakbola kita sendiri.

Dengan melaju ke final, Kroasia telah menunjukkan semacam karakter. Mereka punya permainan yang memukau disertai dengan gaya bertahan yang mengutamakan zona marking.

Bagi anak-anak Kroasia di masa depan, apa yang ditampilkan tim nasional mereka akan menjadi display sebagaimana negara-negara besar yang memiliki karakter masing-masing.

Karakter. Ya, itulah yang belum dimiliki Tim Nasional Indonesia. Kita mungkin punya tim junior yang menjanjikan, tetapi ketika mereka naik ke level senior, para pemain itu seakan-akan memulai segalanya dari nol.

Itulah yang terjadi pada pemain Timnas U-19 Juara Piala AFF U-19 2013 di bawah asuhan Indra Sjafri. Karakter itu, pada akhirnya, mentah ketika mereka harus bermain di timnas yang sebenarnya.

Mendatangkan Luis Milla sekaligus menetapkan “permainan ala Spanyol” sebagai doktrin filosofi permainan Timnas Indonesia adalah upaya untuk membentuk karakter tersebut. Sayangnya, karakter yang diharapkan itu belum juga menunjukkan wujudnya di lapangan.

Dengan semua kekurangan itu, apa yang Anda harapkan? Kegagalan demi kegagalan telah membuat “trauma” bahwa kekalahan adalah kutukan yang tak pernah lepas. Namun, dengan tak memberikan ruang sedikit pun untuk impian rasa-rasanya membuat Indonesia kembali terpencil setelah ingar-bingar Piala Dunia Rusia meredup dan hilang.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Pochettino: Kane Sangat Kecewa dengan Performa Timnas Inggris

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

FA Segera Perpanjang Kontrak Southgate

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Neymar Ungkap Kebenaran soal Aksi 'Lebay' di Piala Dunia

Image

Olahraga

Juan Carlos Osorio

Osorio Resmi Mengundurkan Diri dari Kursi Pelatih Meksiko

Image

Olahraga

Benjamin Pavard

Gol Pavard Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2018

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Laporte: Saya Cemburu Lihat Prancis Juara Piala Dunia

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

VIDEO: Suana Ruang Ganti Prancis Saat Half Time Final PD2018

Image

Olahraga

Piala Dunia Rusia 2018

Mereka yang Sukses di Klub namun Gagal Bersinar di Rusia

Image

Hiburan

Via Vallen Salah Kostum saat Nonton Final Piala Dunia di Rusia?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Olahraga
Liga Primer Inggris

Manchester United Masih Tanpa Gelandang Andalan

Bukan hanya Matic, Mourinho juga sedikit menyinggung soal kondisi Antonio Valencia.

Image
Olahraga
Manchester United

Mourinho Buka Suara Soal Kabar Perselisihannya dengan Pogba

Bagi Mourinho, Pogba berhasil menunjukan kedewasaan mental dan permainan sejak dirinya kembali dari gelaran Piala Dunia 2018.

Image
Olahraga
Manchester United

Pogba-Mourinho Dikabarkan Berseteru, MU Keluarkan Bantahan

Manchester United Ikut Gerah Dengan Kabar Perseteruan Pogba-Mou

Image
Olahraga
Asian Games Jakarta-Palembang 2018

Yayuk Basuki: Kembali Cetak Sejarah, Now Or Never !

Lewat Asian Games 2018 Yayuk Basuki berharap petenis Indonesia bisa kembali catatkan sejarah

Image
Olahraga
Juventus

Resmi! Marchisio Hengkang Setelah 25 Tahun Memperkuat Juventus

Gelandang berusia 32 tahun tersebut telah mengenakan seragam Juventus selama kurang lebih 25 tahun terakhir.

Image
Olahraga
Liga 1 Indonesia 2018

Persipura Setuju dengan Rencana Larangan Penggunaan Striker Asing

Hanya saja PT Liga Indonesia Baru selaku operator diharapkan bisa mempertimbangkan rencana ini secara matang sebelum diturunkan.

Image
Olahraga
HUT RI Ke-73

Taufik Hidayat-Yayuk Basuki Dinobatkan Jadi National Heroes

Dua atlet legenda bulutangkis dan tenis dinobatkan jadi national heroes oleh PT. KCI

Image
Olahraga
Bursa Transfer

PSG Datangkan Kapten Timnas Jerman U-21

Thilo Kehrer yang baru berusia 21 tahun telah dipandang sebagai salah satu bek bertalenta tinggi di sepakbola Jerman

Image
Olahraga
UFC

Abdulmanap: Mcgregor Tak Akan Mampu Kalahkan Nurmagomedov

Coba kumpulkan pelatih gulat terbaik dari Rusia, Jepang, Amerika dan Turki, mereka tidak akan mampu melatih Mcgregor.

Image
Olahraga
Liga Primer Inggris

Siapapun Lawannya, Emery Tak Akan Ubah Pola Permainan Arsenal

Hal utama yang menjadi penilaiannya adalah bagaimana para pemainnya mampu mengaplikasikan setiap pola pola permainan yang telah ia sampaikan

trending topics

terpopuler

  1. Faizal Assegaf Sarankan Ma'ruf Amin Temui Ahok

  2. Sejak Dibangun Ahok, Pengelola Klaim Preman Tak Berani Masuk RPTRA Kalijodo

  3. Begini Genitnya Jan Ethes Cucu Jokowi Saat Digoda Reporter Cantik

  4. Zahra Muzdalifah, Si Cantik Pencuri Perhatian Publik

  5. Sandi Dorong PBNU Buka Lapangan Kerja Melalui OKE-OCE

  6. Yang Demam Asian Games, Sudah Tahu Sejarah Jembatan Ampera Palembang?

  7. Setelah Asian Games, Wisma Atlet Digunakan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

  8. Dolar AS Mulai Kehilangan Tenaga

  9. Heboh, Ini Statistik Kata Yang Diucapkan Bung Jebret Di Laga Indonesia vs Palestina

  10. Rupiah Terjun ke Titik Terendah, Guru Besar UI Pun Resah

fokus

Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Idul Fitri 2018

kolom

Image
Mohamad Gin Gin Ginanjar

Membidik Investor di Perhelatan IMF-WB 2018

Image
Ujang Komarudin

Merdeka atau Mati

Image
Hervin Saputra

Milla Membuka Pesta dengan Perhitungan Taktik dan Legiun Asing

Image
Taufik Hidayat

Keberanian Mengambil Risiko Membawa Timnas U-16 Menjuarai Piala AFF

Wawancara

Image
Olahraga

IBL 2018-2019

"Pemain Asing Tingkatkan Skill Pemain Indonesia"

Image
Gaya Hidup

Geluti Bisnis Kecantikan, Ini Arti Kepemimpinan Menurut Vanessa Angel

Image
Gaya Hidup

Kalau Mau Lulus, Murid Sekolah Al-Izhar Wajib Ikuti Program Pengembangan Karakter

Sosok

Image
Hiburan

Penampilan 5 Artis Ini Semakin Cantik dengan Rambut Blonde

Image
Hiburan

10 Gaya Hypebeast Ramengvrl Saat di Panggung

Image
Hiburan

Dulunya Artis Cilik, 7 Seleb Ini Masih Eksis Sampai Sekarang