Lifestyle

Olahraga Ekstrem Picu Serangan Jantung

Olahraga berlebih dapat mengakibatkan kerusakan jantung


Olahraga Ekstrem Picu Serangan Jantung
Cek jantung Anda dengan ekokardiografi secara rutin (Heartology Cardiovascular Center)

AKURAT.CO, Secara umum olahraga baik untuk tubuh, namun olahraga ekstrem bisa beresiko terhadap kesehatan.

Latihan olahraga ekstrem dan perlombaan olahraga ketahanan (endurance) dapat mengakibatkan kerusakan jantung dan gangguan irama jantung. Terlebih jika orang tersebut memiliki faktor genetik.

Pencinta olahraga ekstrem biasanya latihan keras dan memaksa tubuh melewati batas ketahanan normal. Misalnya lari marathon atau bersepada jarak jauh, terus menerus dalam kurun waktu singkat, dehidrasi, cedera dan kelelahan berlebihan.

Ketika jantung harus dipaksa bekerja keras terus menerus, jantung akan mengalami perubahan bentuk, misalnya penebalan dinding jantung dan pada beberapa orang akan memperberat terbentuknya jaringan parut jantung.

Kelainan otot jantung ini salah satunya bermanifestasi sebagai gangguan irama yang dapat menggangu fungsi jantung. Akibatnya, pencinta olahraga ini terancam resiko henti jantung mendadak atau mati mendadak.

Dalam jumpa pers online yang diadakan Heartology Cardiovascular Center, Ario Soeryo Kuncoro, Dokter Jantung dan Pembuluh Darah menjelaskan bahwa kondisi ini bisa dideteksi lebih awal.

“Bagi pencinta olahraga ekstrem, cek jantung Anda dengan ekokardiografi secara rutin apabila ada riwayat keluarga meninggal mendadak dan apabila terdapat kelainan pada rekam jantung Anda," ujarnya.

Ario menambahkan, Ekokardiografi dapat menunjukkan pergerakan, ukuran dan bentuk jantung, serta seberapa baik bilik dan katup jantung bekerja. Ekokardiografi juga dapat menunjukkan area otot jantung yang tidak memompa secara adekuat karena suplai darah yang buruk atau terdapat suatu cedera akibat serangan jantung sebelumnya.

Berdasarkan hasil ekokardiografi, dokter dapat menyarankan hal yang perlu dilakukan, agar tetap dapat berlatih dengan jantung aman.

“Tetap berolahraga dan lakukan dengan aman dan terukur”, tutup dokter Ario.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co