News

Oknum Polisi Paksa Mahasiswi Aborsi hingga Bunuh Diri di Makam Ayahnya Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Pelaku bertugas di Polres Pasuruan, Jawa Timur


Oknum Polisi Paksa Mahasiswi Aborsi hingga Bunuh Diri di Makam Ayahnya Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Polda Jawa Timur merilis kasus bunuh diri Novia Widyasari Rahayu . (instagram.com/@updatemojokerto)

AKURAT.CO, Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan tewasnya Novia Widyasari Rahayu, 23 tahun, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Wanita cantik asal Mojokerto itu mengakhiri hidupnya secara tragis. Novia nekat bunuh diri di makam ayahnya. 

Kasus bunuh diri Novia Widyasari Rahayu menyeret seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Pasuruan, Bripda Rendy Bagus. Bripda Rendy adalah kekasih Novia.

Polisi telah menetapkan Bripda Rendy sebagai tersangka di balik kematian Novia. Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Slamet Hadi S mengungkapkan Bripda Rendy dan korban berpacaran sejak tahun 2019.

“Oknum polisi tersebut kemudian melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pacarnya yang berlangsung sejak tahun 2020 sampai 2021,” kata Hadi seperti dikutip dari cuitan akun @DivHumas_Polri, Minggu (5/12/2021).

Berdasarkan penyelidikan, Novia hamil dua kali namun tersangka menyuruhnya menggugurkan kandungan dengan obat khusus.

Tindakan aborsi tersebut dilakukannya pada Maret 2020 dan pada Agustus 2021.

"Korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama tersangka. Digugurkan pertama itu pada bulan Maret lalu kemudian pada bulan Agustus juga melakukan hal sama," jelas Wakapolda.

Akibat perbuatannya, Bripda Rendy dijerat melanggar Pasal 348 KUHP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Yang bersangkutan profesinya adalah seorang polisi yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten Kita akan menjerat Pasal 7 dan 11, itu secara internal. Secara pidana umum kita juga akan menjerat Pasal 348 Junto 55 KUHP,” sambung Hadi.

Seperti diketahui, korban NWR yang berusia 23 tahun ditemukan tewas akibat bunuh diri di samping makam ayahnya yang terletak di area makam di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Monokerto, Jawa Timur.

Terkait kasus ini, Kapolri juga berkomitmen untuk terus memberikan perkembangan hasil dari penanganan Polda Jawa Timur. []