Ekonomi

OJK Tekankan Pentingnya Pengembangan e-KYC di Industri Keuangan


OJK Tekankan Pentingnya Pengembangan e-KYC di Industri Keuangan
Ilustrasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya industri jasa keuangan dalam mengembangkan Electronic Know Your Customer (e-KYC). Apalagi Indonesia sudah menuju konsep Revolusi Industri 4.0, dengan ditandai oleh berkembang pesatnya industri keuangan seperti financial technology (fintech).

Oleh karena itu, inovasi KYC atau pengenalan nasabah secara elektronik menjadi penting untuk kepentingan nasional, yakni Revolusi Industri 4.0. Dan demi memberikan kecepatan dan keamanan tingkat tinggi untuk masyarakat.

Direktur Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan KYC untuk melindungi konsumen dari penyalahgunaan dana dan data.

"Pengenalan nasabah secara elektronik atau e-KYC menjadi penting untuk kepentingan nasional juga untuk melindungi masyarakat dari tindak kejahatan seperti pencucian uang atau menghindari pendanaan terorisme," ujarnya saat acara 'Seminar Peran E-KYC dalam Keuangan Digital' di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia mengungkapkan, dalam mensosialisasikan peran KYC dibutuhkan perusahaan penyedia yang melakukan verifikasi dana dan data para nasabah. Hal ini menjadi penting untuk menghindari kegagalan virtual dalam bertransaksi.

"Kami harapkan ada pihak yang bisa menyediakan verifikasi mengenal nasabah secara elektronik, maka tanda tangan digital bisa terbentuk, sehingga bisa mengenalkan smart kontrak. Ini adalah kompenen dasarnya," ucapnya.

Menurutnya, perusahaan penyedia verifikasi bisa memberi kekuatan dalam melakukan verifikasi, bertanggung jawab perdata dan pidana. Hendrikus menjelaskan keberadaan perusahaan penyedia verifikasi sekaligus dapat memperkenalkan industri 4.0 yang tengah digaungkan pemerintah.

“Sebenarnya berbicara elektronik loyal customer, perlu ada verifikasi kebenaran perusahaan, benar membayar kewajiban pajak bukan hanya Dukcapil. Hal ini perlu dipahami bersama, berbicara industri 4.0 adalah penting verifikasi,” ungkapnya.

Untuk itu, inovasi KYC menjadi tantangan bagi otoritas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Indonesia. Setidaknya, keberadaan KYC dapat membuka cara pandang mengembangkan industri 4.0 dengan lebih dulu menyiapkan perangkat infrastruktur dasarnya.

"E-KYC yang paling penting bagaimana melakukan ata, enggak bisa dengan Dukcapilsaja, tapi bagaimana kewajiban bayar pajaknya, perusahaannya gimana," tukasnya. []