Ekonomi

OJK Klaim Minat Masyarakat Terhadap SCF Melesat

OJK menyebut minat masyarakat untuk memanfaatkan Securities Crowdfunding sudah mulai berkembang


OJK Klaim Minat Masyarakat Terhadap SCF Melesat
Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). Menjelang peralihan Sistem Informasi Debitur (SID) atau yang dikenal sebagai BI Checking dari Bank Indonesia ke OJK pada tahun 2018, Bank Indonesia bersama OJK terus melakukan pengembangan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang akan menggantikan SID, agar dapat secara optimal mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks serta mendukung tugas OJK, BI maupun tugas lembaga t ( ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17)

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyatakan bahwa minat masyarakat untuk memanfaatkan penawaran efek melalui layanan Securitied Crowdfunding sudah mulai berkembang.

Dimana, lanjutnya, menurut data yang ada hingga 14 April 2021 lalu menunjukkan dana yang dihimpun naik hingga 19% dari Rp191 miliar pada akhir tahun 2020 lalu menjadi Rp225 miliar.  Sedangkan, untuk jumlah pemodal naik mencapai 15% dari 22.300 investor menjadi 25.700 investor yang menunjukan adanya peningkatan.

" Jumlah fund raising terhimpun lebih dari Rp200 miliar dari 164 penerbit fund raising atau rata-rata Rp1 miliar dari jumlah penerbitnya," ucapnya pada saat webinar virtual di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Selain sebagai instrumen investasi, layanan urun dana juga memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah.

" Harapannya dengan ini masyarakat bisa membantu usaha di daerahnya. Tujuannya memang untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan modal dari investor ritel di daerahnya sendiri," tambahnya.

Skema layanan urun dana memungkinkan masyarakat melakukan patungan untuk membiayai sebuah usaha produktif. Penyedia platform urun dana akan menerbitkan saham UMKM atau startup untuk ditawarkan secara digital kepada masyarakat sebagai investor yang menjadi Pemodal.

Pemodal yang telah melakukan urun dana atau patungan akan menerima imbalan dalam bentuk kepemilikan saham usaha penerbit, serta berhak atas pembagian dividen dari keuntungan usaha penerbit dalam periode waktu tertentu.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding) saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dimana securities crowdfunding ini merupakan bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana (raising fund) melalui pasar modal. Skema ini dinilai memudahkan bisnis atau seseorang dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu