Ekonomi

OJK: Efek Penurunan Suku Bunga Acuan BI Bisa Dirasakan di Kuartal I 2018


OJK: Efek Penurunan Suku Bunga Acuan BI Bisa Dirasakan di Kuartal I 2018
Gedung OJK. (Foto: mysharing.com)

AKURAT.CO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penurunan bunga kredit perbankan akan mulai terjadi pada kuartal I tahun 2018 meskipun Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan dengan turunnya suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps), memang seharusnya dapat diikuti dengan penurunan suku bunga deposito tapi tidak secepat itu.

"Kami lihat interbank call money sudah merespons, sedangkan untuk suku bunga deposito kan bisa diubah untuk diturunkan setelah jatuh tempo. Kalau suku bunga deposito belum diubah, ya kreditnya belum bisa diubah juga nanti perbankan akan rugi. Lack-nya saya perkirakan 6 bulan untuk ditransmisikan dalam suku bunga kredit,” katanya seusai membuka acara pelatihan wartawan di kompleks Bank Indonesia Jakarta, Jumat sore (8/9).

Wimboh menyatakan secara umum penyaluran kredit perbankan memang sudah mulai bertumbuh dengan besaran sekitar 8% secara year on year (yoy) pada Juli 2017. Namun pertumbuhan secara year to date (ytd) sejak awal tahun ini masih belum optimal.

Meskipun demikian, menurutnya OJK belum perlu membuat kebijakan untuk mendorong penyaluran kredit.

"Kami belum perlu melakukan kebijakan-kebijakan itu. Dikarenakan kita melihat pembiayaan melalui pasar modal cukup tinggi. Yang akan kami dorong adalah penurunan suku bunga dan yang akan kami lihat adalah transmisinya,” jelasnya.

Adapun, cara yang akan dilakukan mantan Komisaris Utama Bank Mandiri ini adalah dengan meningkatkan monitor suku bunga dasar kredit (SDBK).

"Bank-bank diminta secara transparan menyampaikan struktur komponen suku bunga kredit dan depositonya, seperti premi risiko, overhead cost, dan margin laba. Ini menjadi pengawasan kami, mendorong pertumbuhan kredit dengan suku bunga kompetitif," pungkasnya. []