Ekonomi

OJK Dorong Fintech Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pandemi saat ini, membuat  Financial Technology (fintech) menjadi poin dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional


OJK Dorong Fintech Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi mengungkapkan pandemi Covid-19 saat ini membuat Financial Technology (fintech) menjadi poin dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengatakan fintech membangun sebuah jembatan penghubung antara masyarakat sebagai user dengan layanan keuangan serta membantu mengurai rantai distribusi ekonomi yang panjang. Maupun memperbesar akses layanan keuangan kepada masyarakat, terutama sektor informal produktif atau UMKM.

" Kami melihat bahwa fintech dan startup lokal sangat memiliki peluang besar untuk melakukan penetrasi ke pasar regional kita. Mengingat, Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu pemain penting dalam perkembangan fintech di kawasan ASEAN," ujarnya saat “FINTECH & START UP WEEK CNBC TV”, Senin (21/6/2021).

Riswandi mengatakan perkembangan fintech dalam 5 tahun terakhir. Dimana fintech secara cepat tumbuh dalam berbagai sektor baik itu sektor perbankan, yakni digital banking maupun yang baru-baru ini menjadi pembicaraan yakni Neo Bank, di Pasar Modal seperti equity/security crowdfunding serta berbagai platform penjualan instrumen pasar modal, dan di IKNB.

Kemudian ada juga InsurTech (Insurance Technology) maupun Peer to Peer Lending Platform.

"Khusus Fintech P2P lending ini memiliki keunggulan dalam hal dukungan teknologi serta mampu melakukan akuisisi pelanggan secara cepat, tanpa tatap muka atau online, dan mampu melakukan asesmen risiko dengan dukungam teknologi mesin cerdas buatan atau artificial intelligence," terangnya.

Riswandi juga mencatat perkembangan P2P Lending senantiasa memperlihatkan trend yang positif. Meskipun pada masa-masa awal pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan, namun perlahan terus melakukan perbaikan secara statistik.

Data per April 2021, total outstanding penyaluran pembiayaan adalah sebesar Rp12,19 triliun hal ini meningkat sebesar 245,79% YoY. Akumulasi penyaluran juga telah mencapai Rp194,09 triliun dengan kualitas yang terjaga dimana Tingkat Keberhasilan 90 hari berada pada angka sebesar 98,63%. Hal ini tingkat non performance relative masih rendah.

Disisi lain untuk menjaga momentum pertumbuhan fintech di tanah air, OJK terus memperbahuri pengawasan dengan membangun Pusat Data Fintech Lending  (PUSDAFIL) yakni pengawasan dengan memanfaatkan sistem informasi.