Ekonomi

OJK Dinilai Sangat Signifikan Dorong Perkembangan Pasar Modal Dalam 5 Tahun Terakhir

Pengamat pasar modal dan praktisi investasi Desmond Wira: Bisa dilihat dari jumlah perusahaan yang IPO semakin banyak, dan dua unicorn sudah IPO juga.

OJK Dinilai Sangat Signifikan Dorong Perkembangan Pasar Modal Dalam 5 Tahun Terakhir
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Dalam lima tahun terakhir atau periode 2017-2022, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan Wimboh Santoso dinilai sangat signifikan mendorong perkembangan pasar modal di dalam negeri.

Seperti diketahui, Wimboh Santoso mengakhiri masa jabatannya tahun ini untuk digantikan oleh Mahendra Siregar yang dijadwalkan akan dilantik menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK pada pertengahan Juli 2022.

“Kalau menurut saya sangat signifikan peran OJK dalam lima tahun terakhir. Bisa dilihat dari jumlah perusahaan yang IPO semakin banyak, dan dua unicorn sudah IPO juga,” jelas Pengamat pasar modal dan praktisi investasi Desmond Wira dalam keterangan resminya, Jumat (15/7/2022).

baca juga:

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) juga naik signifikan dalam lima tahun terakhir, dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Diawali dari tahun 2017, sebanyak 37 perusahaan menggelar IPO, tahun 2018 dan 2019 naik masing-masing menjadi 57 IPO dan 55 IPO, tahun 2020 sebanyak 51 IPO dan tahun 2021 sebanyak 54 IPO. Tahun 2022 sudah terealisasi 21 perusahaan dengan 40 calon emiten dalam pipeline.

Selama lima tahun sebelumnya, IPO relatif terbatas. Jika dibandingkan tahun 2012, hanya ada 21 emiten pendatang baru di pasar saham, tahun 2013 sebanyak 31 IPO, tahun 2014 ada 23 IPO, tahun 2015 hanya 18 IPO dan tahun 2016 turun menjadi 16 IPO.

“Dari sisi jumlah investor juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2017, jumlah investor pasar modal tercatat sebanyak 1,12 juta. Pada 2022 sudah menjadi 9 juta,” tambahnya lagi.

Secara umum, jelasnya, regulasi yang diterbitkan OJK memberikan dampak positif bagi pasar saham karena ada kepastian aturan yang menjadi acuan bagi investor, emiten maupun perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di BEI.

“Semakin jelas aturannya dan semakin akomodatif tentunya memberi dampak positif bagi pasar modal,” jelas Desmond.