News

Ogah Urusi Kemacetan Imbas Penyekatan PPKM Darurat, Wagub DKI: Polda Metro Lebih Ahli

Kemacetan parah kembali terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta imbas penambahan pos penyekatan.


Ogah Urusi Kemacetan Imbas Penyekatan PPKM Darurat, Wagub DKI: Polda Metro Lebih Ahli
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyerahkan masalah kemacetan lalu lintas Kepada Polda Metro Jaya.

Kemacetan yang dimaksud adalah imbas penyekatan di berbagai titik untuk menghalau pergerakan masyarakat di luar rumah saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sedang berlaku sekarang ini.

"Jadi urusan lalu lintas seperti itu Polda Metro yang lebih ahli, yang lebih memahami, mengerti,"  kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta,Jalan Medan Merdeka Selatan,Jakarta Pusa, Jumat (16/7/2021).

Kemacetan parah kembali terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Kamis (15/7/2021) kemarin, salah satunya terjadi di pos penyekatan dalam kota tepatnya di Jalan Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kemacetan itu disebabkan adanya penambahan titik penyekatan yang di lakukan Polda Metro Jaya.

Total penyekatan kini menjadi 100 titik,19 titik pos penyekatan di wilayah dalam kota, 15 titik di tol batas kota,10 titik di batas kota, 29 titik di wilayah penyangga, dan 27 titik di ruas Jalan Sudirman - Thamrin.

"Ya itu sudah dikaji oleh Polda Metro," tutur Ariza.

Politisi Gerindra itu mengklaim, Polda Metro Jaya tentu tak sembarangan menentukan titik penyekatan, hal ini pasti sudah ditimbang masak-masak.

"Pasti menghadirkan para pakar para ahli sebelum menyusun kebijakan dan memutuskan titik-titik penyekatan semua semata-mata dimaksudkan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga," tuturnya.

Semua pos penyekatan itu mulai diaktivasi dari  pukul  06.00 hingga  22.00 WIB selama PPKM Darurat berlangsung, warga yang boleh keluar rumah pada waktu tersebut adalah mereka yang bekerja di sektor esensial dan kritikal. Sementara mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB hanya tenaga kesehatan, dokter, perawat dan petugas darurat yang diperkenankan melintas.

Kebijakan penyekatan ini, tidak sepenuhnya diterima masyarakat, banyak yang protes lantaran perusahaan tempat mereka bekerja tetap meminta mereka masuk kantor.

"Ya pasti banyak protes itu biasa tidak ada kebijakan yang memuaskan semua pihak tapi sekali lagi kebijakan yang diambil terkait penyekatan batasan semua dimaksudkan untuk keselamatan dan keamanan kesehatan warga," tuntas Ariza.[]