Lifestyle

ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 24 Mei Ada 42.551, PDP 11.389


ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 24 Mei Ada 42.551, PDP 11.389
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan dan melatih kesiapan tenaga serta sarana medis dalam menangani, merawat pasien terduga atau terjangkit virus corona di Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

AKURAT.CO, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali menyampaikan data terbaru mengenai kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dipantau.

Terhitung sampai Minggu, (24/5) pukul 12:00 WIB, kasus ODP yang masih dipantau ada lebih dari 42 ribu. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto, dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu, (24/5).

"Pekerjaan kita masih cukup berat karena
kami masih melakukan pemantauan di seluruh wilayah di tanah air ini pada orang-orang yang perlu kita pantau sebanyak 42.551 orang," ungkap Yuri, sapaan akrab dr. Achmad Yurianto.

Sementara, untuk jumlah PDP yang masih diawasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dikatakan oleh Yuri ada sebanyak 11.389 orang.

Sebelumnya, pada Sabtu, (23/5) jumlah ODP yang dipantau ada 49.958, sehingga telah terjadi pengurang ODP sebanyak 7.407 orang dalam sehari.

Lalu jumlah PDP pada kemarin ada sebanyak 11.495, yang mengartikan jumlah PDP sampai hari ini berkurang sebanyak 106.

Uji pemeriksaan kesehatan terkait COVID-19 sendiri saat ini dilakukan melalui dua metode, yakni Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Laboratorium pemeriksaan Real Time PCR saat ini ada sebanyak 69 lab. Sementara laboratorium TCM telah ada 40 lab setelah ada penambahan 1 lab baru dalam sehari.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co