Lifestyle

ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 1 Juni Ada 48.358


ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 1 Juni Ada 48.358
Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan COVID-19 melakukan senam pagi di atas balkon yang dipandu oleh instruktur di Rumah Singgah Karantina COVID-19 Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Kegiatan senam pagi yang rutin dilakukan setiap hari pukul 08.00 itu diharapkan bisa mempercepat proses penyembuhan pasien terpapar COVID-19. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali memberikan data terbaru mengenai kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dipantau.

Terhitung sampai Senin, (1/6) pukul 12:00 WIB, kasus ODP yang masih dipantau ada lebih dari 48 ribu. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto, dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin  (1/6).

"Kami masih juga melakukan pemantauan di seluruh provinsi terhadap 48.358 orang," ungkap Yuri, sapaan akrab dr. Achmad Yurianto.

ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 1 Juni Ada 48.358 - Foto 1
Achmad Yurianto. Tangkapan Layar Live Youtube BNPB



Sementara, untuk jumlah PDP yang masih diawasi dengan ketat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dikatakan Yuri ada sebanyak 13.120 orang.

Sebelumnya, pada Minggu, (31/5) jumlah ODP yang dipantau ada sebanyak 49.936, sehingga telah terjadi pengurangan kasus ODP sebanyak 1.578 orang dalam sehari.

Lalu jumlah PDP pada kemarin ada sebanyak 12.913, yang mengartikan jumlah PDP sampai hari ini bertambah sebanyak 207 orang.

Uji pemeriksaan kesehatan terkait COVID-19 sendiri saat ini dilakukan melalui dua metode, yakni Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Laboratorium pemeriksaan Real Time PCR bertambah 4, sehingga jumlah akumulatif ada sebanyak 95 lab. Sementara laboratorium TCM telah ada 59 lab setelah ada penambahan 2 lab baru dalam sehari.[]