News

Nyalakan Ribuan Lampion, Panitia Solo Imlek Festival Bayar Listrik Hingga Rp70 Juta Sebulan


Nyalakan Ribuan Lampion, Panitia Solo Imlek Festival Bayar Listrik Hingga Rp70 Juta Sebulan
?Menjelang perayaan Imlek, ribuan lampion yang menghiasi kawasan Pasar Gede dan koridor Jenderal Sudirman mulai dinyalakan, Selasa (14/1/2020) malam. (AKURAT.CO/Wijayanti )

AKURAT.CO, Menjelang perayaan Imlek, ribuan lampion yang menghiasi kawasan Pasar Gede dan koridor Jenderal Sudirman mulai dinyalakan, Selasa (14/1/2020) malam.

Meski baru uji coba, namun keindahan ribuan lampion berwarna merah dan lampu kelap-kelip itu tak disia-siakan warga untuk berfoto ria. 

“Malam ini kita uji coba menyalakan lampion untuk mengecek mana yang nyala dan mana yang tidak. Apakah ada yang konslet atau tidak. Seperti tadi yang di atas jembatan Pasar Gede ada yang mati langsung kita perbaiki,” ujar Ketua Panitia Bersama Solo Imlek 2571/2020, Sumartono Hadinoto, Rabu (15/1/2020). 

Ia menambahkan ada 5.000 lampion bulat yang dipasang di atas koridor Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo dan di atas jam dan jembatan Pasar Gede. Selain itu, juga akan dipasang 24 lampion berbentuk 12 shio, enam buah lampion shio tikus,satu lampion Dewa Rejeki dan 12 neon box shio.

Disinggung mengenai listrik yang digunakan untuk menyalakan ribuan lampion tersebut, Sumartono mengatakan daya yang dibutuhkan sebanyak 55.000 watt dan untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN untuk dibuatkan jaringan tersendiri.

“Kalau sebelumnya kan kita ikut jaringan listrik di Pasar Gede, meski kita juga bayar pajaknya. Tapi karena beberapoa tahun terakhir ini jumlah lampion yang terpasang semakin banyak akhirnya kita buat jaringan sendiri khusus untuk event imlek,” jelasnya.

Untuk itu, panitia harus merogoh biaya yang tidak sedikit untuk membayar pajak listrik selama satu bulan pemasangan lampion. Yakni mencapai Rp70 juta yang ditanggung panitia imlek. “Antara Rp50 juta sampai Rp70 juta untuk pajak listriknya. Besar memang, tapi tidak apa-apa karena kami sadar ini kan juga untuk Kota Solo,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berharap keberadaan ribuan lampion bisa menjadi salah satu destinasi wisata malam di kota bengawan. Apalagi, imlek di Solo menjadi salah satu agenda wisata Kementrian Pariwisata. “Dengan menggeliatnya wisata malam, maka akan mendorong perekonomian warga. Tidak hanya hotel, tapi juga UMKM yang berjualan di Kawasan Pasar Gede dan tukang parkir,” ujarnya.[]