Rahmah

Nudhair Bin Harits Al Abdari, Sahabat Nabi yang Setia dan Berjiwa Sosial Tinggi

Nudhair Bin Harits Al Abdari adalah seorang sahabat dari kaum Quraisy yang memiliki ilmu pengetahuan yang mempuni.


Nudhair Bin Harits Al Abdari, Sahabat Nabi yang Setia dan Berjiwa Sosial Tinggi
Ilustrasi Sahabat Nabi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Salah seorang sahabat dari kaum Quraisy yang memiliki ilmu pengetahuan yang mempuni adalah Nudhair Bin Harits Al Abdari RA. Akan tetapi, ia juga memiliki semangat tinggi untuk memusuhi Islam bersama dengan kaum Quraisy.

Begitu juga setelah Fathul Makkah, ia belum memeluk Islam, namun dirinya menyertai Rasulullah SAW dalam Perang Hunain. Ia berniat akan menolong pasukan Islam jika mengalami kekalahan. Tetapi niat tersebut tampaknya tidak kesampaian, karena pasukan Islam memperoleh kemenangan dalam peperangan tersebut.

Setelah peperangan, ketika masih berada di Ji'ranah, Rasulullah SAW menghampiri Nudhair dan menyapanya. Nudhair lalu mendekati Rasulullah SAW dan beliau bersabda, "Ini adalah lebih baik daripada apa yang engkau niatkan pada perang Hunain."

Ketika Nudhair semakin dekat, Rasulullah SAW bersabda lagi, "Telah sampai waktunya bagimu untuk melihat keadaan dimana kamu berada di dalamnya."

"Aku telah melihatnya, Ya Muhammad," kata Nudhair.

Setelah mendengar perkataan Nudhair, Rasulullah SAW kemudian berdoa, "Ya Allah, tambahkanlah baginya keyakinan yang kokoh."

Karena doa Rasulullah SAW tersebut, Nudhair seperti terbuka hatinya untuk berada di jalan Islam dan juga semangatnya menguat untuk menjadi pembela kebenaran Islam. Akhirnya, Nudhair bersyahadat menyatakan Islam di depan Rasulullah SAW dan menyambutnya dengan rasa gembira.

Setelah itu, ketika ia telah sampai di rumahnya di Makkah, seorang lelaki dari Bani Daul datang dan berkata, "Hai Abu Harits, Rasulullah memerintahkan untuk memberimu seratus ekor unta dari ghanimah perang Hunain, karena itu berilah aku beberapa ekor karena aku mempunyai hutang." 

Mendengar kabar tersebut, Nudhair berkata, "Tidak lain ini adalah ta'alluf, aku tidak mau disuap untuk memeluk Islam. Demi Allah, aku tidak pernah menuntut dan tidak pernah meminta unta-unta ini karena keputusanku memeluk Islam."

Perlu diketahui bahwa Ta'alluf merupakan hadiah yang diberikan untuk menyenangkan orang yang baru memeluk Islam. Jika yang dibagikan zakat, mereka termasuk kelompok mu'allaf. Nudhair berkehendak untuk tidak mengambil pemberian ini, karena keislamannya tidaklah karena harta.

Meskipun begitu, kemudian ia sadar bahwa apa yang diputuskan Rasulullah SAW harus ditaatinya walaupun mungkin ia tidak sependapat. Terlebih ia melihat lelaki bani Daul itu juga sangat membutuhkan dan sangat berharap dari bagian yang diberikan Rasulullah SAW untuknya dari ghanimah perang Hunain. 

Dengan demikian, Nudhair mengambil unta-unta bagian ghanimah itu, dan memberikan sepuluh ekor kepada lelaki bani Daul yang datang di rumahnya tersebut. Subhanallah. []