News

Novel ke KPK: Bila Tak Mampu, Bisa Minta Bantuan Kami Tangkap Harun Masiku

Novel menilai tidur nyenyak atau tidaknya Harun Masiku bukan urusan dan tanggung jawab Firli.


Novel ke KPK: Bila Tak Mampu, Bisa Minta Bantuan Kami Tangkap Harun Masiku
Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat memberikan sambutan kepada karyawan dan wartawan di hari pertama kerja di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Novel Baswedan mulai kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhitung Jumat (27/7). Setelah absen selama 16 bulan memberantas korupsi lantaran untuk rehabilitasi pasca disiram air keras pada 11 April 2017 lalu. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyorot pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang menyebut Harun Masiku tidak dapat tidur nyeyak karena diburu KPK.

Novel menilai tidur nyenyak atau tidaknya Harun Masiku bukan urusan dan tanggung jawab Firli. Sebaliknya, menurut Novel, Pimpinan KPK tidak boleh tidur nyenyak lantaran belum bisa menangkap buronan tersebut.

"Intinya bahwa benar tidur nyenyak atau tidak itu bukan urusan Firli. Harusnya Firli yang tidak boleh tidur nyenyak karena belum tangkap buronan HM (Harun Masiku) sampai sekarang," ucap Novel dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

baca juga:

Novel menawarkan diri membantu KPK untuk menangkap Harun Masiku. Namun tak hanya sekedar membantu saja, ia menyampaikan bahwa harus ada kewenangan penangkapan yang diberikan Firli selaku Ketua KPK.

"Bila tidak mampu, bisa minta bantu kami untuk tangkap HM (Harun Masiku). Saya yakin tidak perlu waktu yang terlalu lama. Itupun bila Firli punya kemauan untuk menangkap," ungkapnya.

Selain itu, eks penyidik KPk tersebut mengkritik Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto yang mempersilakan masyarakat mencari dan menangkap Harun Masiku, namun dengan biaya sendiri. Novel mengatakan, masyarakat di luar lembaga antirasuah harus memeliki kewenangan untuk mencari dan menangkap buronan KPK.

"Dalam hal tertangkap tangan memang semua orang bisa. Tapi kalo untuk penangkapan harus ada kewenangan, tidak boleh masyarakat atau orang yang tidak punya kewenangan melakukan penangkapan," tuturnya.

"Menurut saya itu olok-olok, atau karena yang bersangkutan (Karyoto) tidak paham mengenai hukum pidana. Apalagi dengan mengatakan 'biaya sendiri' maksudnya apa?" imbuhnya.

Diketahui, Harun Masiku yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 telah menjadi buron lebih dari 850 hari.