News

Novel Baswedan Ungkit Tragedi Air Keras, Polri: Sampaikan ke Inspektorat atau ke Propam

Novel Baswedan Ungkit Tragedi Air Keras, Polri: Sampaikan ke Inspektorat atau ke Propam
Penyidik KPK Novel Baswedan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2020). Dalam sidang ini, Novel menjadi saksi utama dengan menghadirkan kedua terdakwa Ronny Bugis dan Rakhmat Kadir yang merupakan pelaku penyiraman air keras dengan menghadrikan secara virtual. Dalam perkara ini, dua terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa telah melakukan penganiayaan berat te (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mengungkit kasus penyiraman air keras yang dialami dirinya beberapa tahun yang lalu.

Novel berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa mengusut lebih jauh soal kasus penyiraman air keras kepada dirinya. 

Menanggapi hal tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, jika ada pihak yang tidak puas dengan penyidikan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri, maka bisa dilaporkan ke Divisi Propam Polri. 

baca juga:

"Jika ada masyarakat merasa tidak puas, maka dapat di salurkan melalui mekanisme yang sudah ada, yaitu sampaikan ke inspektorat atau ke propam," kata Rusdi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/2/2021). 

Menurutnya, ada mekanisme terkait kinerja anggota polri, termasuk penyidik dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana, seperti penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. 

"Mekanisme pengawasan internal kinerja di polri sudah jelas, ada inspektorat dan propam," ucap Rusdi. 

Jenderal polisi bintang satu ini menuturkan bahwa penyidik Polri sudah sangat profesional dalam menangani kasus penyiraman air keras.

Seperti diketahui, Majelis Hakim memvonis dua tahun penjara terhadap terdakwa penyiraman air keras ke Novel Baswedan, yakni Rahmat Kadir Mahulette.

Sementara terhadap Ronny Bugis, hakim menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara.

"Mengadili terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan mengakibatkan luka berat, selama dua tahun penjara. Memerintahkan terdakwa agar tetap ditahan," kata Ketua Majelis Hakim Djuyamto membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7). []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu